Modernisasi Pertanian Pangkas 80% Waktu Kerja dan 70% Hemat Biaya

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-09-16
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Cemented Sarwo Edhy menuturkan pihaknya konsisten mengimplementasikan modernisasi pertanian dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Implementasi modernisasi pertanian tersebut, kata Edhy, guna menunjang target produksi melalui tata cara tanam dan perhitungan hasil yang berbasis teknologi informasi.

"Selain itu, distribusi alat mesin pertanian (alsintan) juga gencar Kementan distribusikan sebab dianggap lebih efisien dalam waktu kerja hingga 80 persen dan hemat biaya mencapai 70%," jelasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (15/9/2019).

Sementara itu, pengamat Pertanian Universitas Brawijaya Imam Santoso menilai Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki perhatian serius untuk menerapkan pemanfaatan kemajuan teknologi 4.0. Dia menilai kecanggihan teknologi perlu diberdayakan untuk modernisasi pertanian.

"Penerapan teknologi pertanian oleh Kementan harus dimanfaatkan mulai dari proses hulu sampai hilir. Sehingga pertanian jadi modern dilakukan Kementan," ujar Imam.

Imam mengungkapkan dengan pola modernisasi pertanian yang memanfaatkan teknologi oleh Kementan akan mendukung optimalisasi produksi berbasis akurasi data.

"Sebab teknologi itu kan akan bisa mengukur sejauh mana hasil sesuai observasi, (komoditas) apa yang dibutuhkan dan cara bertani secara efektif," sebutnya.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu, Setelah mengunjungi Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Presiden Jokowi mengaku terkesan dengan banyak alat mesin pertanian yang telah menjangkau daerah tersebut.

Mengutip laman situs resmi Sekretariat Kabinet, Presiden mengatakan dalam lima tahun ini, Kementan sudah membagi yang namanya traktor, excavator, dan bulldozer untuk daerah-daerah yang memiliki lahan yang besar-besar.

"Saya juga kaget juga dalam satu kabupaten traktornya begitu banyaknya, excavator-nya begitu banyaknya, sehingga lahan besar bisa dikerjakan dengan mekanisasi peralatan-peralatan yang ada yang saya lihat itu bantuan dari Menteri Pertanian," ungkapnya. (det)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Kementan Genjot Percepatan Tanam, Bupati Luwu Utara Beri Dukungan Penuh
  • Bulog Kembali Salurkan Bansos Beras Presiden Tahap Kedua
  • Pertamina Siapkan Protokol New Normal untuk Pelayanan di SPBU
  • SKK Migas Kejar Tiga Proyek Hulu Migas Rampung Tahun Ini
  • Sri Mulyani Pastikan Daerah Kantongi Tambahan Dana Insentif
  • New Normal Diyakini Akan Kembali Menggerakkan Ekonomi Nasional
  • Menko Luhut: Utang Penanganan Covid-19 Indonesia Masih Paling Rendah
  • Pemerintah Selamatkan Ekonomi Lewat Investasi
  • BPS: Ekspor Pertanian Tumbuh 12,66 Persen
  • Langkah Tepat Sektor Pangan, Inflasi Mei 2020 Rendah
  • KUR Pertanian Bantu Indonesia Bebas dari Ancaman Krisis Pangan
  • 55.042 Desa Telah Terima BLT Dana Desa
  • KKP Buka Akses Permodalan Untuk Wirausaha Milenial
  • Pemerintah Optimistis Ekonomi Tumbuh 2,3 Persen pada 2020
  • PLN Antisipasi Pertumbuhan Listrik Negatif
  • Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Siap Terapkan Protokol Kenormalan Baru
  • KUR Pertanian Bantu Petani Jalankan Produksi di Tengah Pandemi
  • Cita-Cita Wapres: Produk Halal Indonesia Digunakan di Seluruh Dunia
  • PUPR Modernisasi Jaringan Irigasi Rentang untuk Mengairi 88.000 Hektar Sawah
  • Kemenperin Terus Kawal Investasi di Sektor Industri