Wujudkan Swasembada Energi, Pertamina Percepat Pembangunan Kilang

Energi dan Kependudukan | Energi | 2019-11-07
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com -Pertamina terus melakukan berbagai terobosan untuk mengupayakan percepatan pembangunan kilang demi mewujudkan sejarah baru sebagai negara swasembada energi.

Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan Grass Roof Refinery (GRR) yang sedang dijalankan Pertamina menjadi kunci dalam membangun tonggak sejarah baru tersebut, sehingga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan BBM dari kilang sendiri tanpa ketergantungan dengan impor.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ignatius Talullembang, menyatakan proyek RDMP dan GRR akan meningkatkan kapasitas kilang terpasang menjadi dua kali lipat dari 1 juta barel pada saat ini, menjadi 2 juta barel. Dengan peningkatan signifikan, maka seluruh kebutuhan BBM bisa dipenuhi oleh kilang sendiri.

"Pertamina melakukan sejumlah akselerasi agar proyek yang ditetapkan Presiden sebagai proyek strategis nasional ini, bisa segera terwujud. Inilah impian besar kita dalam membangun ketahanan dan sekaligus kemandirian energi," ujar Ignatius di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Pertamina, lanjut Ignatius, telah melakukan berbagai akselerasi yang terintegrasi sehingga target-target pelaksanaan proyek bisa terlaksana tepat waktu atau bahkan lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.

Proyek RDMP Balongan saat ini sudah menerapkan dual feed competition sehingga realisasi proyek bisa selesai satu tahun lebih cepat dari jadwal. Studi kelayakan (feasibility study) RMDP Balongan tahap I sudah dilakukan dan dilanjutkan dengan penetapan dan pengadaan lahan. Untuk tahap II, sedang dilakukan studi kelayakan.

Untuk Kilang Balikpapan, kini sudah masuk tahap konstruksi dengan dilakukannya penandatanganan akta pendirian PT Kilang Pertamina Balikpapan pada 7 Mei 2019.

Sementara Kilang Cilacap, setelah selesai Proyek PLBC, kini RDMP Cilacap sedang dalam tahap penyelesaian valuasi bersama Saudi Aramco. RDMP Dumai dalam tahap negosiasi dengan partner dari Timur Tengah.

Sementara itu, GRR Tuban sudah selesai dengan proses pengadaan lahan dan sedang dalam proses pembayaran. Pertamina dan Rosneft bahkan telah menandatangani kontrak desain Kilang Tuban dengan kontraktor terpilih pada 28 Oktober kemarin. Saat ini telah dimulai pelaksanaan Basic Engineering Design (BED) dan FrontEnd Engineering Design (FEED). (sin)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • 31,3 Juta Pelanggan Rumah Tangga Sudah Terima Subsidi Listrik
  • Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik Sampai Akhir Tahun
  • Meski Ada Corona, Target BBM Satu Harga 2020 Tetap 83 Titik
  • BPH Migas Target 500 Titik Penyalur BBM Satu Harga di Seluruh Indonesia
  • PLN Pekalongan Jaga Keandalan Pasokan Listrik
  • Layani Energi Negeri, Pertamina Perluas Akses BBM hingga Pelosok
  • SPBU 3T Didirikan di Pulau Maya, Masyarakat Nikmati BBM 1 Harga
  • PLN Optimis Penjualan Listrik Meningkat Saat New Normal
  • Penyaluran BBM Sentuh Wilayah Terluar RI, Volume Penjualan Naik
  • Pertumbuhan Energi Terbarukan Indonesia Tertinggi di Dunia
  • Masyarakat Diminta Mengawal Penyaluran BBM 1 Harga
  • SPBU BBM Satu Harga Perdana di Tahun Ini Diresmikan
  • PLN Tingkatkan Layanan Listrik di Distrik Kaureh Jadi 24 Jam
  • Wujudkan BBM Satu Harga, BPH Migas Ingin Setiap Desa Punya SPBU
  • PLN Genjot Pembangunan Saluran Transmisi 150 kV di Kalimantan Barat
  • Warga Kaureh Papua Kini Nikmati Listrik 24 Jam
  • Warga Tanjung Boleng NTT Kini Nikmati Listrik PLN
  • 35 Pembangkit PJB Siap Pasok Listrik Saat Era Kenormalan Baru
  • PLN Pastikan tak Ada Kenaikan Tarif Listrik
  • Tambah Kapasitas PLTP, Geo Dipa Kembangkan Energi Bersih Ramah Lingkungan