Penyelundupan Ratusan Ekor Burung Dilindungi di Surabaya Digagalkan

Pertanian dan Pertanahan | Peternakan, Perikanan dan Kelautan | 2020-11-25
SHARE : |

Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jatim bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim dan Balai Karantina pertanian Surabaya, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan satwa dilindungi jenis burung melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Dari hasil pengungkapan ini, petugas gabungan mengamankan sedikitnya 425 ekor burung yang diselundupkan di atas kapal Mutiara Ferindo 5. Dari hasil penyelidikan ratusan ekor burung ini diketahui hendak diselundupkan tersangka MH asal Kalimantan Selatan dengan tujuan Surabaya. 

"Kebetulan pada hari Minggu, 22 November kemarin. Anak buah kami yang tengah melakukan patroli malam hari jam 23.00 WIB, mendapatkan informasi adanya salah satu kapal, yang namanya kapal Mutiara Ferindo 5, terindikasi membawa satwa liar yang dilindungi. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh anggota ditemukan kurang lebih 425 ekor burung yang terdiri dari 4 jenis. Yaitu cucak hijau sebanyak 225 ekor, kacer, murai batu dan kapas tembak," kata Ditpolairud Polda Jatim, Kombes Pol Arnapi. 

Ratusan ekor burung ini, imbuh Arnapi, sengaja dimasukkan kedalam paket boks kardus dan boks kotak plastik untuk menghindari kecurigaan petugas. 

Akibat diselundupkan dengan tempat yang tidak layak, sedikirnya 20 ekor burung cucak hijau dan3 ekor burung murai batu mati. 

Sementara dari hasil pemeriksaan polisi, diperoleh keterangan dari pelaku MH yang telah melakukan kegiatan jual beli satwa ilegal sebanyak dua kali di Surabaya dan pada pengiriman kedua ini, pelaku tertangkap.

"Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah dua kali bertransaksi dengan pembeli. Pada pengiriman pertama lolos dan saat akan bertransaksi kedua, terbongkar petugas," ujar Arnapi. 

Terlebih dari hasil pemeriksaan, MH tidak bisa menunjukan dokumen resmi, sehingga dinyatakan illegal karena terindikasi melanggar Pasal 40 Ayat 2 junto Pasal 21 Ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. 

"Satu jenis burung adalah yang dilindungi, yakni cucak hijau. Karena dilindungi untuk bisa membawa satwa ini harus dilengkapi dokumen SATS-DN (surat angkut tumbuhan dan satwa liar dalam negeri). Jika tidak memiliki pemilik kami jerat Pasal 40 UU nomor 5 Tahun 1990, dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp100 juta," ungkap Dodit Ari Kepala Seksi Konservasi wilayah 3 Surabaya BBKSDA Jatim.

Selanjutnya, imbuh Dodit, ratusan burung tersebut akan segera dilakukan karantina sebelum dilepasliarkan kembali ke Banjarmasin Kalimantan Selatan.

"Satwa ini, nantinya akan kami karantina dulu, hingga kondisinya sehat dan membaik, lalu pekan depan akan kami lepasliarkan ke habitat asal di Banjarmasin Kalimantan Selatan," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Anak Agung Oka Mantara menyebutkan aksi penyelundupan satwa liar dilindungi kerap membawa penyakit yang berbahaya. 

Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan satwa liar yang diselundupkan ini sebelum nantinya di lepasliarkan ke habitat alam bebas. Harapannya agar tidak menulari penyakit berbahaya bagi hewan lainnya.

"Yang kita khawatirkan dari kasus penyelundupan satwa ilegal ini adanya virus yang terbawa. Karena itu harus dilakukan pemeriksaan agar tidak berbahaya bagi satwa lain jika nanti dilepas kembali ke alam bebas," ujar Anak Agung.

- Tag : Pemerintah

- Penulis : Netmedia

- Editor : Netmedia

- Foto By : Netmedia


  • Kampanye Makan Ikan Gratis di Tengah Rendahnya Konsumsi Ikan Warga Garut
  • KPK Tangkap 17 Orang Terkait Dugaan Kasus Korupsi Ekspor Benih Lobster
  • Potensi Perikanan Kaltara Dapat Sorotan Serius
  • Penyelundupan Ratusan Ekor Burung Dilindungi di Surabaya Digagalkan
  • KKP Berantas Penangkapan Ikan dengan Cara Merusak
  • KKP-FAO Sinergi Kendalikan Resistensi Antimikroba Perikanan Budidaya
  • KKP Kembali Tangkap Kapal Ikan Berbendera Malaysia di Selat Malaka
  • Kunjungi AS, Menteri Edhy Perkuat Budidaya Udang Indonesia
  • Soal UU Cipta Kerja, KKP: Tidak Ada Niat Presiden Sengsarakan Nelayan Kecil
  • Dinilai kurang Efisien, Program Konversi Bahan Bakar di Tolak Nelayan
  • Budi Daya Ikan Lele Jadi Sumber Ekonomi Baru Warga Cirebon
  • Komisi IV DPR Minta Sistem Karantina Pertanian dan Ikan Diperkuat
  • Nelayan Natuna Panen Ikan Jelang Musim Utara
  • Jaga Kelestarian Laut, KKP Kirim Bantuan untuk Masyarakat Pulau Kecil
  • Pemprov Kalteng Beri Pendampingan Pelaku Usaha Perikanan Food Estate
  • Pulihkan Ekonomi Nasional, MPR Dorong Perkuat Pertanian dan Perikanan
  • Cara KKP Antisipasi Pelanggaran Karantina Perikanan di Bandara
  • Tekad KKP terapkan UU Cipta Kerja di sektor kelautan dan perikanan
  • KKP Ajak Semua Pihak Dukung Peningkatan Produksi Udang
  • Sulawesi Utara Ekspor Puluhan Ton Ikan Kayu ke Jepang