Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

IHSG Sesi I dan Rupiah Kompak Melesat Naik

35 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Pasar Modal | 2018-08-12
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I perdagangan hari ini melanjutkan tren positif untuk mencoba meninggalkan level Rp13.300/USD. Lonjakan rupiah mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang yang bertahan di zona hijau.

Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I berada di posisi Rp13.313/USD atau membaik dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.334/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.307-Rp13.335/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada di level Rp13.311/USD atau tercatat mulai pulih dibandingkan kemarin pada posisi Rp13.338/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.307-Rp13.318/USD.

Raihan positif juga terlihat dalam data SINDOnews bersumber dari Limas, dimana rupiah pada sesi siang berada di level Rp13.316/USD. Mata uang Garuda terlihat balik ke zona hijau ketika sebelumnya merosot pada posisi Rp13.345/USD.

Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan dengan perbaikan pada level Rp13.315/USD. Posisi ini cenderung lebih baik dari posisi kemarin di level Rp13.334/USD.

Di sisi lain IHSG pada sesi I perdagangan semakin kokoh dengan tambahan 19,95 poin atau 0,34% menjadi 5.820,16 sedangkan tadi pagi bursa Tanah Air dibuka menguat ke level 5.811,08 ketika meningkat 10,87 poin atau 0,19%. Kemarin, IHSG ditutup merosot sebesar 13.33 poin atau 0.23% ke level 5.800,21

Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan siang ini secara keseluruhan bergerak pada jalur positif. Kenaikan tertinggi terjadi pada sektor infrastruktur yang meningkat 0,63% diikuti sektor keuangan 0,51%. Satu-satunya sektor yang melemah adalah pertanian mencapai minus 0,47%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,26 miliar dengan 3,27 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing Rp39,90 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp648,47 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp688,37 miliar. Tercatat 174 saham naik, 122 turun dan 131 saham mendatar.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST) serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). Sementara saham-saham yang melemah yakni PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF), PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) dan PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI). (Sindonews)

- Tag : NME

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Pasar Modal

  • Ini strategi OJK tingkatkan pasar modal Indonesia
  • BKPM: Jokowi ke Turki Hasilkan Investasi 520 Juta Dolar AS
  • IHSG Sesi I dan Rupiah Kompak Melesat Naik
  • Realisasi investasi semester I-2017 capai Rp336,7 triliun
  • Menko Luhut Tegaskan Indonesia Negara Aman untuk Berinvestasi
  • IHSG Sesi I dan Rupiah Kompak Melesat Naik
  • Pasar Modal RI Sudah Merdeka dari Investor Asing, Ini Buktinya
  • Kontribusi pasar modal bagi pembangunan infrastruktur nasional perlu didorong
  • Investor Dipermudah, Jurus Jaga Pertumbuhan Pasar Modal RI
  • Ciptakan iklim kondusif, menperin genjot peningkatan investasi
  • Ini cara OJK dorong pertumbuhan pasar modal Indonesia
  • Dorong ekonomi RI, Sri Mulyani ajak anak muda gabung di pasar modal
  • Pemerintah Perkuat Peluang Investasi Industri dari Amerika
  • Pekan Ini, IHSG Akan Terkoreksi Sehat
  • Menteri Darmin: Pemerintah Fokus Kurangi Ruwetnya Izin Investasi
  • IHSG Sesi I dan Rupiah Kompak Melesat Naik
  • Realisasi investasi semester I-2017 capai Rp336,7 triliun
  • Realisasi Investasi di Kawasan Timur Indonesia Melejit
  • Bahana: Pasar Lebih Cermati Isu Gerakan Anti-Pemerintah ketimbang "Reshuffle"
  • Menko Luhut Tegaskan Indonesia Negara Aman untuk Berinvestasi