Agar Duit Tak Lari Keluar, Jokowi Buka Pintu Buat Bank Asing

59 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Perbankan dan Lembaga Keuangan Non Bank | 2018-03-15
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka pintu lebar-lebar untuk bank asing beroperasi di Indonesia. Opsi ini dinilai lebih baik ketimbang dana nasabah dalam negeri mengalir ke luar negeri.

"Menurut saya, lebih baik bank internasional ada di Indonesia daripada nasabah yang lari ke luar. Pilihannya hanya itu," ujarnya di Istana Negara, Kamis (15/3).

Toh, ia menegaskan semua negara masuk era keterbukaan dan kompetisi ketat yang turut memengaruhi jasa keuangan. Saat ini, masyarakat bisa mengajukan kredit dan membuka akun rekening dimana saja.

Semuanya dinilai hanya bergantung tingkat kemudahan dan kecepatan yang diberikan bank kepada nasabah.

"Sangat mudah sekarang. Misal, orang terbang ke Singapura hanya sekitar satu jam, buka rekening dan ambil kredit di situ sangat mudah. Pinjam uang juga sangat gampang," tutur mantan Wali Kota Solo itu.

Oleh sebab itu, ia meminta seluruh pimpinan bank harus siap menghadapi era keterbukaan dan meningkatkan pelayanan, sehingga masyarakat lebih memilih jasa bank dalam negeri.


"Saya wanti-wanti ke bank nasional hati-hati persaingan semakin sengit. Dalam beberapa tahun akan semakin sengit lagi," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Sebelumnya, Jokowi kerap menyatakan keyakinannya bank nasional bisa bersaing dengan bank-bank asing karena hal itu sudah terjadi sejak ia kecil.

Ambil contoh, BRI menjadi satu-satunya bank di kampungnya dan sudah tutup meski siang. Namun, hal itu berubah ketika bank-bank swasta mulai masuk. BRI mulai meningkatkan pelayanan karena tidak mau tertinggal.
(CNI)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Satgas Waspada Investasi OJK Temukan 2.500 Fintech Ilegal
  • Satgas Temukan 50 Aplikasi Pinjaman Online Ilegal Berkedok Koperasi Simpan Pinjam
  • OJK Sebut Kondisi Bank Masih Baik di Tengah Corona
  • Presiden Jokowi: Nasabah KUR Dapat Penundaan Bayar Cicilan Selama 6 Bulan
  • Satgas Waspada Investasi Temukan Ratusan Fintech Ilegal
  • BI dorong Bank Lampung berpartisipasi aktif implementasikan QRIS
  • OJK dan BEI Berikan Lampu Hijau Untuk Nara Hotel Lanjut Listing
  • Jokowi Resmikan Bank Wakaf Mikro di Kendal
  • Kualitas pengawasan OJK turun, Komisi XI DPR bentuk badan supervisi
  • LPS sebut telah likuidasi 101 bank, likuidasi BPR terbanyak di Jabar
  • Bidik pembiayaan berkelanjutan, BTN masuk ke indeks saham SRI-Kehati
  • BI proyeksikan surplus operasionalnya capai Rp20,8 triliun di 2020
  • BI nyatakan kepercayaan nasabah perbankan di Ambon masih terjaga
  • Menkeu akan hitung anggaran BPJS Kesehatan setelah terbit PMK baru
  • Bank NTT siapkan modal kredit pembangunan fasiltas air bersih-sanitasi
  • BI implementasikan elektronifikasi di 1.000 rumah ibadah
  • Bank Dunia: Pencarian sumber baru PAD dikoneksikan dengan perencanaan
  • OJK Malang catat 120 aduan fintech ilegal
  • BRI Syariah dorong pembiayaan syariah segmen ritel
  • BI dukung pengembangan ekonomi syariah lewat ISEF 2019