Nelayan Natuna Panen Ikan Jelang Musim Utara

Pertanian dan Pertanahan | Peternakan, Perikanan dan Kelautan | 2020-11-19
SHARE : |

Nelayan di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, panen hasil tangkapan ikan laut menjelang memasuki musim angin utara yang diperkirakan pada Desember 2020.

Jenis ikan seperti tongkol dan tenggiri mendominasi hasil tangkapan nelayan di kawasan yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan tersebut.

"Kalau mau musim utara, ikan tongkol dan tenggiri memang banyak, karena cenderung bergeser ke darat," kata Ketua Nelayan Ranai Herman di Natuna, Selasa.

Sejak sepekan terakhir, kata dia, para nelayan bisa mendapatkan 300 hingga 600 kilogram ikan tongkol dan tenggiri dalam sekali melaut. Sekali melaut bisa dua sampai tiga hari, ada juga nelayan yang pergi pagi lalu pulang sore.

"Karena sudah mulai masuk musim utara. Nelayan tidak berani melaut terlalu jauh, paling 20-30 mil dari garis pantai," imbuhnya.

Hasil tangkapan nelayan sebagian dijual di pasar tradisional Natuna. Tapi sebagian besar dijual di Sentra Kelautan dan perikanan (SKPT) Selat Lampa.

Harga ikan tongkol per kilo mencapai belasan ribu rupiah. Sementara ikan tenggiri per kilo mencapai puluhan ribu rupiah.

"Kalau sudah musim utara, harga ikan pasti naik lagi, karena nelayan yang melaut pasti sedikit," ujarnya.

Lebih lanjut, Herman menyampaikan saat ini sebagian nelayan mulai tidak melaut, karena kondisi cuaca gelap dan hujan mulai menyelimuti wilayah Natuna.

Nelayan yang tidak melaut ketika cuaca ekstrem terpaksa beralih ke sektor perkebunan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Nelayan Natuna ini ada dua pekerjaan. Kalau tidak melaut, mereka rata-rata berkebun," sebut Herman.

Secara terpisah, Pjs Gubernur Kepri Bahtiar Baharuddin mengimbau nelayan dan masyarakat pesisir di pulau terluar seperti Natuna dan Anambas untuk mewaspadai musim utara yang dapat memicu gelombang tinggi bahkan puting beliung.

"Dari data BMKG, kalau musim utara gelombang di Natuna dan Anambas bisa mencapai empat sampai tujuh meter," kata Bahtiar.

Bahtiar pun mewaspadai musim utara karena berpotensi mengganggu suplai bahan pokok masyarakat di pulau-pulau terluar.

Maka itu, dia sudah meminta pemerintah daerah dan pihak-pihak yang terkait dengan kebutuhan pokok masyarakat, menjamin ketersediaan bahan pangan warga pulau tercukupi mengantisipasi musim utara.

"Misalnya Bulog. Saya sudah minta segera distribusikan bahan pangan masyarakat terutama Natuna dan Anambas," ucap dia.

- Tag : Pemerintah

- Penulis : Netmedia

- Editor : Netmedia

- Foto By : Netmedia


  • Kampanye Makan Ikan Gratis di Tengah Rendahnya Konsumsi Ikan Warga Garut
  • KPK Tangkap 17 Orang Terkait Dugaan Kasus Korupsi Ekspor Benih Lobster
  • Potensi Perikanan Kaltara Dapat Sorotan Serius
  • Penyelundupan Ratusan Ekor Burung Dilindungi di Surabaya Digagalkan
  • KKP Berantas Penangkapan Ikan dengan Cara Merusak
  • KKP-FAO Sinergi Kendalikan Resistensi Antimikroba Perikanan Budidaya
  • KKP Kembali Tangkap Kapal Ikan Berbendera Malaysia di Selat Malaka
  • Kunjungi AS, Menteri Edhy Perkuat Budidaya Udang Indonesia
  • Soal UU Cipta Kerja, KKP: Tidak Ada Niat Presiden Sengsarakan Nelayan Kecil
  • Dinilai kurang Efisien, Program Konversi Bahan Bakar di Tolak Nelayan
  • Budi Daya Ikan Lele Jadi Sumber Ekonomi Baru Warga Cirebon
  • Komisi IV DPR Minta Sistem Karantina Pertanian dan Ikan Diperkuat
  • Nelayan Natuna Panen Ikan Jelang Musim Utara
  • Jaga Kelestarian Laut, KKP Kirim Bantuan untuk Masyarakat Pulau Kecil
  • Pemprov Kalteng Beri Pendampingan Pelaku Usaha Perikanan Food Estate
  • Pulihkan Ekonomi Nasional, MPR Dorong Perkuat Pertanian dan Perikanan
  • Cara KKP Antisipasi Pelanggaran Karantina Perikanan di Bandara
  • Tekad KKP terapkan UU Cipta Kerja di sektor kelautan dan perikanan
  • KKP Ajak Semua Pihak Dukung Peningkatan Produksi Udang
  • Sulawesi Utara Ekspor Puluhan Ton Ikan Kayu ke Jepang