PERTAMINA TINGKATKAN DAYA SAING TALENTA PAPUA

Energi dan Kependudukan | Ketenagakerjaan | 2019-12-08
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com -Ekspansi bisnis harus dibarengi dengan penyiapan sumber daya manusia yang mumpuni. Prinsip ini dijalankan oleh PT. Pertamina (Persero) beserta anak perusahaannya. Terlebih Pertamina sebagai perusahaan yang paling diminati bagi pencari kerja di Indonesia (versi : Majalah SWA). Proses perekrutan menjadi hal yang penting. Proses rekrutmen dijalankan dengan standard yang tinggi tapi juga mengedepankan kearifan lokal. Papua, salah satu daerah yang sedang menggeliat di Indonesia. Pembangunan infrastruktur yang digencarkan pemerintah mulai berdampak dengan mulai masuknya investor dan menghidupkan dunia usaha.

 

Pertamina menaruh harapan besar kepada anak muda Papua. Program ini merupakan upaya Pertamina dalam membangun Indonesia Timur. Mereka harus menjadi salah satu penggerak utama pembangunan di Papua. Proses mewujudkan visi misi tersebut, perlu dilakukan. Secara berkelanjutan dilakukan perekrutan talenta-talenta hebat Papua. Baik untuk posisi di operasional maupun manajerial. Setelah diseleksi mereka diberikan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

 

“Pertama yang perlu kalian lakukan saat ini adalah bersyukur dan bangga Kenapa? Karena kalian adalah orang-orang well selected. Orang-orang pilihan. Terus akan dikembangkan potensinya. Serap sebanyak mungkin apa yang diperoleh dalam pelatihan. Learning Agility juga harus dikembangkan. Di pundak kalian Papua akan lebih maju dan lebih sejahtera. Saya juga akan bangga saat kelak kalian yang akan menggantikan posisi-posisi kami”, pesan Pak Koes, sapaan akrab Koeshartanto Koeswiranto, Direktur SDM PT. Pertamina (Persero). Koes mengungkapkannya saat bertatap muka langsung dengan 20 peserta batch 1, Papuan Academy yang akan dikirim ke lapangan untuk melakukan on the job training.

 

Papuan Academy adalah pelatihan yang digagas oleh PT Elnusa Tbk - anak perusahaan PT Pertamina (Persero), sebagai upaya menyiapkan tenaga handal untuk mendukung pekerjaan operations & maintenance (OM) di BP Tangguh, Teluk Bintuni, Papua Barat. Tahap pertama ini, direkrut 20 talenta handal putra daerah Papua. Program ini dilaksanakan secara komprehensif dengan metode 10-20-70 (10% classroom training, 20% Coaching & Mentoring dan 70% On Job Training) dengan trainer dari internal maupun eksternal Elnusa yang dilaksanakan dalam waktu kurang lebih 2 bulan. Mereka pada akhirnya memulai tugas-tugasnya kelak di wilayah operasinya.

 

Koes yang didampingi Elizar P. Hasibuan, Direktur Utama PT. Elnusa, Tbk. di sela dialog, sangat terkesan saat salah satu peserta mengemukakan pertanyaan apakah akan ada kesempatan untuk rekan mereka yang lain. Pertanyaan ini didasari oleh keinginan peserta untuk turut membangun Papua bersama-sama agar Papua dapat terus maju dan lebih sejahtera seperti daerah lainnya di Indonesia. Koes pun menjawab sekaligus memberikan komitmen untuk pengembangan SDM di Papua. Semua ini dilakukan sebagai komitmen Pertamina untuk terus menyediakan SDM yang unggul yang berkontribusi untuk menjadikan Indonesia lebih maju.

 

"Mari kita bergandengan tangan bersama lebih erat, terus bersemangat untuk menghebatkan Papua oleh orang-orang Papua yang hebat seperti kalian semua ini" begitu Koes mengakhiri dialog session nya (per)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Omnibus Law RUU Cipta Kerja Dinilai Jadi Paradigma Baru Hadapi Pandemi
  • RUU Ciptaker Berpotensi Tingkatkan Investasi di Kawasan Timur Indonesia
  • Omnibus Law RUU Cipta Kerja Dinilai Jadi Paradigma Baru Hadapi Pandemi
  • Mantan Menkeu Sebut Omnibus Law Jadi Kunci Tarik Investasi
  • RUU Cipta Kerja Dinilai Pro Investasi
  • Omnibus Law Ciptaker Picu Pemerataan Indonesia Timur
  • Menko Luhut: Kedatangan 500 Pekerja Asing Akan Ciptakan 5.000 Tenaga Ahli Baru
  • Pengamat Sebut RUU Cipta Kerja Bisa Tekan Angka Pengangguran
  • Pakar Ekonomi: Omnibus Law Kunci Tarik Investasi dan Buka Lapangan Kerja
  • Sepanjang 2020, BUMN Sudah Serap 178 Tenaga Kerja Difabel
  • Akademisi UIN: RUU Ciptaker Tingkatkan Investasi Syariah
  • Pengamat USU: RUU Cipta Kerja Bisa Tingkatkan Investasi dan Lapangan Kerja
  • RUU Cipta Kerja Dibutuhkan untuk Tekan Angka Pengangguran
  • Omnibus Law Ciptakan Peluang bagi Pekerja
  • Pengamat Ini Sebut Elit Buruh yang Tolak RUU Cipta Kerja Harusnya Pikirkan Juga Nasib Pengangguran
  • Kadin: Vokasi Penting untuk Dongkrak Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia
  • BPS: Upah Buruh Tani Naik jadi Rp 55.503 per Hari di Juni 2020
  • Omnibus Law Diharapkan Buka Lapangan Kerja
  • Kemnaker Siapkan Sistem Informasi Ketenagakerjaan Jadi Rujukan Pembangunan
  • Hadapi Bonus Demografi Pekerja, Pengamat: Indonesia Butuh RUU Cipta Kerja