Kementan Musnahkan 83 Komoditas Pertanian Ilegal dari 9 Negara

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-10-09
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian berhasil memusnahkan 83 paket tanpa dokumen/ilegal yang berisi berbagai benih yaitu benih tanaman hias/bunga, sayur dan buah serta bagian-bagiannya (tunas) melalui Kantor Pos Besar Malang periode Januari - Agustus 2019 .

"Selanjutnya sampai batas waktu yang ditentukan yaitu 14 hari kerja dan pemilik tidak bisa memenuhi persyaratan yang ditentukan, maka paket-paket tersebut akan dimusnahkan," demikian ungkap Kepala Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya, Musyaffak Fauzi saat melakukan pemusnahan di halaman kantor wilayah kerja Bandara Abdul rahman Saleh – Malang, Selasa kemarin (7/10).

Diketahui, paket-paket tersebut dikirimkan dari 9 negara tanpa dokumen, di antaranya negara China, Amerika Serikat, Malaysia, Laos, Prancis, Swiss, Saudi Arabia, Taiwan, dan Singapura.

Dalam UU No. 16 Tahun 1992 pasal 6 menyatakan bahwa setiap media pembawa/komoditas pertanian yang dilalulintaskan dalam wilayah Indonesia wajib a). Dilengkapi sertifikat kesehatan, b) melalui tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditentukan, serta c) dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina setempat untuk dilakukan tindakan karantina.

Musyaffak mengatakan bahwa maraknya penggunaan media on line sebagai salah satu cara untuk bertransaksi dagang menjadikan jasa pengiriman termasuk Kantor Pos Besar Malang berpotensi sebagai tempat pemasukan komoditas pertanian tanpa dokumen/ilegal.

"Oleh sebab itu, pemasukan media pembawa/komoditas pertanian tanpa dilengkapi dengan dokumen dilarang dan dapat dikenakan tindakan penahanan dan pemusnahan," katanya. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Mentan Ajak Konsumsi Pangan Lokal, Kurangi Makanan Instan
  • DPR: Cukai Plastik Bukti Peduli Negara Terhadap Lingkungan
  • Kementan Tingkatkan Sarana Balai Penyuluh Pertanian
  • Pertanian Organik Dorong Pertumbuhan Ekonomi Baru
  • Petani Milenilal Dapatkan Bimtek dari Polbangtan Yoma
  • Antisipasi Perlambatan Ekonomi, Mendagri Minta Dana Desa Segera Dibelanjakan
  • Banyak Manfaatnya, Kementan Minta Dinas Pertanian Sosialisasikan Kartu Tani di Bali
  • Rehabilitasi Waduk Muara Nusa Dua Tingkatkan Pasokan Air di Kawasan Wisata Bali
  • BKPM Klaim Omnibus Law Bisa Tumbuhkan Investasi 0,3 Persen
  • Harga Gas Turun, Industri Diharapkan Bisa Berkembang
  • Kemenperin Siapkan Rp 15 Miliar untuk Bina Santri
  • BPS: Kualitas SDM Indonesia Semakin Meningkat
  • Kementan Ingin Naikkan Anggaran Pupuk Bersubsidi 2020
  • Tingkatkan Peringkat Investasi, BKPM Pangkas Prosedur Perizinan Usaha
  • Cek Uji Sertifikasi, 'Sister' Siap Bantu Para Petani Milenial
  • Mentan Dinilai Menteri Berkinerja Baik Versi Indobarometer
  • Kementan: Pupuk Cukup, Pemda Harus Segera Percepat Realisasi
  • Pemerintah akan Terbitkan Perpres Penutupan Tambang Ilegal
  • Pemerintah Salurkan Rp 9,8 Triliun Dana BOS Tahap I ke Rekening Sekolah
  • Kerja Sama Indonesia-Jepang Akan Sangat Mempengaruhi Dunia