Transaksi Kartu Tani Tertinggi se-Jateng, Pemkab Batang Dapat Penghargaan

Pertanian dan Pertanahan | Perkebunan dan Kehutanan | 2020-11-20
SHARE : |

Dinas pangan dan pertanian Kabupaten Batang mendapat penghargaan dari Kementerian Pertanian karena mencatatkan transaksi kartu tani tertinggi di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Susilo Heru Yuwono mengatakan dia mencatat ada 33.673 transaksi menggunakan Kartu Tani dengan serapan 243.373 ton pupuk bersubsidi.

"Kami jadi yang tertinggi di Jawa Tengah, nomor dua Kabupaten Temanggung," kata Susilo, Kamis (19/11)

Untuk diketahui, penghargaan diberikan oleh Direktorat Pupuk dan Pestisida, Direktorat Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementrian Pertanian. Penghargaan juga diberikan pada Badan penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Reban.

Menurut Susilo, saat ini jumlah petani di Kabupaten Batang yang memiliki Kartu Tani mencapai 69.638 orang dan terus bertambah. Kabupaten Batang juga menjadi yang tertinggi kepemilikan Kartu Tani di Jawa Tengah.

"Peningkatan transaksi pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani melalui proses yang panjang," jelasnya.

Pada awal tahun, Kartu Tani yang digunakan bertransaksi sebanyak 678 kartu atau peringkat 30 dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Padahal saat itu jumlah kartu tani yang terbagi mencapai 53.265 dari total 57.738 petani pada Januari 2020. Nilai transaksi menggunakan kartu tani hanya 1,26 persen.

Pihaknya langsung gencar melakukan sosialisasi Kartu Tani untuk berbagai pihak.

Lalu, peningkatan transaksi kartu tani pun melonjak dari 678 kartu dengan 10.468 transaksi menjadi 1.700 kartu dengan 33.673 transaksi.

Hingga akhirnya menjadi daerah dengan jumlah transaksi penggunaan Kartu Tani tertinggi di Jawa Tengah.

Sementara itu di Kabupaten Pemalang, penjualan pupuk non-subsidi melonjak. Hal ini karena tersendatnya distribusi pupuk bersubsidi.

Seorang pegawai distributor pupuk di Kabupaten Pemalang, Riki mengakui ada kenaikan penjualan pada September tahun ini.

"Ada kenaikan lima persen dibanding bulan sebelumnya," kata Riki.

Dia mengatakan bahwa ada tren kenaikan penjualan pupuk jelang akhir tahun. Meski begitu, lanjutnya, dia tidak tahu apakah itu pengaruh dari sempat kisruhnya pembagian pupuk subsidi beberapa waktu lalu atau tidak.

"Saya dengar juga ada rencana pengurangan pupuk bersubsidi jenis tertentu," ucap dia.

- Tag : Pemerintah

- Penulis : Netmedia

- Editor : Netmedia

- Foto By : Netmedia


  • Kementan: Stok Jagung Nasional Diperkuat di Sentra Produksi
  • Petani Situbondo Ekspor Perdana 60 Ton Kopi Arabika ke AS Senilai Rp12,1 Miliar
  • Disbun Kaltim meremajakan kebun karet 100 hektare di Paser
  • Kementan-RNI bersinergi kembangkan cadangan komoditas hortikultura
  • KKP akan Bangun Pusat Pembibitan Mangrove di Mempawah
  • Kemenkeu: Sektor Pertanian Pahlawan Perekonomian Indonesia
  • Wujudkan Ketahanan Pangan, Pemprov DKI Manfaatkan Kawasan RTH
  • Mentan Dorong PPL Miliki Kemampuan Baca Agroklimat
  • Pasok Tandan Buah Sawit, Omzet BUMDes Ini Rp15 miliar per Bulan
  • Talas, Si Tanaman 'Bandel' yang Bisa Jadi Kunci Ketahanan Pangan Indonesia
  • Indonesia ekspor cabai kering 21 ton ke Pakistan
  • UU Cipta Kerja Diharapkan Beri Kemudahan dan Perlindungan Bagi UMKM
  • Dorong Ekspor, Kementan Latih Budidaya Krisan Good Agriculture Practices
  • Stok Akhir Tahun Menjadi Saldo Awal Neraca Gula Tahun 2021
  • Dukung Ketahanan Pangan, Kalteng Kembangkan Tanaman Singkong
  • Kementan Optimalkan Fungsi Penyuluh Pertanian
  • Dukung Ketahanan Pangan, Satgas Yonif 413 Tanam Kacang Panjang
  • Kostratani Siap Dukung Budidaya Sistem Hidroponik
  • Siaga Musim Tanam, Distributor Diimbau Lakukan Penebusan Pupuk Bersubsidi
  • Sulawesi Utara Ekspor Kelapa Parut ke Empat Negara Senilai Rp4,99 miliar