Pembangkit EBT Terpasang sudah Capai 7.435 MW

Energi dan Kependudukan | Energi | 2019-11-16
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com -PT PLN (Persero) mencatat total realisasi pembangkit EBT terpasang hingga Oktober adalah sebesar 7.435 MW atau12.1% dari total bauran seluruh energi pembangkit.

Adapun total 12.1% bauran EBT terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 4.711 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) 1.979 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 58 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) 131 MW, Pembangkit Listik Tenaga Mini Hidro (PLTM) 385 MW, dan Pembangkit Listrik Tenaga Bio mass dan Sampah (PLT Bio/Sa) 171 MW.

Vice President Public Relations PLN Dwi Suryo Abdullah mengatakan pada tahun ini, diperkirakan terdapat tambahan Pembangkit EBT sebesar 481 MW yang berasal dari 27 proyek tersebar dari Sumatera sampai dengan Papua. Capaian ini merupakan yang tertinggi dibandingkan pencapaian 5 tahun terakhir.

Dalam lima tahun terakhir hingga November 2019, terdapat sekitar 156 proyek EBT yang sudah dilakukan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) dengan total kapasitas mencapai 3.259 MW yang didominasi oleh pembangkit hidro dan panas bumi.

“Kami berkomitmen dalam memenuhi target bauran EBT sebesar 23% di 2025, hingga Oktober 2019 kami telah membangun sekitar 7 ribu MW pembangkit EBT atau sekitar 12% lebih dari total bauran energi pembangkit, ini bukti dari komitmen kami menggunakan energi ramah lingkungan," katanya melalui keterangan resminya, Kamis (14/11/2019).

Menurutnya, PLN juga sedang melakukan proses pengadaan pembangkit EBT lainnya seperti PLTS Bali Barat (25 MW), PLTS Bali Timur (25 MW), dan PLTS Cirata (145 MW). Selain itu, untuk mendukung program pemerintah dalam upaya mengurangi sampah, telah ditandatanganiPerjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) PLTSa Jatibarang di Semarang dan PLTSa Sunter di Jakarta Utara.

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028, direncanakan bauran energi pada 2025 akan menjadi 54,6% batubara, 22% gas alam (termasuk LNG), 23% EBT dan 0,4% BBM sesuai dengan kebijakan Pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan EBT dan gas, serta mengurangi pemakaian BBM.

Dalam usaha mencapai target bauran energi EBT 23%, diperlukan penambahan kapasitas EBT sebesar 16,7 GW yang pengembangannya tersebar di seluruh Indonesia seperti tertuang dalam RUPTL 2019-2028.

"Berbagai pencapaian dan pembangunan pembangkit EBT ini menjadi bukti komitmen PLN dalam mengembangkan energi hijau ramah lingkungan dalam penyediaan tenaga listrik untuk masyarakat," katanya. (bis)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • 31,3 Juta Pelanggan Rumah Tangga Sudah Terima Subsidi Listrik
  • Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik Sampai Akhir Tahun
  • Meski Ada Corona, Target BBM Satu Harga 2020 Tetap 83 Titik
  • BPH Migas Target 500 Titik Penyalur BBM Satu Harga di Seluruh Indonesia
  • PLN Pekalongan Jaga Keandalan Pasokan Listrik
  • Layani Energi Negeri, Pertamina Perluas Akses BBM hingga Pelosok
  • SPBU 3T Didirikan di Pulau Maya, Masyarakat Nikmati BBM 1 Harga
  • PLN Optimis Penjualan Listrik Meningkat Saat New Normal
  • Penyaluran BBM Sentuh Wilayah Terluar RI, Volume Penjualan Naik
  • Pertumbuhan Energi Terbarukan Indonesia Tertinggi di Dunia
  • Masyarakat Diminta Mengawal Penyaluran BBM 1 Harga
  • SPBU BBM Satu Harga Perdana di Tahun Ini Diresmikan
  • PLN Tingkatkan Layanan Listrik di Distrik Kaureh Jadi 24 Jam
  • Wujudkan BBM Satu Harga, BPH Migas Ingin Setiap Desa Punya SPBU
  • PLN Genjot Pembangunan Saluran Transmisi 150 kV di Kalimantan Barat
  • Warga Kaureh Papua Kini Nikmati Listrik 24 Jam
  • Warga Tanjung Boleng NTT Kini Nikmati Listrik PLN
  • 35 Pembangkit PJB Siap Pasok Listrik Saat Era Kenormalan Baru
  • PLN Pastikan tak Ada Kenaikan Tarif Listrik
  • Tambah Kapasitas PLTP, Geo Dipa Kembangkan Energi Bersih Ramah Lingkungan