Pembangunan Kilang Jadi Peluang Kemandirian Manufaktur

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2020-01-21
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - PT Pertamina (Persero) menyampaikan bahwa pembangunan kilang yang tersebar di beberapa lokasi dengan nilai investasi sekitar Rp 800 triliun merupakan peluang besar bagi kemandirian industri manufaktur nasional.

 

"Kesempatan ini harus ditangkap karena proyek sebesar ini tidak akan pernah terjadi lagi kapan pun dan di belahan dunia mana pun," ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam sambutan penandatanganan kerja sama program percepatan pembangunan kilang PT Pertamina di Gresik, Jawa Timur, Senin (20/1).

Pihaknya terus mempercepat pembangunan kilang sekaligus mengoptimalkan keterlibatan industri dalam negeri pada proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan Grass Root Refinery (GRR) melalui pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Kilang PT Pertamina (Persero) (TP2KP).

Sesuai Keputusan Menteri BUMN No. 284 tanggal 22 November 2019, TP2KP beranggotakan empat BUMN, yaitu Pertamina sebagai ketua tim dan PT Barata Indonesia, PT Rekayasa Industri (Rekind) dan PT Krakatau Steel.

Nicke memaparkan proyek RDMP dan GRR Pertamina itu tersebar di beberapa lokasi, yakni Dumai, Plaju, Cilacap, Balongan, Balikpapan, Tuban, dan wilayah lainnya di Indonesia timur sudah berjalan sampai 2027. Ia menambahkan proyek itu memerlukan pembangunan fasilitas penunjang lainnya, seperti storage dan kapal.

"Hal itu menjadi kesempatan langka bagi industri dalam negeri karena menciptakan kebutuhan yang banyak," ucapnya.

Menurut Nicke, pengadaan peralatan merupakan salah satu porsi terbesar yang berpengaruh pada percepatan pembangunan kilang Pertamina sehingga diperlukan peningkatan peran industri manufaktur dalam negeri.

Ia mengatakan meningkatnya peran serta industri manufaktur dalam negeri secara tidak langsung akan mendukung program Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang dicanangkan pemerintah.Ia mengemukakan pada RDMP Balikpapan persentase TKDN akan mencapai 35 persen, sedangkan pada RDMP Cilacap, GRR Tuban, dan Integrated Refinery and Petchem Balongan mencapai 50 persen.

Bahkan, lanjut dia, pada RDMP Balongan Tahap II, TKDN hingga 60 persen, RDMP Balongan Tahap I dan RDMP dan GRR di wilayah Indonesia timur persentasenya antara 70-90 persen. "Dalam setiap pengembangan dan pembangunan proyek kilang, Pertamina memastikan adanya penggunaan produk atau jasa dari dalam negeri dengan persentase yang bervariasi untuk tiap lokasi proyek," katanya.

Untuk mengoptimalkan pelibatan industri, Nicke mengatakan, melalui TP2KP, Pertamina akan bersinergi dengan PT Barata Indonesia selaku Ketua Tim Percepatan Pengembangan Industri Manufaktur dan didukung PT Rekayasa Industri, PT Krakatau Steel, dan terutama Asosiasi Fabrikator Indonesia (AFABI). (ant)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Mentan Ajak Konsumsi Pangan Lokal, Kurangi Makanan Instan
  • DPR: Cukai Plastik Bukti Peduli Negara Terhadap Lingkungan
  • Kementan Tingkatkan Sarana Balai Penyuluh Pertanian
  • Pertanian Organik Dorong Pertumbuhan Ekonomi Baru
  • Petani Milenilal Dapatkan Bimtek dari Polbangtan Yoma
  • Antisipasi Perlambatan Ekonomi, Mendagri Minta Dana Desa Segera Dibelanjakan
  • Banyak Manfaatnya, Kementan Minta Dinas Pertanian Sosialisasikan Kartu Tani di Bali
  • Rehabilitasi Waduk Muara Nusa Dua Tingkatkan Pasokan Air di Kawasan Wisata Bali
  • BKPM Klaim Omnibus Law Bisa Tumbuhkan Investasi 0,3 Persen
  • Harga Gas Turun, Industri Diharapkan Bisa Berkembang
  • Kemenperin Siapkan Rp 15 Miliar untuk Bina Santri
  • BPS: Kualitas SDM Indonesia Semakin Meningkat
  • Kementan Ingin Naikkan Anggaran Pupuk Bersubsidi 2020
  • Tingkatkan Peringkat Investasi, BKPM Pangkas Prosedur Perizinan Usaha
  • Cek Uji Sertifikasi, 'Sister' Siap Bantu Para Petani Milenial
  • Mentan Dinilai Menteri Berkinerja Baik Versi Indobarometer
  • Kementan: Pupuk Cukup, Pemda Harus Segera Percepat Realisasi
  • Pemerintah akan Terbitkan Perpres Penutupan Tambang Ilegal
  • Pemerintah Salurkan Rp 9,8 Triliun Dana BOS Tahap I ke Rekening Sekolah
  • Kerja Sama Indonesia-Jepang Akan Sangat Mempengaruhi Dunia