Produk UMKM Indonesia Ditargetkan Tembus Pasar Rusia

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2020-01-16
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Indonesia diupayakan dapat menembus pasar yang lebih luas di Rusia. Hal itu disepakati setelah pertemuan antara Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia M Wahid Supriyadi dengan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Rabu, (15/1).

“Kami membahas tentang peluang perluasan ekspor produk UMKM ke Rusia. Termasuk makanan, fashion, herbal, dan juga buah tropik,” kata Wahid melalui siaran pers pada Rabu, (15/1).

Ia mengatakan, selama ini kerja sama perluasan pasar produk UMKM banyak dilakukan di Moskow, Rusia, melalui Festival Indonesia. Promosi tersebut bahkan telah berjalan selama empat kali dan tahun ini sudah berlangsung yang kelima kalinya.

“KBRI setiap tahun memberikan subsidi 75 booth bagi UMKM independen di taman seluas 16,5 hektare. Itu hanya untuk Indonesia," katanya.

Menurut dia, ajang tersebut sangat potensial mempromosikan produk UMKM mengingat pengunjung dalam acara itu mencapai rata-rata 117 ribu orang. Pada tahun lalu, transaksinya pun menembus 10,7 juta dolar AS. Ajang yang sama sukses membukukan investasi 1,1 miliar dolar AS.

Ia menyampaikan kepada Teten, acara itu bisa dimanfaatkan oleh KUKM binaan Kementerian Koperasi dan UKM.

“Karena produk Indonesia sudah familiar, barang kita paling laris. Paling laris fesyen seperti batik tenun ikat, bahkan pada acara fashion show semua yang dipakai pragawati habis semua 100 persen terjual, ini menunjukan selera UMKM itu testing the market selera lokal sudah benar,” jelas dia.

Kedutaan mengusulkan agar UMKM di Indonesia dapat memanfaatkan market dan jaringan yang sudah ada tersebut. Diharapkan pula ada perluasan produk sesuai selera pasar.

Pihaknya turut berupaya menggandeng maskapai Garuda Indonesia agar ke depan dapat membantu mendorong peningkatan ekspor termasuk buah tropik. Di antaranya mangga, rambutan, manggis, dan alpukat yang dianggap sebagai pangan sehat di negara itu.

Teten menambahkan, pasar Rusia cukup besar dengan 147 juta penduduk sebagaimana riset Euro Asian Economic Union dan Euro Union. Sementara pasar Eropa Timur mencapai 180 juta penduduk.

“Pengalaman eksbisi produk UMKM ke Rusia responnya bagus jadi ini bisa dijadikan tujuan ekspor baru. Presiden meminta seluruh kementerian menaikkan ekspor dan tujuan ekspor baru, barangkali ini kita perlukan kementerian lain seperti perdagangan yang dapat memanfaatkan pasar ekspor Rusia, jadi saya kira ini peluang yang bagus,” ujar dia.

Teten telah meminta data komoditas yang diminati oleh pasar Rusia termasuk menyusun daftar eksportir distributor di Indonesia. Tujuannya agar bisa segera menghubungkan UMKM di tanah air dengan buyer di Rusia. (ant)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Mentan Ajak Konsumsi Pangan Lokal, Kurangi Makanan Instan
  • DPR: Cukai Plastik Bukti Peduli Negara Terhadap Lingkungan
  • Kementan Tingkatkan Sarana Balai Penyuluh Pertanian
  • Pertanian Organik Dorong Pertumbuhan Ekonomi Baru
  • Petani Milenilal Dapatkan Bimtek dari Polbangtan Yoma
  • Antisipasi Perlambatan Ekonomi, Mendagri Minta Dana Desa Segera Dibelanjakan
  • Banyak Manfaatnya, Kementan Minta Dinas Pertanian Sosialisasikan Kartu Tani di Bali
  • Rehabilitasi Waduk Muara Nusa Dua Tingkatkan Pasokan Air di Kawasan Wisata Bali
  • BKPM Klaim Omnibus Law Bisa Tumbuhkan Investasi 0,3 Persen
  • Harga Gas Turun, Industri Diharapkan Bisa Berkembang
  • Kemenperin Siapkan Rp 15 Miliar untuk Bina Santri
  • BPS: Kualitas SDM Indonesia Semakin Meningkat
  • Kementan Ingin Naikkan Anggaran Pupuk Bersubsidi 2020
  • Tingkatkan Peringkat Investasi, BKPM Pangkas Prosedur Perizinan Usaha
  • Cek Uji Sertifikasi, 'Sister' Siap Bantu Para Petani Milenial
  • Mentan Dinilai Menteri Berkinerja Baik Versi Indobarometer
  • Kementan: Pupuk Cukup, Pemda Harus Segera Percepat Realisasi
  • Pemerintah akan Terbitkan Perpres Penutupan Tambang Ilegal
  • Pemerintah Salurkan Rp 9,8 Triliun Dana BOS Tahap I ke Rekening Sekolah
  • Kerja Sama Indonesia-Jepang Akan Sangat Mempengaruhi Dunia