Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Jelang Natal dan Tahun Baru, BI Edarkan Uang Rp 193,9 T

82 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Perbankan dan Lembaga Keuangan Non Bank | 2017-12-15
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Jelang natal dan tahun baru 2018 Bank Indonesia (BI) siap memenuhi kebutuhan masyarakat dengan menyiapkan uang tunai sebanyak Rp 193,9 triliun. Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Eni Panggabean menjelaskan jumlah ini naik 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Tahun lalu naik 13%, ya tahun ini masih ada peningkatan meski lambat, kita menyediakan uang pecahan kecil dan besar sekitar Rp 193,9 triliun," kata Eni dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta (14/12/2017).

Jumlah Uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2016 akan disediakan sebesar Rp 125,8 triliun (65%) dan Uang Rupiah selain TE 2016 sebesar Rp 68,1 triliun (35%)

Jumlah ini masih akan bertambah dengan pengiriman Hasil Cetak Sempurna dari Peruri yang mencapai Rp 40,6 triliun sampai dengan Desember 2017.

"Strategi BI untuk mendistribusikan ketersediaan uang di wilayah adalah melakukan pengaturan jadwal pengiriman uang. Mengintensifkan pengiriman menggunakan jasa laut, darat dan udara serta mengoptimalkan jasa titipan kas keliling," ujarnya.

Secara pecahan, outflow untuk Uang Pecahan Besar (UPB) Rp 20.000 ke atas mencapai ±97,8% (Rp 88 triliun ), sedangkan Uang Pecahan Kecil (UPK) Rp 10.000 ke bawah (UPK) mencapai ± 2,2% (Rp 2T), hal ini berbeda dengan periode Lebaran di mana preferensi masyarakat pada Natal dan Tahun Baru adalah UPB.

Sebelum periode Natal dan Tahun Baru dimulai BI sudah mulai melakukan distribusi uang untuk memenuhi kebutuhan uang tunai, hal ini terlihat dari jumlah penarikan uang tunai oleh perbankan yang sudah mengalami peningkatan sejak minggu pertama Desember 2017.

Kebutuhan masyarakat untuk uang tunai akan dipenuhi oleh layanan kas untuk masyarakat yang tersebar di seluruh NKRI, termasuk di titik-titik keramaian melalui jaringan kantor BI dan Perbankan. Saat ini BI sudah memiliki 155 titik distribusi (44 satker kas dan 111 Kas Titipan).

Bank Indonesia juga menghimbau, masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan transaksi dengan meneliti ciri-ciri keaslian uang dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). Kemudian masyarakat mau menjaga dan merawat Rupiah dengan baik. Lalu perbankan agar menjaga ketersediaan uang tunai di seluruh ATM dan memberikan layanan yang terbaik untuk penukaran uang dan transaksi tunai oleh masyarakat. (Detik)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Perbankan dan Lembaga Keuangan Non Bank

  • OJK Minta Industri Asuransi Permudah Klaim Untuk Nelayan
  • Penyaluran Bansos PKH non tunai jadi inovasi inklusi keuangan pertama di dunia
  • Jokowi Siapkan Lembaga Baru Urus Dana Pensiunan PNS
  • OJK Terus Dorong Pengembangan Perbankan Syariah
  • Sri Mulyani Gandeng MUI Bahas Pengembangan Keuangan Syariah
  • BI NTT Imbau Masyarakat Waspadai Penyebaran Uang Palsu
  • Bank BUMN Salurkan KUR untuk Petani
  • Masyarakat Ekonomi Syariah Dukung Bank Wakaf Mikro
  • Agar Duit Tak Lari Keluar, Jokowi Buka Pintu Buat Bank Asing
  • Jokowi: Bank Wakaf 'Selamatkan' Ibu-Ibu dari Rentenir
  • Presiden minta pengelolaan zakat direformasi
  • Anggota DPR ingatkan penyaluran KUR harus tepat sasaran
  • Tekan Peredaran Uang Palsu, BI: Jumlahnya Turun Terus
  • OJK sediakan layanan permudah akses kredit perbankan masyarakat
  • BI: tidak ada penggunaan Yuan di Morowali
  • BI minta warga waspada peningkatan peredaran uang palsu jelang Natal
  • Jelang Natal dan Tahun Baru, BI Edarkan Uang Rp 193,9 T
  • Satgas Investasi Ingatkan Masyarakat tidak Gunakan Bitcoin
  • Progam pinjaman modal tanpa bunga untuk petani Sukabumi
  • OJK Optimistis Pertumbuhan Kredit Capai Dua Digit