SDA Tidak Lagi Komoditas Tapi Modal Pembangunan

46 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Sumberdaya Mineral | 2018-08-20
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan pemanfaatan sumber daya alam telah mengalami perubahan paradigma. Jika dahulu hanya dijadikan sebagai komoditas semata, saat ini sumber daya alam merupakan modal pembangunan.

"Sekarang fokus pemanfaatan sumber daya alam digunakan sebagai modal pembangunan, jadi tidak hanya sebagai komoditi lagi," ungkap Jonan dikutip dari Media Indonesia, Minggu, 19 Agustus 2018.

Jonan juga menjelaskan bahwa kini kebutuhan dalam negeri harus dipenuhi terlebih dahulu, sehingga masyarakat mendapatkan manfaat atas sumber daya alam yang dimiliki. "Jaman dulu, mungkin kebalik, karena dalam negeri kebutuhannya rendah," tuturnya.

Lebih lanjut Jonan menambahkan bahwa Kementerian ESDM berperan menjadikan sumber daya alam sebagai motor pembangunan bagi daerah melalui hilirisasi, sehingga akan meningkatkan nilai jual dari produk tambang. "Di Undang-Undang Mineral dan Batubara, kita itu menerapkan hilirisasi supaya pengolahan itu bisa dilakukan di dalam negeri," katanya.

Undang-Undang (UU) yang dimaksud Menteri Jonan ialah UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. UU tersebut mensyaratkan pengelolaan mineral tidak boleh dilakukan hanya dengan mengekspor bahan mentah, tetapi harus diolah di dalam negeri sehingga dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi negara, pengelolaan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Hilirisasi mineral akan membawa bangsa Indonesia menjadi negara industri yang akan menjadikan sumber daya alam sebagai modal pembangunan, dan juga akan mengubah Indonesia dari negara konsumtif menjadi negara produktif," tutupnya. (met)

SDA Tidak Lagi Komoditas Tapi Modal Pembangunan

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • 6,6 Juta Masyarakat Nikmati Air Bersih dari Sumur Bor Badan Geologi
  • SKK Migas Deteksi 10 Wilayah Potensi Cadangan Gas Raksasa
  • Arcandra Tahar: Temuan Cadangan Gas Besar Di Sumsel Diprioritaskan Untuk Dalam Negeri
  • SKK Migas: Wilayah Indonesia Barat Berpotensi Dieksplorasi
  • SKK Migas: Masih Banyak Potensi Cadangan Gas di Indonesia
  • Kementerian ESDM akan Bangun Pusat Riset Kegeologian
  • Pertamina Temukan Cadangan Minyak di Sumur Benewangi
  • SKK Migas Sebut Cadangan Migas Indonesia 800 Juta Barel
  • Pertamina Genjot Eksplorasi di Luar Blok Jambi Merang
  • Pemerintah Dukung Penyediaan Energi Kelola Mineral Flores
  • 170 Ribu Warga di 22 Kabupaten Kini Bisa Nikmati Air Bersih
  • ESDM Gandeng Konsorsium Kembangkan Panas Bumi NTT
  • Revisi UU Migas Diharapkan Makin Permudah Investasi Hulu Minyak & Gas Bumi
  • Presiden Jokowi: RUU Migas Jadi Momentum Reformasi Tata Kelola Migas
  • Balai Penelitian Kementan Kembangkan Biodiesel Kemiri Sunan
  • 27 Unit Smelter Dibangun Hingga 2018
  • Indonesia Bidik Timur Tengah Investasi di Sektor Migas
  • Lima Proyek Energi Terbarukan Dipastikan Beroperasi di 2019
  • Jokowi Pastikan Papua Dapat 10% Saham Freeport
  • Jokowi: Mayoritas Saham Freeport Kini Milik Indonesia