Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Bahana: Pasar Lebih Cermati Isu Gerakan Anti-Pemerintah ketimbang "Reshuffle"

74 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Pasar Modal | 2017-07-17
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Bahana Sekuritas dalam risetnya yang dirilis pada pekan lalu menyatakan bahwa rencana Presiden Joko Widodo untuk mengocok ulang kabinet telah mulai berdengung di pasar.

Namun demikian, Senior Associate Director, Head of Corporate Research PT Bahana Securities Harry Su bahwa yang lebih menjadi perhatian pasar tak terlalu menaruh perhatian kepada isu reshuffle.

Justru, yang menjadi perhatian pasar saat ini adalah langkah tegas pemerintahan Presiden Joko Widodo terhadap gerakan-gerakan anti-pemerintah.

"Dalam hal politik sebagai katalis pasar, kami telah melakukan wawancara kepada sejumlah fund manager. Mereka mengatakan bahwa yang lebih penting adalah langkah kongkrit pemerintah dalam mengungkap gerakan-gerakan anti-pemerintah guna mengatasi isu rasial dan agama," tulis Harry Su.

Harry menyebutkan bahwa kalaupun isu reshuffle berpengaruh terhadap pasar, dampaknya tidak terlalu signifikan.

Meski tidak terlalu signifikan dampaknya, dalam riset tersebut Bahana menyebutkan sejumlah pos menteri yang berpotensi untuk berubah. Hal itu didasarkan pada informasi yang beredar di pasar.

Salah satunya adalah pos Menteri BUMN yang saat ini dijabat oleh Rini Soemarno akan digantikan oleh Ignasis Jonan yang saat ini menjabat posisi sebagai menteri ESDM.

Rini Soemarno sendiri dikabarkan akan menjadi Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Teten Masduki.

Adapun pos Menteri ESDM akan diduduki oleh Arcandra Tahar yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri ESDM.

Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan disebut-sebut akan menduduki jabatan Menko Polhukam yang kini ditempati Wiranto.

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga disebut berpeluang menggantikan posisi Darmin. Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin dikabarkan akan diganti oleh Yahya Cholil yang kini menjabat sebagai Sekjen Nahdlatul Ulama.

"Keputusan ini sejalan dengan sikap NU yang mendukung pemerintahan Jokowi untuk memberantas radikalisme di bangsa ini," kata Harry, dalam riset yang dikutip Kompas.com, Minggu (16/7/2017).

"Maka kami mempertahankan target IHSG tahun 2017 berada di level 6.300," kata Harry. (kompas)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Pasar Modal

  • Ini strategi OJK tingkatkan pasar modal Indonesia
  • BKPM: Jokowi ke Turki Hasilkan Investasi 520 Juta Dolar AS
  • IHSG Sesi I dan Rupiah Kompak Melesat Naik
  • Realisasi investasi semester I-2017 capai Rp336,7 triliun
  • Menko Luhut Tegaskan Indonesia Negara Aman untuk Berinvestasi
  • IHSG Sesi I dan Rupiah Kompak Melesat Naik
  • Pasar Modal RI Sudah Merdeka dari Investor Asing, Ini Buktinya
  • Kontribusi pasar modal bagi pembangunan infrastruktur nasional perlu didorong
  • Investor Dipermudah, Jurus Jaga Pertumbuhan Pasar Modal RI
  • Ciptakan iklim kondusif, menperin genjot peningkatan investasi
  • Ini cara OJK dorong pertumbuhan pasar modal Indonesia
  • Dorong ekonomi RI, Sri Mulyani ajak anak muda gabung di pasar modal
  • Pemerintah Perkuat Peluang Investasi Industri dari Amerika
  • Pekan Ini, IHSG Akan Terkoreksi Sehat
  • Menteri Darmin: Pemerintah Fokus Kurangi Ruwetnya Izin Investasi
  • IHSG Sesi I dan Rupiah Kompak Melesat Naik
  • Realisasi investasi semester I-2017 capai Rp336,7 triliun
  • Realisasi Investasi di Kawasan Timur Indonesia Melejit
  • Bahana: Pasar Lebih Cermati Isu Gerakan Anti-Pemerintah ketimbang "Reshuffle"
  • Menko Luhut Tegaskan Indonesia Negara Aman untuk Berinvestasi