Penerimaan Pajak Hingga Agustus Tumbuh 1,4 Persen

0 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Keuangan Negara dan Daerah | 2019-09-25
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan penerimaan perpajakan hingga Agustus tercatat lebih rendah. Dalam kurun waktu Januari hingga Agustus 2019, pertumbuhannya 1,4 persen atau jauh lebih melambat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, 24,3 persen. 

Sri mengatakan, perlambatan tersebut menandakan bahwa kondisi ekonomi mengalami penurunan sampai skala dunia usaha. Sebab, perusahaan terutama Wajib Pajak (WP) membayar pajak dengan nominal lebih rendah dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Ini yang harus diwaspadai," ujarnya dalam pemaparan kinerja APBN 2019 di Jakarta, Selasa (24/9).  

Periode Juli dan Agustus menghadapi dampak paling tertekan dari ekonomi global. Ini tergambar dari pertumbuhan pajak pada dua bulan tersebut yang lebih lambat dibandingkan pertumbuhan semester pertama. 

Khususnya PPh Dalam Negeri (DN) yang pada Juli dan Agustus masing-masing kontraksi 14,18 persen dan 16,09 persen. Angka tersebut lebih dalam dibanding dengan semester pertama tahun ini, minus 2,90 persen. Kondisi ini menjadi tekanan pada pendapatan negara mengingat kontribusi PPh DN yang mencapai 20,9 persen terhadap penerimaan pajak. 

Hanya PPh Orang Pribadi dan PPh Final yang tetap menunjukkan kinerja positif. Pada Juli dan Agustus PPh OP memiliki kinerja masing-masing 55,96 persen dan 13,82 persen. Ini lebih baik dibandingkan semester pertama tahun ini, 13,82 persen. 

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Suahasil Nazara mengatakan, tantangan global memang lebih banyak berdampak terhadap dunia usaha. Khususnya mereka yang berorientasi ekspor. Sebab, pertumbuhan negara maju yang melambat menyebabkan permintaan barang-barang ke Indonesia ikut menurun. 

Dengan pertumbuhan ekspor menurun dan harga komoditas yang menurun, penerimaan perusahaan pun ikut menurun. Triple effect ini membuat penyetoran pajak dunia usaha ikut menurun. 

"Ini mulai terasa, satu step demi step terasa (ke ekonomi Indonesia)," ucap Suahasil. 

Dalam konteks ini, Suahasil memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai akhir tahun berada di kisaran 5,08 persen. Dengan realisasi pertumbuhan ekonomi pada semester pertama mencapai 5,06 persen, maka semester kedua hanya akan menyentuh tingkat 5,11 hingga 5,12 persen. (rep)

- Tag : Pajak

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • 8.157 Desa Telah Dapat BLT dengan Total Nilai Rp 70 Miliar
  • Utang Capai Rp5.192,56 T, Menkeu Bakal Genjot Pendapatan Negara
  • Kemendes Ubah Dana Desa Jadi BLT untuk Desa Terdampak Covid-19
  • Mendes: Penyaluran BLT Dana Desa Siap Dimulai
  • Indonesia Punya Cukup Dana untuk Perangi Corona Tanpa Berutang ke IMF dan Bank Dunia
  • Imbas Covid, Jokowi Minta Refocusing dan Realokasi Anggaran
  • Ada Corona, Pemerintah Percepat Pencairan Dana Desa Rp 28,8 Triliun
  • Kemendes: Dana Desa Bisa Digunakan Menjaga dan Mencegah Virus Corona
  • Pemda Diperbolehkan Pakai APBD Tangani Virus Corona
  • Sri Mulyani Optimalkan Dana Desa Guna Pangkas Angka Kemiskinan
  • Kucuran Dana Desa Sampai Akhir Januari 2020 Capai Rp68,39 Triliun
  • DJP Manfaatkan Kemitraan Konsultan dan Big Data untuk Tingkatkan Penerimaan
  • Lewati Capaian 2019, Penerimaan Bea Cukai per 11 Februari 2020 Tembus Rp9,79 T
  • Pemerintah Salurkan Dana Desa Tahap Pertama, Sasar ke Kabupaten-kabupaten Ini Rp97 Miliar
  • Kemenkeu Telah Salurkan Dana Desa Rp97,7 Miliar di Januari 2020
  • Menteri Desa PDTT: Dana Desa Boleh Digunakan untuk Mitigasi Bencana
  • Kemenkeu Terus Lakukan Verifikasi Cari Desa Fiktif Tambahan
  • 14 desa di Kudus belum cairkan Dana Desa tahap ketiga
  • Pacu bisnis di Sultra, BTN Syariah buka cabang di Kendari
  • Pemkot Depok catat pendapatan layanan IMB mencapai Rp21 miliar