Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Pentingnya Pengentasan Kemiskinan bagi Generasi Muda

45 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Kependudukan | 2018-08-16
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Dibutuhkan kerja sama untuk memberdayakan masyarakat kurang mampu terutama terhadap anak muda di indonesia. Hal ini sebagai bentuk upaya mengurangi kesenjangan yang masih tinggi di Indonesia.

Direktur Rajawali Foundation sekaligus Project Director Strengthening Coordination for Inclusive Workforce Development in Indonesia (SINERGI) Agung Binantoro mengatakan akan fokus menjaring dan memberdayakan anak muda yang rentan miskin di Indonesia.

Sejauh ini menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat kemiskinan indonesia mengalami penurunan hingga di bawah satu digit. Terhitung Maret 2018 kemiskinan mencapai 9,82 persen turun dari sebelumnya 10,64 persen. Tingkat ketimpangan mencapai 0,389 pada Maret 2018 atau turun dibandingkan September 2017 yang sebesar 0,391.

"Target akhir USAID-Mitra Kunci untuk program ini adalah menyasar 200 ribu kaum muda kurang mampu dan rentan di enam provinsi di Indonesia," jelas Agung dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 15 Agustus 2018.

Dia mengatakan upaya pengentasan kemiskinan penting bagi kaum muda (usia 18-34 tahun) yang kurang mampu secara ekonomi dan rentan, dengan mempertimbangkan perempuan, kesetaraan gender, dan penyandang disabilitas dalam pasar tenaga kerja di Indonesia. Kaum muda perlu dibekali modal ekonomi serta pemberdayaan yang disesuaikan dengan minat, bakat, serta kebutuhan pasar kerja.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Genderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas pada Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Bambang Satrio Lelono mengatakan jejaring kebijakan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sangat dibutuhkan guna menyusun rencana aksi inovatif bersama (co-design innovative solution) bagi upaya meningkatkan akses informasi dan pelatihan kerja yang berkualitas.

"Hal ini penting guna memberikan kesempatan pada kaum muda kurang mampu secara ekonomi secara ekonomi dan rentan, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas, guna memasuki dunia kerja," ujar imbuh Bambang.

Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Muliaman D Hadad pernah menyebutkan jika masalah utama dalam kesenjangan sosial adalah perbedaan kesempatan. Apalagi kesenjangan sosial ekonomi adalah permasalahan yang kompleks karena keterkaitannya dengan pembangunan ekonomi.

"Kebijakan tersebut antara lain adalah pengembangan layanan yang memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat dalam aspek pendidikan dan kesehatan. Kebijakan lainnya adalah pengembangan program-program pelatihan dan keterampilan bagi angkatan kerja," kata Muliaman. (met)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Kependudukan

  • BKP Kementan Lanjutkan Penanganan Stunting pada 2019
  • Kemendagri Pasok Data Kependudukan untuk Ditjen Pajak
  • Ini Progres Rekonstruksi Rumah Warga dan Fasilitas Publik di Lombok
  • Kementerian PUPR Berencana Bangun 1.200 Huntara bagi Korban Bencana Sulteng
  • Sri Mulyani: Sumber Daya Manusia Kunci Atas Kemiskinan
  • Entaskan Kemiskinan, Mentan Monitor Program Bekerja di Garut
  • Kemendes PDTT Berangkatkan 21 KK Calon Transmigran
  • Hari Tani, Pemuda Tani HKTI Ingin Ciptakan Santri Tani
  • Program Bekerja Kementan Beri Harapan Baru RTM di Brebes
  • Kementerian Pertanian Komitmen Dukung Penurunan Stunting
  • BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Pedesaan Turun 13,20 Persen
  • Mendes Ingin Pengembangan Transmigrasi Berorientasi Industri
  • Bidik Penurunan Angka Stunting, Anggaran Kesehatan Ditambah
  • PUPR Optimistis Program Satu Juta Rumah Tercapai
  • Kementerian PU-PR bangun 582.638 unit rumah murah per 20 Agustus
  • Korban Gempa Lombok Dapat Moratorium Bayar Cicilan KPR
  • Kemendes PDTT: Minat Masyarakat akan Transmigrasi Tinggi
  • Kemendes Pecat Lebih dari 1.000 Pendamping Desa tidak Baik
  • Pemerintah Berkomitmen Lindungi 40 Persen Penduduk Termiskin
  • Pentingnya Pengentasan Kemiskinan bagi Generasi Muda