Kementan Targetkan Ekspor Produk Pertanian dan Ternak ke 100 Negara

Indakop dan Hubpartel | Perdagangan | 2020-01-13
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terkait gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks) produk-produk pertanian, sektor peternakan dan kesehatan hewan menargetkan untuk bisa mengakses 100 negara dalam pemasaran produk-produknya.

"Kita targetkan selama tahun 2020-2024, akses pasar produk-produk peternakan dan kesehatan hewan akan meningkat ke 100 negara, dengan nilai ekspor pada tahun 2024 diperkirakan mencapai Rp21,7 triliun atau tiga kali lipat nilai ekspor pada tahun 2020 sebesar Rp7,12 triliun," jelas I Ketut Diarmita, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementan di Jakarta, Senin (13/1/2020).

Sesuai dengan strategi dalam Gratieks, selain menambah akses pasar, Dirjen PKH juga telah melakukan koordinasi dengan para pelaku usaha bidang PKH dalam rangka meningkatkan jumlah komoditas yang bisa diekspor, dan penambahan volume serta frekuensinya.

"Kita juga dorong mereka untuk mau menjadi eksportir, dan tidak hanya fokus bermain di pasar domestik saja," tambah Ketut.

Menurutnya, Ditjen PKH telah mengambil langkah-langkah strategis dalam mendukung Gratieks, yakni melalui penetapan komoditas strategis ekspor seperti komoditas ternak/hewan hidup, produk hewan pangan segar dan olahan, produk hewan non pangan, produk obat hewan, serta produk benih dan bibit.

"Kita juga telah petakan daerah sentra dan kapasitas produksi komoditas produk-produk tersebut. Ke depan berbagai fasilitasi seperti bantuan ternak/peralatan dan KUR akan difokuskan ke sana," ungkap Ketut.

Lebih lanjut Dirjen PKH juga menyampaikan bahwa Kementan akan memberikan pendampingan teknis pada sentra-sentra yang telah ditetapkan. Ketut memberikan contoh bimbingan penerapan cara beternak yang baik, kompartemantalisasi bebas penyakit hewan dan fasilitasi pelayanan keswan, fasilitasi perolehan NKV, fasilitasi bantuan pakan, dan berbagai pendampingan lain yang diperlukan dalam rangka pemenuhan syarat agar bisa ekspor.

Sementara itu, Fini Murfiani, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Ditjen PKH, menambahkan bahwa Kementan juga dalam proses melakukan pemetaan potensi negara tujuan berdasarkan hasil analisa market intellegent dalam rangka mengidentifikasi persyaratan dari negara tujuan ekspor dan identifikasi negara pesaing untuk ekspor ke negara tujuan tersebut.

"Langkah konkrit lain yang sedang dan akan kita lakukan adalah melalui harmonisasi persyaratan teknis dan perdagangan dengan negara tujuan, melakukan promosi produk, pengiriman misi dagang dan negosiasi market akses, serta melakukan sinergisme dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan instansi terkait lain untuk mendukung ekspor," pungkasnya. (sin)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • PT Pertani dan TaniHub Targetkan Penjualan Beras 150 Ton
  • Meski Ada Corona, Ekspor Buah Lokal Naik Menjadi 375.000 Ton
  • Pasar Tani Mall to Mall, Masifkan Pemasaran Produk Lokal
  • Ekspor Perikanan Naik 6,9% di Semester I/2020
  • Sumatera Barat Ekspor 32 Ton Manggis ke China
  • Kementan Terus Berupaya Stabilkan Harga Unggas Nasional
  • Pemerintah Sepakati Perdagangan Pertanian Rp 146 T dengan Turki
  • Mentan Syahrul Ajak Kadin Ekspor Beras Pascapandemi
  • Indonesia dan Inggris Sepakat Selesaikan Kajian Perdagangan Bersama Tahun Ini
  • KKP Dorong Pelaku Usaha Tingkatkan Ekspor ke AS
  • Perkembangan Ekspor Dinilai Masih akan Menggembirakan
  • KKP: Ekspor Hasil Perikanan Terbesar ke China
  • Mendorong Kinerja Ekspor Pertanian Terus Tumbuh Positif
  • Tujuan China dan Filipina, Ekspor Produk Turunan Jagung-Gandum Dilepas Mentan
  • Perkuat Devisa, Mendag Jajaki Kerja Sama Imbal Dagang
  • Kemendag Dorong Ekspor UKM Makanan dan Minuman ke Amerika
  • Kemendag Dorong Ekspor Produk Biomassa ke Negeri Sakura
  • BPS Catat Ekspor Juni 2020 Naik 15,09 Persen
  • KKP Genjot Ekspor Kerapu
  • Transaksi Dagang dengan India Ditargetkan Rp700 Triliun di 2025