Dorong Wirausaha Baru, Kemenperin Hidupkan Koperasi Industri Kreatif

Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-11-13
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com -Kementerian Perindustrian bakal menghidupkan kembali koperasi industri kreatif guna memperkuat peran koperasi sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional.

“Hal tersebut sesuai dengan komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian yang luar biasa kepada sektor riil khususnya yang berbasis pada ekonomi kerakyatan,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resmi, Rabu (13/11/2019).

Menperin menjelaskan koperasi menjadi sebuah modal besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Keunggulan itu, katanya, bisa dikembangkan untuk mendorong terus hadirnya wirausaha baru.

Apalagi, kata Agus, Indonesia akan mengalami bonus demografi pada tahun 2020 - 2030. Pada kondisi itu, generasi muda yang kreatif memiliki potensi yang besar dan perlu diberikan pembinaan untuk menjadi wirausaha baru.

"Agar dapat bersaing dalam menggerakkan perekonomian nasional,” kata Menperin.

Pada 2018, industri kreatif mampu memberikan kontribusi signfikan terhadap PDB nasional. Kontribusi sektor ini diperkirakan mencapai Rp1.000 triliun.

Dari realisasi itu, tiga subsektor yang memberikan sumbangsih besar terhadap ekonomi kreatif tersebut, yakni industri kuliner sebesar 41,69%, disusul industri fesyen 18,15%, dan industri kriya sebesar 15,70%.

Di sisi lain, Agus mengatakan bahwa pemerintah terus memacu pengembangan industri, termasuk sektor industri kecil dan menengah (IKM). Pengembangan itu dilakukan dengan klasterisasi.

Melalui klasterisasi, Kemenperin berharap pelaku IKM bisa masuk dalam rantai pasok manufaktur besar dan membuka lebih banyak lapangan kerja.

“Jadi, ada klaster yang isinya jenis usaha atau jenis industri yang sama. Di satu sisi ada juga klaster yang pembagian wilayah-wilayahnya akan ditentukan jenis industrinya,” ujarnya. (bis)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Pengusaha Harap Omnibus Law Segera Disahkan
  • 11 Importir Teken Perjanjian Penyerapan Gula Petani Tebu
  • Importir Serap Gula Lokal, Kementan: Kualitas Sudah Setara
  • RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang Bagi Pekerja
  • Luhut: Pengembangan 10 Desa Wisata Danau Toba Gairahkan Ekonomi Daerah
  • PPI Jalin Sinergi dengan Hipmi Dorong Ekspor Produk Petani
  • Lebih Murah dari Pertamini, 30 SPBU Mini Pertamina Kini Hadir di Jawa Barat
  • Kepemimpinan Presiden Jokowi Dibutuhkan Tingkatkan Optimisme Pelaku Ekonomi
  • Siapkan Bermacam Stimulus, Pemerintah Dorong UMKM Kembali Memulai Usaha
  • Pemerintah Mulai Garap 10 Desa Wisata di Danau Toba
  • Pengamat Nilai RUU Cipta Kerja Buka Peluang & Norma Baru bagi Pekerja
  • Kemenkeu Catat Aset Negara Capai Rp 10.467 Triliun
  • Kementan Apresiasi Sinergi BBVet Maros dan DPRD Sulsel dalam Pengujian Spesimen Covid-19
  • Wamendes Peran Nelayan Penting Perkuat Ekonomi Desa
  • Kemenperin: Air Minum Kemasan Lokal Memenuhi Standar Mutu
  • Pemerintah Setujui Pembentukan Dua KEK Baru di Batam
  • Demi Ketahanan Pangan, Penyuluh All Out Dukung Food Estate
  • Industri Sawit Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional
  • Food Estate di Kalteng, Menteri Basuki Utamakan Pembangunan Irigasi
  • Pertanian Menjadi Sektor Paling Aman Dari Dampak Pandemi Corona