Menteri Susi Dorong Digitalisasi UMKM Perikanan

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-09-15
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan mendorong digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kelautan dan perikanan. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing UMKM kelautan dan perikanan menghadapi era pasar yang berbasis teknologi digital memasuki era industri 4.0.

Upaya tersebut ditempuh dengan beberapa aksi, di antaranya meningkatkan kemampuan penggunaan teknologi informasi bagi pelaku UMKM kelautan dan perikanan, serta penyelenggaraan Marine and Fisheries Business and Investment Forum di Jakarta.

Forum yang mempertemukan para pelaku UMKM kelautan dan perikanan, perusahaan jasa perbankan, perusahaan jasa pengiriman, BUMN Perikanan, serta pelaku e-comerce diharapkan akan membuka jejaring baru dan peningkatan profil usaha UMKM kelautan dan perikanan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan keinginannya untuk membantu para pelaku UMKM kelautan dan perikanan dalam meningkatkan nilai jual produk perikanannya.

“Platform KKP itu memang kita ingin membantu ibu-ibu non nelayan yang bisa membantu bapak-bapak nelayan untuk lebih bisa menaikkan nilai ikannya,” ujarnya.

Hadirnya berbagai start-up unicorn bidang e-commerce seperti Tokoperdia dan Bukalapak di Indonesia memberikan kesempatan bagi UMKM untuk memasarkan produknya secara lebih luas tanpa dibatasi tempat dan waktu. Menteri Susi berharap, para pelaku usaha kelautan dan perikanan memanfaatkan peluang ini untuk memperluas pasarnya.

“Saya berharap kerja sama digital company ini bisa membuat pasar menjadi lebih aksesibel di mana saja dan kapan saja untuk para pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan,” ujarnya.

Sementara untuk distribusi produk, para pelaku usaha dapat memanfaatkan sejumlah layanan seperti Go-Jek dan SiCepat untuk memperluas pasarnya. Ke depannya, Menteri Susi berharap PT Pos juga bisa melakukan terobosan agar bisa ikut mendistribusikan produk perikanan.

“Jangan hanya mengirimkan kertas saja, kirimkan ikan ke mana-mana. Fish by mail. Terobosan-terobosan begitu dimungkinkan dengan platform digital,” cetusnya.

Tak lupa, Menteri Susi juga berpesan agar e-commerce platform yang ada juga tidak menjual produk-produk yang tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh pemerintah. Misalnya, komoditi perikanan yang dilindungi seperti terumbu karang dan benih lobster tidak boleh diperjualbelikan. Selain itu, produk yang dapat merusak ekosistem laut seperti setrum ikan juga tidak boleh dijual

“Dengan digitalisasi, saya harapkan jangan sampai yang dijual adalah alat setrum ikan yang bikin sumber ikannya hancur, yang menghancurkan sumber mata pencahariannya sendiri,” pesan Menteri Susi.

Untuk itu, Menteri Susi juga mengigatkan agar jajaran KKP agar turut memberikan pendampingan tentang komoditi yang boleh diperjualbelikan dan dilarang. “Tentu, Kementerian Kelautan dan Perikanan berkewajiban memberikan aturan, standarisasi, apa yang boleh dan tidak boleh, jangan sampai binatang langka yang sudah masuk CITES diperjualbelikan digital. Diberikan arahan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh,” ujarnya. (lip)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Kementan Genjot Percepatan Tanam, Bupati Luwu Utara Beri Dukungan Penuh
  • Bulog Kembali Salurkan Bansos Beras Presiden Tahap Kedua
  • Pertamina Siapkan Protokol New Normal untuk Pelayanan di SPBU
  • SKK Migas Kejar Tiga Proyek Hulu Migas Rampung Tahun Ini
  • Sri Mulyani Pastikan Daerah Kantongi Tambahan Dana Insentif
  • New Normal Diyakini Akan Kembali Menggerakkan Ekonomi Nasional
  • Menko Luhut: Utang Penanganan Covid-19 Indonesia Masih Paling Rendah
  • Pemerintah Selamatkan Ekonomi Lewat Investasi
  • BPS: Ekspor Pertanian Tumbuh 12,66 Persen
  • Langkah Tepat Sektor Pangan, Inflasi Mei 2020 Rendah
  • KUR Pertanian Bantu Indonesia Bebas dari Ancaman Krisis Pangan
  • 55.042 Desa Telah Terima BLT Dana Desa
  • KKP Buka Akses Permodalan Untuk Wirausaha Milenial
  • Pemerintah Optimistis Ekonomi Tumbuh 2,3 Persen pada 2020
  • PLN Antisipasi Pertumbuhan Listrik Negatif
  • Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Siap Terapkan Protokol Kenormalan Baru
  • KUR Pertanian Bantu Petani Jalankan Produksi di Tengah Pandemi
  • Cita-Cita Wapres: Produk Halal Indonesia Digunakan di Seluruh Dunia
  • PUPR Modernisasi Jaringan Irigasi Rentang untuk Mengairi 88.000 Hektar Sawah
  • Kemenperin Terus Kawal Investasi di Sektor Industri