Pendapatan dari Mineral dan Batu Bara Lebihi Target

26 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Sumberdaya Mineral | 2018-09-22
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Subsektor mineral dan batubara (minerba) masih menjadi salah satu kontributor utama dalam rangka meningkatkan penerimaan negara dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Tercatat, PNBP minerba sudah mencapai angka Rp 32,2 triliun meski baru memasuki bulan September 2018.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Bambang Gatot menjelaskan kenaikan PNBP hingga akhir Agustus 2018 sudah lebih dari 100 persen dari target yang ditetapkan. "Jadi kalau kami lihat target di 2018, sebetulnya sampai 31 Agustus sudah mencapai 100 persen lebih atau sekitar 101 persen yaitu seharusnya target APBN Rp 32,09 triliun tapi sampai 31 Agustus sudah Rp 32,2 triliun," ujar Bambang di Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Selain itu, tingginya angka PNBP tersebut antara lain didorong oleh peningkatan pengawasan, kepatuhan perusahaan melunasi tunggakan dan harga komoditas batubara itu sendiri.

Pada kesempatan berbeda, Menteri ESDM Ignasius Jonan juga mengungkapkan meningkatkannya penerimaan negara di sektor minerba diakibatkan karena tingginya harga komoditas minerba. "Mayoritas kebanyakan akibat peningkatan harga komiditas, terutama minyak. Minerba juga naik banyak," pungkas Jonan. 

Guna mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor tambang, Kementerian ESDM telah menyiapkan sejumlah strategi. Strategi yang diambil di antaranya meminta pembayaran di muka dan mengurangi biaya yang sekiranya berpotensi memangkas penerimaan negara.

"Kami juga lakukan kegiatan yang terus-menerus kami tingkatkan dengan sinergi dengan instansi terkait dalam hal ekspor, serta melakukan intensifaksi dan inventarisasi peningkatan penagihan terutama yang masih ada tunggakan sekitar satu triliun," jelas Bambang. 

Selain itu, pemerintah juga akan memperbaiki sistem administrasi dengan menetapkan PNBP elektronik. Pada 2019, pemerintah mencanangkan target PNBP minerba sebesar Rp 41,82 triliun, dengan rincian PNBP sumber daya alam (SDA) minerba sebesar Rp 24,12 triliun dan hasil penjualan hasil pertambangan sebesar Rp 17,69 triliun.

Besaran target ini diakibatkan atas perubahan asumsi kurs yang lebih besar. Sebelumnya, pemerintah memproyeksikan rupiah berada di level Rp 14.400 per dolar Amerika Serikat (USD), namun kemudian disepakati menjadi Rp14.500 per dolar AS. (rep)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • 6,6 Juta Masyarakat Nikmati Air Bersih dari Sumur Bor Badan Geologi
  • SKK Migas Deteksi 10 Wilayah Potensi Cadangan Gas Raksasa
  • Arcandra Tahar: Temuan Cadangan Gas Besar Di Sumsel Diprioritaskan Untuk Dalam Negeri
  • SKK Migas: Wilayah Indonesia Barat Berpotensi Dieksplorasi
  • SKK Migas: Masih Banyak Potensi Cadangan Gas di Indonesia
  • Kementerian ESDM akan Bangun Pusat Riset Kegeologian
  • Pertamina Temukan Cadangan Minyak di Sumur Benewangi
  • SKK Migas Sebut Cadangan Migas Indonesia 800 Juta Barel
  • Pertamina Genjot Eksplorasi di Luar Blok Jambi Merang
  • Pemerintah Dukung Penyediaan Energi Kelola Mineral Flores
  • 170 Ribu Warga di 22 Kabupaten Kini Bisa Nikmati Air Bersih
  • ESDM Gandeng Konsorsium Kembangkan Panas Bumi NTT
  • Revisi UU Migas Diharapkan Makin Permudah Investasi Hulu Minyak & Gas Bumi
  • Presiden Jokowi: RUU Migas Jadi Momentum Reformasi Tata Kelola Migas
  • Balai Penelitian Kementan Kembangkan Biodiesel Kemiri Sunan
  • 27 Unit Smelter Dibangun Hingga 2018
  • Indonesia Bidik Timur Tengah Investasi di Sektor Migas
  • Lima Proyek Energi Terbarukan Dipastikan Beroperasi di 2019
  • Jokowi Pastikan Papua Dapat 10% Saham Freeport
  • Jokowi: Mayoritas Saham Freeport Kini Milik Indonesia