Kementerian ESDM akan Percepat Pengerjaan Jargas

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Energi | 2019-11-04
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen mempercepat pengerjaan proyek jaringan gas rumah tangga (jargas) untuk mencapai target RUEN 2025.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan sedang memetakan dan mempertajam program jargas guna memangkas impor gas LPG dan meningkatkan pemanfaatan gas domestik.

“Kami akan mencoba untuk memanfaatkan gas alam kita yang memang dipakai [untuk keperluan] dalam negeri, di [proyek] jaringan gas. Supaya kurangi impor LPG, itu yang sedang kami pertajam,” katanya, akhir pekan lalu.

Hingga akhir tahun, diharapkan dapat terbangun jargas 404.139 sambungan rumah (SR). Tahun ini, jargas dibangun di 16 lokasi a.l. Kabupaten Aceh Utara, Kota Dumai, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Mojokerto, dan Kabupaten Wajo.

Untuk 2020, pemerintah merencanakan pembangunan jargas sebanyak 266.070 SR di 14 provinsi, yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tangah serta Sulawesi Selatan.

Pemanfaatan gas untuk keperluan domestik dapat ditingkatkan, mengingat harga gas yang lebih murah dibandingkan dengan negara tetangga. Hanya saja, badan usaha yang menyalurkan gas juga diberikan ruang keuntungan agar tidak mengalami kerugian.

Pemanfaatan gas untuk keperluan domestik mayoritas digunakan untuk industri, kelistrikan dan pupuk, sementara untuk rumah tangga (gas kota) terbilang masih sangat kecil.

Misalnya saja, pemanfaatan gas bumi untuk industri tercatat sebesar 26,14 persen dengan kontrak 1.874,57 BBTUD hingga September 2019, diikuti oleh kelistrikan sebesar 13,98 persen dengan kontrak 1.167,42 BBTUD. Di sisi lain, untuk gas kota, pemanfaatannya hanya 0,08 persen dengan total kontrak pemanfaatan sebesar 10,63 BBTUD dan realisasi sebesar 4,83 BBTUD.

Terpisah, Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengaku sudah berkoordinasi dengan Menteri ESDM Arifin Tasrif terkait pengembangan Jargas. Seperti yang dikemukakan Menteri ESDM, bahwa fokus pemerintah saat ini adalah menyerap gas untuk keperluan domestik.

“Jadi gas ini diutamakan untuk kepentingan domestik dulu. Kedua, ini kan masalah keadilan, kalau kita bisa bangun ini kita bisa kurangi impor LPG,” katanya.

Dengan besarnya impor gas LPG yang mencapai 70 persen dari total kebutuhan, memengaruhi besarnya subsidi yang digelontorkan pemerintah. Wajar saja, lanjut Fanshurullah, bahwa pemerintah perlu menyusun strategi untuk memanfaatkan gas untuk keperluan domestik.

“Habis itu subsidi, tahun ini aja subsidi Rp40 triliun. Tahun depan segitu juga. Kalau jargas bisa dibangun maka impor bisa turun dan subsidi bisa dikurangi,” ujarnya.

Pihaknya berkomitmen akan memberikan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga per kilogram gas LPG tabung 3 kilogram. Adapun untuk pembangunan jargas per rumah tangga, BPH Migas memperkirakan biayanya sekitar Rp10 juta per rumah.

“Kemudian untuk rumah tangga tingkat 2 [RT-2] dan pelanggan kecil tingkat 2 [PK-2] konsumen menengah yang pakai LPG tabung 12 kg, nah ini akan kasih dengan harga gas dan keekonomian, jadi di bawah dikitlah,” tambahnya. (bis)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Bangun Infrastruktur sejak 2018, PLN Listriki 6.000 Warga Banyuasin
  • Indonesia dan Denmark Lanjutkan Kerja Sama Energi Terbarukan
  • Sambut Natal dan Tahun Baru, Pertamina Tambah Pasokan Avtur di Bandara Jateng dan Jogja
  • Pertamina Gencarkan Edukasi Gunakan BBM Berkualitas
  • PLN Listriki 2 Desa di Sulawesi Selatan
  • BPH Migas Akan Kembangkan 3 Wilayah Ini Jadi Pusat Gas di Kalimantan
  • NTT Terang 100 Persen pada 2020
  • PLN Jamin Pasokan Listrik Pulau Sangihe Jelang Tahun Baru
  • NTT Bakal jadi Ikon Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
  • PLN Dorong Hidup Ramah Lingkungan di Indonesia
  • PLN Jatim Resmikan Pembangkit Listrik di Sembilan Kepulauan
  • Pertamina Targetkan Seluruh Desa Kepri Miliki Pangkalan LPG
  • Stok BBM-LPG Jelang di Sulsel Jelang Natal dan Tahun Baru Aman
  • Warga Solok Selatan Nikmati Listrik Panas Bumi
  • Pertamina Yakin Kilang Balongan Bermanfaat bagi Warga Sekitar
  • Pertamina Ajukan Tambahan Kuota Solar Subsidi di 2020
  • Target Produksi Migas Pertamina 2020 Capai 923 Ribu Barel
  • Menko Airlangga: Implementasi B30 Bisa Hemat Devisa Rp 112 T
  • Pertamina Pastikan Stok Aman
  • PLN Tandatangani 151 Kontrak PLTS di Papua