Pekan Kedua Januari 2020 Inflasi Masih Terkendali

Keuangan Perbankan | Moneter | 2020-01-11
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Bencana banjir selama 10 hari terakhir di Jabodetabek belum banyak mengerek inflasi terbukti dari terkendalinya inflasi pada kisaran 0,41 persen (month to month).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan inflasi sesuai Survei Pemantauan Harga Bank Indonesia, sampai dengan pekan kedua Januari 2020 masih berada pada kisaran 0,41 persen (mtm).

Perry menjelaskan, secara year-on-year, inflasi Januari 2019 diprediksikan masih pada kisaran 2,81 persen (yoy). Dari pencapaian itu Perry masih optimistis bahwa bencana banjir tak banyak mengganggu inflasi.

"Ini inflasi Januari 0,41 persen lebih rendah dari rata-rata historis sejak 2016," kata Perry di Kompleks Bank Indonesia, Jumat (10/1/2020).

Perry menambahkan, secara rata-rata, inflasi Januari 2016 sampai 2019 rata-ratanya adalah 0,64 persen (mtm). Maka dengan pencatatan 0,41 persen (mtm), secara historis lebih rendah sehingga sasaran target 3 persen sampai 4 persen inflasi 2020 bisa tercapai.

Meski demikian, Perry tak menampik ada beberapa inflasi dan deflasi yang masih terpengaruh dengan pola musiman. Sebagai contoh, dampak dari cuaca hujan adalah beberapa komoditas makanan mengalami kenaikan.

Perry memerinci sejumlah komoditas pangan yang mengalami kenaikan adalah cabai merah. Pada Januari 2020 cabai merah sudah mencatatkan inflasi 0,16 persen (mtm). 

"Kemungkinan ini karena hujan dan ada beberapa daerah produksi cabai dan bawang khususnya di Jawa Tengah terpengaruh," pungkas Perry.

Terkait dampak banjir Perry mengatakan bahwa harga komoditas di Jabodetabek terlihat ada kenaikan pada harga beras. Sementara pada harga komoditas lain relatif aman atau terkendali.

"Maka dampak banjir itu terbatas pada sejumlah daerah khususnya Jakarta dan Depok, dan Bogor sekitarnya. Terutama di harga beras. Sementara harga lainnya masih terkendali," tutur Perry.

Perry menambahkan, di sisi lain masih ada komponen yang menyumbang deflasi per Januari 2020. Misalnya tarif angkutan udara turun 0,05 persen. Selain itu, bensin mengalami penurunan 0,04 persen.

"Jadi syukur Alhamdulilah ini inflasinya Januari lebih rendah dari rata-rata historis, estimasi kami 0,41 persen," tegas Perry. (bis)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Sri Mulyani: Stabilitas Sistem Keuangan Dalam Keadaan Normal
  • OJK Telah Berikan Keringanan Kredit ke 6,73 Juta Debitur
  • OJK Pastikan Keamanan Transaksi Digital Saat Pandemi
  • Indonesia Diyakini Mampu Bertahan dari Krisis Ekonomi
  • Rupiah Menguat Terbawa Sentimen Pemulihan Ekonomi
  • Ketua OJK Pastikan Kondisi Perbankan Aman di Tengah Pandemi
  • Menkeu Siap Kaji Realisasi Wacana Redenominasi Rupiah
  • Cadangan Devisa Juni 2020 Naik Jadi USD 131,7 Miliar
  • BI Yakin Angka Inflasi 2020 Tak Melenceng dari Target
  • Rupiah Menguat Seiring Membaiknya Data Ekonomi
  • OJK Tegaskan Likuiditas Perbankan Indonesia Stabil
  • Kabar Hoaks Bank Bermasalah, Nasabah Perbankan Diminta Jangan Panik
  • OJK Pastikan Kondisi Perbankan Aman, Waspada Hoaks Ajakan Penarikan Uang
  • OJK Pastikan Terus Lakukan Reformasi di Sektor Keuangan
  • BI: Aliran Modal Asing Masuk RI per 25 Juni Capai Rp17 Triliun
  • BI: Inflasi Mei 2020 Masih Sesuai Target
  • Kemenkeu: 1,25 Juta Debitur Dapat Relaksasi Kredit Rp50,6 Triliun
  • BI: Inflasi Mei 2020 Masih Sesuai Target
  • Sri Mulyani Siapkan Strategi Pengelolaan Utang di Tahun 2021
  • Utang Luar Negeri Indonesia Terkendali pada April 2020