Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Kemendes PDTT: Minat Masyarakat akan Transmigrasi Tinggi

62 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Kependudukan | 2018-08-19
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengungkapkan masyarakat memiliki minat tinggi terkait program transmigrasi. Selama tiga tahun terakhir, sekitar 30 ribu kepala keluarga dari kawasan padat penduduk mengikuti program unggulan Kemendes PDTT tersebut.

"Daerah transmigrasi seperti daerah di Sulawesi, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah juga ada. Di Sumatera juga beberapa, seperti Bengkulu," kata Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi, Kamis (16/8) lalu.

Pada program transmigrasi tersebut, Kemendes PDTT ingin membuat Kota Terpadu Mandiri. Kota tersebut akan menjadi kawasan berkembang dan akan didorong baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Perkembangan wilayah tersebut diharapkan bisa menarik orang untuk datang sehingga mengurangi kepadatan.

"Kan kalau kawasan itu berkembang logikanya orang akan datang," kata Anwar.

Menanggapi minat masyarakat akan transmigrasi yang tinggi, dalam program ini, pemerintah pusat juga bekerjasama dengan pemerintah daerah. Baik pihak daerah pengirim dan daerah penerima transmigran semuanya bekerjasama agar proses transmigrasi berjalan dengan lancar.

"Makanya sekarang ini kita kolaborasi antara yang ngirim, penerima, sama kami. Yang mengirimkan sudah memasukan PAD-nya, contohnya Jawa Tengah sudah mengalokasikan bantuan kepada transmigran, seperti diberikan uang saku, diuruskan surat-suratnya. Kemudian di sana menerima tanah kan jelas, kita membantu memberangkatkan, pembinaan dan memebrikan jaminan hidup," kata Anwar.

Pemerintah juga memberikan pembinaan pada masyarakat transmigran. Pembinaan tersebut antara lain dalam bentuk pelatihan memulai kehidupan di tempat baru. Ia mencontohkan meskipun banyak transmigran merupakan petani, di tempat baru lingkungan pertanian berbeda. Oleh karena itu dilakukan pendampingan.

Para pendamping yang dimaksud ada yang memang disiapkan oleh Kemendes PDTT, namun ada pula yang hadir dari masyarakat transmigran. Anwar menceritakan seorang transmigran yang berhasil bernama Solihin.

"Pak Solihin itu aslinya sopir tembak, di daerah Surakarta. Lima tahun jadi transmigran dia dari berpenghasilan Rp 800 ribu per bulan, jadi Rp 50 juta perbulan. Dia ini jadi petani lada," kata Anwar.

Contoh-contoh keberhasilan itu pun tidak akan dibiarkan saja. Anwar mengatakan, dirinya sudah meminta Solihin membuat semacam videoblog (vlog) terkait kisah hidupnya. Nantinya, diharapkan masyarakat dapat melihat keberhasilan Solihin dan semakin semangat melakukan transmigrasi.

Tidak berhenti di situ, Kemendes PDTT juga akan mengembangkan produk unggulan kawasan pedesaan (prukades). Pemerintah bersama-sama dengan swasta dan perguruan tinggi membantu masyarakat pedesaan untuk menemukan produk unggulan yang selanjutnya dikembangkan dalam skala besar. 

"Itu terobosan yang kita lakukan. Kita ingin adalah banyak kawasan tumbuh yang diinsiasi dari transmigrasi ini," kata Anwar. (rep)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Kependudukan

  • BKP Kementan Lanjutkan Penanganan Stunting pada 2019
  • Kemendagri Pasok Data Kependudukan untuk Ditjen Pajak
  • Ini Progres Rekonstruksi Rumah Warga dan Fasilitas Publik di Lombok
  • Kementerian PUPR Berencana Bangun 1.200 Huntara bagi Korban Bencana Sulteng
  • Sri Mulyani: Sumber Daya Manusia Kunci Atas Kemiskinan
  • Entaskan Kemiskinan, Mentan Monitor Program Bekerja di Garut
  • Kemendes PDTT Berangkatkan 21 KK Calon Transmigran
  • Hari Tani, Pemuda Tani HKTI Ingin Ciptakan Santri Tani
  • Program Bekerja Kementan Beri Harapan Baru RTM di Brebes
  • Kementerian Pertanian Komitmen Dukung Penurunan Stunting
  • BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Pedesaan Turun 13,20 Persen
  • Mendes Ingin Pengembangan Transmigrasi Berorientasi Industri
  • Bidik Penurunan Angka Stunting, Anggaran Kesehatan Ditambah
  • PUPR Optimistis Program Satu Juta Rumah Tercapai
  • Kementerian PU-PR bangun 582.638 unit rumah murah per 20 Agustus
  • Korban Gempa Lombok Dapat Moratorium Bayar Cicilan KPR
  • Kemendes PDTT: Minat Masyarakat akan Transmigrasi Tinggi
  • Kemendes Pecat Lebih dari 1.000 Pendamping Desa tidak Baik
  • Pemerintah Berkomitmen Lindungi 40 Persen Penduduk Termiskin
  • Pentingnya Pengentasan Kemiskinan bagi Generasi Muda