OJK: Stabilitas Keuangan Tetap Terjaga

0 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Moneter | 2019-12-27
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan kembali mengeluarkan siaran pers terkait penilaian stabilitas sektor jasa keuangan, Jumat (27/12). Di dalamnya, OJK mengklaim kondisi stabilitas keuangan tetap terjaga.

 

"Intermediasi sektor jasa keuangan membukukan kinerja positif dan profil risiko industri jasa keuangan manageable," tulis pernyataan OJK, Jumat (27/12).

Sentimen positif yang berasal dari kesepakatan perang dagang AS-China dan kemenangan PM Boris dalam pemilu Inggris mewarnai dinamika perekonomian global di akhir 2019. Selain itu, berlanjutnya kebijakan dovish oleh beberapa bank sentral negara maju terus menjaga likuiditas global dan penguatan pasar keuangan global.

Sampai dengan 20 Desember 2019, pasar SBN mengalami penguatan dengan yield yang turun sebesar 94,2 bps (ytd) disertai dengan aliran investor nonresiden ke pasar SBN tercatat Rp 171,0 triliun. Sementara itu, pasar saham menguat sebesar 4,53 persen (mtd) atau 1,45 persen (ytd) sehingga berada di level 6.284,4.

Penguatan ini ditopang oleh aliran masuk investor nonresiden. Sepanjang tahun 2019, investor nonresiden mencatatkan net buy di pasar modal sebesar Rp 47,8 triliun.

Sampai dengan 23 Desember 2019, penghimpunan dana melalui pasar modal telah mencapai Rp 166 triliun. Adapun jumlah emiten baru pada periode tersebut sebanyak 54 perusahaan dengan pipeline penawaran sebanyak 55 emiten dengan total indikasi penawaran sebesar Rp 15,6 triliun.

Sampai dengan 20 Desember 2019 (ytd), pertambahan kepemilikan SBN oleh perbankan tercatat sebesar Rp193,2 triliun. Sementara itu, pertambahan kepemilikan SBN oleh dana pensiun sebesar Rp 43,9 triliun dan asuransi sebesar Rp 13,6 triliun (ytd).

"Jumlah ini mencerminkan positifnya peran lembaga jasa keuangan dalam mendukung pembiayaan perekonomian nasional dimana dana yang berhasil dikumpulkan dari sektor jasa keuangan dimanfaatkan oleh pemerintah untuk pendanaan pembangunan," katanya.

OJK mengatakan akan senantiasa memantau dinamika perkembangan ekonomi global dan berupaya memitigasi potensi risiko yang ada terhadap kinerja sektor jasa keuangan. OJK juga terus memperkuat koordinasi dengan para stakeholder dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan. (sin)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Duo Saham Telekomunikasi Jeblok Karena Sentilan Erick Thohir dan Utang Jatuh Tempo
  • Jadi Mata Uang Paling Keok di Asia dan Dunia, Rupiah: Sakitnya Tuh di Sini!
  • Bank Dunia: Pertumbuhan Ekonomi 5,02% Perlu Disyukuri
  • Akhir 2019, Cadangan Devisa Capai USD129,2 Miliar
  • KSSK Pastikan Stabilitas Sistem Keuangan Triwulan IV 2019 Terkendali
  • KSSK Pastikan Kondisi Keuangan Indonesia Stabil
  • Utang Luar Negeri USD401,4 Miliar Diyakini Tak Ganggu Ekonomi
  • Defisit Neraca Dagang Sedikit Membaik, BI Terus Perkuat Ketahanan Ekonomi
  • Bank Indonesia Ramal Inflasi Januari 0,41 Persen, Terendah Sejak 2016
  • BI soal Rupiah Menguat ke Rp13.772 per USD: Bukti Ekonomi Indonesia Membaik
  • Pekan Kedua Januari 2020 Inflasi Masih Terkendali
  • Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi 129,2 Miliar Dolar AS
  • Sri Mulyani Sebut Utang Indonesia Masih Lebih Baik di Asia
  • Cadangan Devisa Desember 2019 Diprediksi Meningkat
  • BI Optimistis Inflasi 2020 Bakal Terkendali
  • Gubernur BI Sebut Rupiah Termasuk yang Terbaik di Asia
  • BI Targetkan Inflasi 2020 Sebesar 3,0 Plus Minus 1 Persen
  • Inflasi 2019 2,72 Persen, Terendah Sejak 2009
  • Penerimaan Bea Cukai Tembus Target Lagi di 2019
  • Bank Indonesia Catat Uang Beredar per November Tumbuh 7,1 Persen