Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Pemerintah Turunkan Suku Bunga KUR pada 2018

125 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Perbankan dan Lembaga Keuangan Non Bank | 2017-11-21
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Pemerintah membuat keputusan menurunkan suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) dari 9 persen menjadi 7 persen yang akan diberlakukan pada 1 Januari 2018 dengan harapan perekonomian rakyat semakin bergerak.

"Memang kami turunkan per 1 Januari 2018, dari 9 persen menjadi 7 persen. Nanti 'Grass roots' kami atur," kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir di Jakarta, Senin (20/11).

Ia mengatakan, grass roots itu misalnya petani. Biasanya, petani baru mendapatkan uang setelah panen sekitar empat bulan, sehingga dengan peraturan yang baru tersebut akan menyesuaikan dengan masa panen petani. Mereka diizinkan bayar saat panen. "Misal petani, kan bayangan panen empat bulan dan ini mesti bayar bulan yang pertama. Kami buat aturan, boleh bayar saat panen, jadi dia bayar pada akhir periode dan ini membantu masyarakat kecil," katanya.

Ia juga menambahkan, KUR tersebut selain suku bunga diturunkan, juga tidak dibatasi sektor produksi. Yang mengajukan bisa dari sektor pertanian, perikanan, industri, jasa, ataupun sektor produktif lainnya.

Dalam skema penyaluran KUR 2018, pemerintah menyiapkan KUR khusus tersebut, yaitu skema yang diberikan pada kelompok usaha yang dikelola secara bersama dalam bentuk kluster dengann menggunakan mitra usaha untuk komoditas perkebunan rakyat, peternakan rakyat, serta perikanan rakyat. Plafon yang ditetapkan adalah Rp25 juta hingga Rp500 juta untuk setiap individu anggota kelompok.

Namun, pemerintah juga menyiapkan pembiayaan bagi UMKM. Besaran pengajuan juga saat ini lebih minim. Untuk pengaturan plafon KUR Mikro sektor produksi adalah Rp 25 juta per siklus produksi tanpa pembatasn total akumulasi plafon. Dan, untuk KUR Mikro sektor nonproduksi total akumulasi plafonnya senilai Rp 100 juta.

"Ini nanti tidak dibatasi. Dulu masuk Rp 100 juta akumulatif, sekarang Rp 25 juta per siklus produksi, jadi bisa seterusnya sepanjang dia membutuhkan bisa terus diperpanjang," ujarnya.

Ia juga mengatakan aturan ini secepatnya disosialisasikan pada bank yang telah bekerja sama untuk penyaluran KUR tersebut. Bagi mereka yang mengajukan, yaitu untuk kredit Rp25 juta tidak disertai dengan agunan.

Pada 2017, pemerintah menetapkan KUR hingga Rp 106,6 triliun. Hingga kini, realisasi dari KUR tersebut masih sekitar 67 persen dari total anggaran yang telah ditetapkan. Namun, pemerintah juga berencana menaikkan anggaran KUR pada 2018 menjadi Rp 120 triliun.

"Untuk realisasi sudah 67 persennya. Nanti tercapai, ini hampir 100 persen. Namun, tahun depan target kami adalah Rp120 triliun. Penyalurannya di 35 bank yang sehat termasuk lembaga pembiayaan dan koperasi," ujar Iskandar. (Republika)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Perbankan dan Lembaga Keuangan Non Bank

  • OJK Minta Industri Asuransi Permudah Klaim Untuk Nelayan
  • Penyaluran Bansos PKH non tunai jadi inovasi inklusi keuangan pertama di dunia
  • Jokowi Siapkan Lembaga Baru Urus Dana Pensiunan PNS
  • OJK Terus Dorong Pengembangan Perbankan Syariah
  • Sri Mulyani Gandeng MUI Bahas Pengembangan Keuangan Syariah
  • BI NTT Imbau Masyarakat Waspadai Penyebaran Uang Palsu
  • Bank BUMN Salurkan KUR untuk Petani
  • Masyarakat Ekonomi Syariah Dukung Bank Wakaf Mikro
  • Agar Duit Tak Lari Keluar, Jokowi Buka Pintu Buat Bank Asing
  • Jokowi: Bank Wakaf 'Selamatkan' Ibu-Ibu dari Rentenir
  • Presiden minta pengelolaan zakat direformasi
  • Anggota DPR ingatkan penyaluran KUR harus tepat sasaran
  • Tekan Peredaran Uang Palsu, BI: Jumlahnya Turun Terus
  • OJK sediakan layanan permudah akses kredit perbankan masyarakat
  • BI: tidak ada penggunaan Yuan di Morowali
  • BI minta warga waspada peningkatan peredaran uang palsu jelang Natal
  • Jelang Natal dan Tahun Baru, BI Edarkan Uang Rp 193,9 T
  • Satgas Investasi Ingatkan Masyarakat tidak Gunakan Bitcoin
  • Progam pinjaman modal tanpa bunga untuk petani Sukabumi
  • OJK Optimistis Pertumbuhan Kredit Capai Dua Digit