Papua dan NTT Jadi Penerima Terbanyak Lampu Tenaga Surya Hemat Energi

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Energi | 2019-10-07
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan hingga akhir 2019 akan terpasang 107.877 unit Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) baru di 22 provinsi di Indonesia. Di mana Nusa Tenggara Timur dan Papua akan menjadi penerima terbanyak dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia.

LTSHE sendiri merupakan program terobosan pemerintah dalam menerangi masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik khususnya pada desa-desa yang masih gelap gulita dan termasuk dalam daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal), yang jumlahnya mencapai sekitar dua ribu desa di seluruh Indonesia.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengatakan, pemerintah memprioritaskan kedua daerah tersebut mengingat rasio elektrifikasi kedua provinsi itu masih terendah. Di mana, Nusa Tenggara Timur masih sekitar 72 persen dan Papua 94 persen. Dengan tambahan pemasangan di tahun 2019, maka total dari 2017-2019 akan terpasang 360.429 unit LTSHE di seluruh Indonesia.

"Kita akan terus menerangi Indonesia dari pinggiran, dimana daerah 3T yang sulit dijangkau aliran listrik PLN masih menjadi prioritas, disamping memberikan bantuan pasang baru gratis dari KESDM Peduli bagi rumah tangga tidak mampu yang saat ini masih terus berjalan," kata Agung seperti dilansir dari laman resmi Kementerian ESDM, Minggu (6/10).

Seperti diketahui, pemerintah terus meningkatkan akses listrik bagi seluruh rakyat Indonesia. Kementerian ESDM mencatat, hingga Juli 2019, rasio elektrifikasi nasional sudah mencapai 98,81 persen yang terdiri dari listrik PLN 94,97 persen, non-PLN 3,47 persen dan sisanya dari Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) 0,37 persen.

Untuk tahun 2019, Kementerian ESDM mengalokasikan untuk program LTSHE ini sebesar Rp 328 miliar, yang meliputi pemasangan baru dan pengawasan program untuk pemasangan tahun-tahun sebelumnya. Anggaran untuk LTSHE tersebut mengambil porsi 6,4 persen dari seluruh anggaran Kementerian ESDM 2019 yang mencapai Rp 5,15 triliun. Dalam dua tahun terakhir, sekitar 50 persen porsi APBN Kementerian ESDM dialokasikan untuk belanja infrastruktur rakyat.

Adapun rincian masing-masing provinsi penerima LTSHE di tahun 2019 yakni Sumatera Utara (2.740 unit); Sumatera Barat (2.178); Jambi (4.606); Bengkulu (3.038); Lampung (4.272); Jawa Timur (1.367); Nusa Tenggara Barat (1.907); Nusa Tenggara Timur (20.934); Kalimantan Barat (4.492); Kalimantan Tengah (5.413).

Selain itu, Kalimantan Selatan (3.136); Kalimantan Timur (3.618); Kalimantan Utara (4.553); Sulawesi Tengah (4.278); Sulawesi Selatan (3.136); Sulawesi Tenggara (4.618); Sulawesi Barat (3.930); Gorontalo (1.533); Maluku (4.639); Maluku Utara (6.100); Papua (13.320); dan Papua Barat (3.842). (mer)

- Tag : Listrik

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • PGN Perluas Bisnis Gas ke China
  • Tingkatkan Keakuratan Takaran, 3.000 SPBU Pertamina Gunakan Sistem Digital
  • PLN Perkuat Listrik Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika
  • Pertamina dan Petronas Perkuat Kerjasama Bisnis Migas Jangka Panjang
  • PLN NTB Luncurkan Program 75 Ribu Terang Gemilang
  • PLTP Muara Labuh DiKlaim Ramah Lingkungan
  • BPH Migas: SPBU Digital Aktif Mulai Juni
  • PLTMGU Lombok Peaker Beroperasi Penuh Petengahan 2020
  • BPH Migas Nilai IT Nozzle Ampuh Cegah Penyimpangan BBM Subsidi
  • Proyek Jawa 1 Diklaim Sesuai Rencana
  • RDP dengan DPR, BPH Migas Tuntaskan Program BBM 1 Harga
  • BPH Migas Undang 20 Bupati Terkait BBM Satu Harga
  • BPH Migas Gandeng Polda Sulteng Awasi Distribusi BBM
  • Pertamina Temukan Potensi Migas di Pulau Siberia
  • Ramah Lingkungan, Tiga Pulau Wisata Lombok Gunakan PLTS
  • Ahok Bikin Pertamina Transparan, Masyarakat Bisa Pantau Impor BBM
  • PLN Kembangkan Pelet Sampah untuk Campuran Bahan Bakar PLTU Jeranjang
  • Tahun Ini PGN Mulai Salurkan Gas Untuk Pembangkit PLN
  • Dukung Pertamina, Bupati Blora Minta Utilisasi Sumur Eks-Belanda
  • Konversi 52 Pembangkit Listrik PLN ke Gas Diklaim Bisa Hemat Rp1,92 Triliun