Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Entaskan Kemiskinan, Mentan Monitor Program Bekerja di Garut

18 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Kependudukan | 2018-09-28
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memonitor Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) di Desa Talagawangi, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Program ini untuk mengentaskan kemiskinan berbasis pertanian.

"Ini adalah program Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Kemensos, BUMN, Kemendes, BKKBN. Di Kecamatan Pakenjeng ini termasuk daerah terpencil, perintah Bapak presiden agar membangun negara dari pinggiran agar masyarakat di daerah-daerah pelosok sejahtera,” kata Amran saat memberi sambutan di lokasi Program Bekerja, Kamis (27/9).

Menurut Amran, Program Bekerja sangat bagus karena dilakukan dengan tahapan jangka pendek sampai jangka panjang. Program ini dikembangkan dengan sistem klaster. Untuk jangka pendek, melalui penanaman tanaman komoditas harian yakni sayur-sayuran. Jangka menengah, dengan pemberian 50 ekor ayam per rumah tangga pra sejahtera. Adapun ayam yang diberikan jenis petelur yang berumur dua bulan.

“Yang dikatakan miskin, pendapatannya kurang dari Rp 1,4 juta per bulan. Tahun ini Kementan sediakan bantuan ayam 6 juta ekor berikut kandang dan pakan serta pendampingan. Tahun depan dua kali lipat. Bantuan juga berupa tanaman perkebunan, ada kopi dan hortikultura yaitu sayur-sayuran. Jadi bantuan jangka pendek, menengah dan panjang,” jelasnya.

Amran optimistis, bantuan Program Bekerja mampu mensejahterakan masyarakat.  Misalnya, budidaya ayam mampu bertelur saat usia enam bulan sebanyak 50 butir per hari dengan masa produktif tiga tahun.

"Kalau 50 telur per hari, pendapatan Rp2 juta sampai Rp2,5 juta per bulan. Masyarakat pra sejahtera pendapatan Rp1,4 juta. Ditambah Rp2,5 juta, berarti Rp3,5 juta per bulan. Begitu pun dengan kopi. Setelah tiga tahun akan berbuah, bisa memberikan tambahan pendapatan. Artinya masyarakat bisa lepas dari kemiskinan,” ujarnya.

Amran menambahkan, pengelolaan Program Bekerja dilakukan dengan sistem klaster bertujuan agar terbangun industri olahan yang langsung mengolah dan memasarkan produk pangan petani. Dengan demikian, tidak lagi sebagai penghasil bahan pangan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk akhir yang memberikan keuntungan yang lebih besar.

“Kita bangun program kemiskinan ini dengan sistem klaster. Bila perlu ada 1 jenis tanaman per klaster, karena kita ingin berskala industri. Kita akan bangun industri, jadi kopi diolah langsung di desa dengan kemasan industri. Manfaatnya tidak hanya menjamin pendapatan petani, tapi juga membuka lapangan kerja baru,” tuturnya.

Sekretaris Daerah Garut, Rohayati mengapresiasi Kementan yang telah menyalurkan Program Bekerja. Program ini sesuai dengan kebutuhan daerah untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.

“Program bekerja menyasar 14 kecamatan dari 42 total kecamatan di Garut. Pemda garut mengucapkan terima kasih kepada Kementan. di Garut terdapat 11.381 rumah tangga miskin di sektor pertanian. Kami yakin program ini bisa mengentaskan kemiskinan di pedesaan,” pungkasnya. (rep)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Kependudukan

  • KEIN: 2 Juta Jiwa Lepas dari Kemiskinan
  • Angka Kemiskinan Kembali Turun, Ini Kata Menko Darmin
  • PUPR Target Sediakan 1,25 Juta Rumah Tahun Ini
  • Pemerintah Optimistis Angka Kemiskinan Turun
  • Presiden Janjikan Rumah Murah Bagi Keluarga Muda & Milenial
  • Target Program Satu Juta Rumah 2018 Terlampaui
  • PUPR Rampungkan 190 Hunian Sementara Korban Gempa Sulteng
  • KEIN: Kemiskinan Turun Sebab Pemerintah Jokowi Berhasil Tekan Harga Pangan
  • Ini Pengembangan Transmigrasi Tahun 2019
  • Program Transmigrasi Berhasil Bangun 3.600 Permukiman
  • Akhirnya! Program Rumah Jokowi Tembus 1 Juta
  • Menteri PU: 120 Unit Huntara Sudah Siap Huni
  • Kementerian PUPR Bangun 22 Rusun di Lampung
  • BKP Kementan Lanjutkan Penanganan Stunting pada 2019
  • Kemendagri Pasok Data Kependudukan untuk Ditjen Pajak
  • Ini Progres Rekonstruksi Rumah Warga dan Fasilitas Publik di Lombok
  • Kementerian PUPR Berencana Bangun 1.200 Huntara bagi Korban Bencana Sulteng
  • Sri Mulyani: Sumber Daya Manusia Kunci Atas Kemiskinan
  • Entaskan Kemiskinan, Mentan Monitor Program Bekerja di Garut
  • Kemendes PDTT Berangkatkan 21 KK Calon Transmigran