Data FAO, Mekanisasi Pertanian Indonesia Naik Pesat

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Tanaman Pangan | 2019-10-09
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Mekanisasi pertanian di Indonesia terus meningkat sejak lima tahun terakhir. Ke depan, mekanisasi pertanian akan terus didorong untuk meningkatkan efisiensi usaha tani serta meningkatkan gairah anak muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan berdasarkan data Food and Agriculture Organisation (FAO), mekanisasi pertanian nasional hanya 0,04 horsepower (HP). Sementara tahun 2019, mekanisasi mencapai angka 2,15 HP. Semakin tinggi horsepower, maka semakin tinggi pula keterlibatan kerja sebuah mesin dalam kegiatan produksi, termasuk pertanian.

“Ini baru 5 tahun. Kalau kita bisa bergerak cepat, 5 sampai 10 tahun mendatang, kita akan sejajar dengan Brasil dan Jepang yang sudah sangat maju pertaniannya,” kata Amran, Selasa (8/10/2019).

Itu sebabnya, sambung Amran, pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian (Kementan), fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Amran, mekanisasi pertanian memberikan manfaat bagi kesejahteraan petani. Hal itu pula yang bakal menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian dan mengembangkan komoditas yang ada.

“Kita harus cetak pemuda tani yang andal. Bukan hanya mengoperasikan alat, tapi mampu memelihara, merakit dan membuat. Kandungan lokal alsintan juga harus didorong sampai 100%,” ujarnya.

Berdasarkan catatan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, pemerintah telah memberikan bantuan alsintan sekitar 720.000 unit dengan berbagai jenis. Jumlah itu diperkirakan naik hampir 500% dibanding sebelumnya.

Alsintan tersebut berupa rice transplanter, combine harvester, dryer, power thresher, corn sheller dan rice milling unit, traktor dan pompa air. Tahun 2015, bantuan alsintan sebanyak 54.083 unit, tahun 2016 naik menjadi 148.832 unit.

Sedangkan tahun 2017 sebanyak 82.560 unit, dan tahun 2018 sebanyak 112.525 unit. Tahun 2019, Kementan akan mengalokasikan alsintan sebanyak 50.000 unit.

Alsintan tersebut berupa Traktor Roda dua (20.000 unit), Traktor Roda empat (3.000 unit), Pompa Air (20.000 unit), Rice Transplanter (2.000 unit), Cultivator (4.970 unit) dan Excavator (30 unit).

“Bantuan alsintan itu merupakan terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Kita ingin dengan alsintan mengubah mindset petani dari bertani secara tradisional ke modern. Kita juga ingin usaha tani menjadi lebih efisien,” kata Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Sarwo Edhy di Jakarta.

Sarwo Edhy mencontohkan, jika pengolahan lahan menggunakan tenaga manusia (cangkul), maka dalam 1 ha sawah diperlukan 30-40 orang, lama pengerjaannya 240-400 jam/ha, sedangkan biayanya mencapai Rp2-2,5 juta per hektar.

Sementara dengan alsintan (traktor tangan), hanya diperlukan tenaga kerja 2 orang, jumlah jam kerja hanya 16 jam per hektar dan biayanya Rp900.000-Rp1,2 juta per hektar. (sin)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Bulog Sudah Salurkan Beras Bantuan Pangan 28 Ribu Ton
  • Kerjasama Pangan dengan FAO, Kementan Dukung Pengembangan Beras Organik Sanggau
  • Bulog: Stok Beras tak Terpengaruh Pergantian Musim
  • Kementan Pastikan Pasokan Aneka Bawang Cukup Hingga Lebaran
  • Mentan: Ketersediaan Pangan Hingga Lebaran Aman
  • Jelang Panen, Bulog Percepat Penyaluran Beras
  • Jaga Inflasi, Perum Bulog Pastikan Pasokan Beras Aman
  • Kostraling, Terobosan di Panen Raya dari Kementan
  • Mentan SYL: Pertanian Sultra Kekuatan Ekonomi Indonesia Timur
  • Mentan: Mau Ada Virus Corona atau Tidak, Stok Bawang Putih Aman
  • Satgas Pangan Sidak Penimbunan 150 Ton Bawang Putih Impor di Karawang
  • Kementan Dorong Produksi Bawang Merah Berkualitas di Enrekang
  • BPS Memastikan Produksi Beras Nasional Dipastikan Masih Surplus
  • Kementan Targetkan Produksi Bawang Merah-Cabai Naik 7 Persen
  • Harga Bawang Putih Diperkirakan Kembali Normal
  • Produksi Lokal Diyakini Mampu Tekan Harga Bawang Putih
  • Sigi Targetkan Jadi Sentra Jagung di Sulteng
  • Pupuk Baru Petrokimia Gresik Tingkatkan Panen Padi hingga 3 Ton Per Ha
  • Rekomendasi Kementan Soal Impor Bawang Putih Dinilai Tepat
  • Kementan Gunakan QR Code di Kemasan Benih Padi