BI Yakin Pondok Pesantren Bisa Menjadi Pilar Ekonomi

Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-11-13
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com -Bank Indonesia (BI) yakin pondok pesantren bisa semakin berperan di dunia bisnis. Saat ini, pondok pesantren memang mulai gencar mengembangkan kapabilitas bisnis di institusi mereka.

Dukungan BI disampaikan Deputi Gubernur Dody Waluyo yang hadir di Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang diadakan di Jakarta. Turut hadir pula perwakilan dari sekitar 110 pesantren yang menggagas adanya unit bisnis bersama.

Dalam ajang itu, mereka mengharapkan adanya sinergi dan koordinasi untuk memajukan bisnis pesantren. "Holding pesantren semacam keinginan bersama dari pesantren yang hadir di ISEF ini," ucap dia di Jakarta, pada Selasa (12/11/2019).

Dia pun mencontohkan bahwa pesantren sudah tak asing dengan dunia bisnis. Seperti pesantren di Tasikmalaya yang berhasil menjalankan bisnis penambak udang. Potensi tersebut dinilai Dody dapat berkembang.

"Satu pesantren di Tasikmakaya, dia salah satu penambak udang yang dijual di wilayah Jawa Barat. Jadi suatu saat nanti mungkin mereka menjual ke ekspor," ujar Dody.

"Bisnis holding di sini adalah keinginan  mereka untuk melakukan koordinasi untuk suatu saat bisa saja ada suatu businesss unit pesantren," ucap Dody.

"Dari sisi keinginan mereka adalah ingin melakukan sinergi, koordinasi, untuk bersama-sama memajukan bisnis pesantren," lanjutnya.

Dia pun memberi dukungan agar pondok pesantren dapat mandiri untuk memenuhi kebutuhan santri lewat aktivitas bisnis. Hasil dari bisnis mereka pun bisa menjadi pemasukan bagi pondok pesantren.

BI pun siap mendorong para pondok pesantren yang ingin berkontribusi di perekonomian. "Kita ingin melihat pondok pesantren pada saat punya keunggukan kompetitif dari unit ushaanya, itu bisa dinaik kelaskan, bisa menjadi salah satu pilar ekonomi kita,"ucap Dody. (lip)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • DPD RI: Demi Pandemi, Riset Eucalyptus Harus Dilanjutkan
  • Penyuluh Rapatkan Barisan Dukung Food Estate
  • Balitbangtan Lepas Dua Varietas Ubi Kayu Guna Tingkatkan Prorduktivitas
  • Ditjen PSP Kementan Kembangkan Kerjasama LKM-A dalam Penyaluran KUR Sektor Pertanian
  • Pengusaha Harap Omnibus Law Segera Disahkan
  • 11 Importir Teken Perjanjian Penyerapan Gula Petani Tebu
  • Importir Serap Gula Lokal, Kementan: Kualitas Sudah Setara
  • RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang Bagi Pekerja
  • Luhut: Pengembangan 10 Desa Wisata Danau Toba Gairahkan Ekonomi Daerah
  • PPI Jalin Sinergi dengan Hipmi Dorong Ekspor Produk Petani
  • Lebih Murah dari Pertamini, 30 SPBU Mini Pertamina Kini Hadir di Jawa Barat
  • Kepemimpinan Presiden Jokowi Dibutuhkan Tingkatkan Optimisme Pelaku Ekonomi
  • Siapkan Bermacam Stimulus, Pemerintah Dorong UMKM Kembali Memulai Usaha
  • Pemerintah Mulai Garap 10 Desa Wisata di Danau Toba
  • Pengamat Nilai RUU Cipta Kerja Buka Peluang & Norma Baru bagi Pekerja
  • Kemenkeu Catat Aset Negara Capai Rp 10.467 Triliun
  • Kementan Apresiasi Sinergi BBVet Maros dan DPRD Sulsel dalam Pengujian Spesimen Covid-19
  • Wamendes Peran Nelayan Penting Perkuat Ekonomi Desa
  • Kemenperin: Air Minum Kemasan Lokal Memenuhi Standar Mutu
  • Pemerintah Setujui Pembentukan Dua KEK Baru di Batam