Mentan Dorong PPL Miliki Kemampuan Baca Agroklimat

Pertanian dan Pertanahan | Perkebunan dan Kehutanan | 2020-11-26
SHARE : |

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk memiliki kemampuan membaca tantangan agroklimat dalam upaya mempercepat terwujudnya ketahanan pangan nasional.

"Saya ingin kedepannya kemampuan PPL di atas rata-rata. Ini penting agar kita semua bisa menjangkau tantangan baru termasuk tantangan agroklimat yang ada. Karena itu kuasai teknologi," kata Mentan saat memberikan arahan langsung pada kegiatan Lokakarya Perhiptani, di Jakarta.

Menurut Mentan, Perhiptani bisa menjadi lokomotif pasukan khususnya pertanian Indonesia dalam mewujudkan pembangunan pertanian berkelanjutan yang berkonsep maju, mandiri dan modern.

Karena itu, kata Mentan, pihaknya telah menyiapkan kelembagaan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang terhubung langsung dengan pusat data Agriculture War Room (AWR).

"Kostratani menjadi sangat penting karena disitu kita bisa memutus hubungan yang bisa merusak jalur pertanian dan juga bisa memutus rantai pasok yang merugikan para petani," katanya.

Mentan menegaskan, sejauh ini sektor pertanian merupakan sektor penting yang mampu menopang perbaikan ekonomi nasional akibat krisis pandemi Covid berkepanjangan.

Mengenai hal ini, Mentan menyampaikan bahwa pertumbuhan pertanian di kuartal III mencapai 2,15%. Bahkan pada kuartal I dan II sektor pertanian cenderung menunjukan hasil positif.

Adapun nilai ekspor pertanian Indonesia pada periode Januari-September mencapai Rp304.57 triliun atau naik 10,12%. Nilai ekspor tersebut merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir.

"Capaian ini masih bisa terus terjadi. Untuk itu saya sedang berusaha agar di tahun 2021 semua pertanian sudah menggunakan cara yang modern dalam mendobrak produktivitas," tutupnya.

- Tag : Pemerintah

- Penulis : Netmedia

- Editor : Netmedia

- Foto By : Netmedia


  • Kementan: Stok Jagung Nasional Diperkuat di Sentra Produksi
  • Petani Situbondo Ekspor Perdana 60 Ton Kopi Arabika ke AS Senilai Rp12,1 Miliar
  • Disbun Kaltim meremajakan kebun karet 100 hektare di Paser
  • Kementan-RNI bersinergi kembangkan cadangan komoditas hortikultura
  • KKP akan Bangun Pusat Pembibitan Mangrove di Mempawah
  • Kemenkeu: Sektor Pertanian Pahlawan Perekonomian Indonesia
  • Wujudkan Ketahanan Pangan, Pemprov DKI Manfaatkan Kawasan RTH
  • Mentan Dorong PPL Miliki Kemampuan Baca Agroklimat
  • Pasok Tandan Buah Sawit, Omzet BUMDes Ini Rp15 miliar per Bulan
  • Talas, Si Tanaman 'Bandel' yang Bisa Jadi Kunci Ketahanan Pangan Indonesia
  • Indonesia ekspor cabai kering 21 ton ke Pakistan
  • UU Cipta Kerja Diharapkan Beri Kemudahan dan Perlindungan Bagi UMKM
  • Dorong Ekspor, Kementan Latih Budidaya Krisan Good Agriculture Practices
  • Stok Akhir Tahun Menjadi Saldo Awal Neraca Gula Tahun 2021
  • Dukung Ketahanan Pangan, Kalteng Kembangkan Tanaman Singkong
  • Kementan Optimalkan Fungsi Penyuluh Pertanian
  • Dukung Ketahanan Pangan, Satgas Yonif 413 Tanam Kacang Panjang
  • Kostratani Siap Dukung Budidaya Sistem Hidroponik
  • Siaga Musim Tanam, Distributor Diimbau Lakukan Penebusan Pupuk Bersubsidi
  • Sulawesi Utara Ekspor Kelapa Parut ke Empat Negara Senilai Rp4,99 miliar