Generasi Millenial Perlu Kuasai Teknologi Energi Terbarukan

26 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Sumberdaya Mineral | 2018-07-30
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menggelar kegiatan Leadership Camp 2018 di kota Semarang, Jawa Tengah. Salah satu mata acara pada kegiatan tersebut adalah seminar nasional bertajuk 'Peran Pemuda Millenial sebagai Perekat Persatuan dan Kesatuan melalui Upaya Kemandirian di Bidang Energi, Kewirausahaan, dan Wawasan Kebangsaan'.

Dalam seminar tersebut, Direktur Utama PT Permata Graha Nusantara, yang merupakan anak perusahaan PGN yang bergerak di bidang jasa dan services, Baskara Agung Wibawa, didapuk menjadi pembicara. Selain itu ada juga Wakil Rektor UNDIP Bidang Komunikasi dan Bisnis, Budi Setiyono, dan Ketua Dewan Pengawas KSE Satriadi Indarmawan.

Dihadapan 224 anak muda yang menjadi peserta seminar, Baskara mengatakan, salah satu tugas utama generasi Millenial Indonesia adalah menciptakan kemandirian di bidang energi dalam jangka panjang. "Tugas ini jauh lebih kompleks dibandingkan yang dilakukan oleh para pendahulu," kata Baskara, dalam siaran persnya, Ahad (29/7).

Pasalnya, kata Baskara, para pemuda dituntut untuk bisa menguasai teknologi guna memproduksi energi baru dan terbarukan yang terkandung di dalam negeri. Energi yang tidak akan habis karena diproduksi secara alamiah seperti panas bumi, energi angin, maupun energi air itu nantinya akan menggantikan peran energi berbasis minyak bumi yang selama ini banyak diimpor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Baskara mengingatkan, dalam 10-12 tahun ke depan, minyak bumi Indonesia diperkirakan akan habis. Sehingga Indonesia akan sangat bergantung pada BBM impor. Agar Indonesia bisa daulat energi, tugas generasi zaman now adalah mempelajari teknologi pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

"Karena suatu saat pasti mereka yang menguasai ilmu tersebut banyak dibutuhkan," kata Baskara.

Baskara mengaku, PGN selalu berupaya mewujudkan visi kemandirian energi pemerintah dengan memperluas pemanfaatan gas bumi, sebagai energi baik yang ramah lingkungan ke masyarakat. Bahkan kepada calon pelanggan rumah tangga maupun industri, pihaknya selalu mengampanyekan bahwa gas bumi ini memiliki emisi gas buang dan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan energi fosil atau BBM. (rep)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • 6,6 Juta Masyarakat Nikmati Air Bersih dari Sumur Bor Badan Geologi
  • SKK Migas Deteksi 10 Wilayah Potensi Cadangan Gas Raksasa
  • Arcandra Tahar: Temuan Cadangan Gas Besar Di Sumsel Diprioritaskan Untuk Dalam Negeri
  • SKK Migas: Wilayah Indonesia Barat Berpotensi Dieksplorasi
  • SKK Migas: Masih Banyak Potensi Cadangan Gas di Indonesia
  • Kementerian ESDM akan Bangun Pusat Riset Kegeologian
  • Pertamina Temukan Cadangan Minyak di Sumur Benewangi
  • SKK Migas Sebut Cadangan Migas Indonesia 800 Juta Barel
  • Pertamina Genjot Eksplorasi di Luar Blok Jambi Merang
  • Pemerintah Dukung Penyediaan Energi Kelola Mineral Flores
  • 170 Ribu Warga di 22 Kabupaten Kini Bisa Nikmati Air Bersih
  • ESDM Gandeng Konsorsium Kembangkan Panas Bumi NTT
  • Revisi UU Migas Diharapkan Makin Permudah Investasi Hulu Minyak & Gas Bumi
  • Presiden Jokowi: RUU Migas Jadi Momentum Reformasi Tata Kelola Migas
  • Balai Penelitian Kementan Kembangkan Biodiesel Kemiri Sunan
  • 27 Unit Smelter Dibangun Hingga 2018
  • Indonesia Bidik Timur Tengah Investasi di Sektor Migas
  • Lima Proyek Energi Terbarukan Dipastikan Beroperasi di 2019
  • Jokowi Pastikan Papua Dapat 10% Saham Freeport
  • Jokowi: Mayoritas Saham Freeport Kini Milik Indonesia