Kementan Optimistis Target Peremajaan Sawit Rakyat Tercapai

16 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Perkebunan dan Kehutanan | 2018-10-02
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Pertanian optimistis target peremajaan kebun kelapa sawit rakyat tahun ini yang mencapai 185.000 hektare dapat terealisasi.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Bambang menyatakan target dapat terealisasi karena petani Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) mempunyai lahan seluas 617.000 hektare dan sebagian besar sudah waktunya diremajakan.

Menurut Bambang jika program peremajaan sawit rakyat (PSR) dapat berjalan dengan cepat maka pihaknya dapat melakukan penyempurnaan persyaratan untuk memudahkan petani dalam mendapatkan dana peremajaan dari Badan Pengelola Dana Perrkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) sebesar Rp 25 juta per hektare tetapi tetap sesuai aturan. Adapun melalui penyempurnaan persyaratan diharapkan petani bersama lembaga atau koperasinya bisa melaksanakan PSR. 

Bambang menginginkan petani dapat berperan besar dalam program PSR ini sebab dana yang dihimpun tersebut juga bisa digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan petani. “Kita sudah berjuang sehingga tahun ini bisa 185.000 hektar. Petani harus bisa bergerak,  sayang kalau tidak dimanfaatkan,” kata Bambang pada Senin (1/10/2018).

Bambang pun memprioritaskan dalam pelaksanaan peremajaan agar petani dapat melaksanakannya secara swakelola dengan didampingi perusahaan perkebunan kelapa sawit sebagai mitranya. Pemberdayaan petani dan penguatan kelembagaan petani ini sangat kruisial dan penting untuk diperhatikan secara serius bagi seluruh pihak. 

"Banyak persoalan petani kelapa sawit dimulai dari kelembagaan petani yang kurang kuat. Secara filosofi dan regulasi, bahwa perkebunan kelapa sawit perlu dilakukan kemitraan dengan perusahaan pengolahan kelapa sawit sesuai dengan karakteristik komoditinya," katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah akan terus fokus dalam pemberdayaan petani dan penguatan kelembagaan petani yang setara agar memiliki daya saing dan berdaulat. Bambang berharap asosiasi petani kelapa sawit untuk mengambil peran dengan memberikan masukan dan dukungan partisipasi aktif.

Diantaranya melalui pendataan petani kelapa sawit binaannya dan membangun kemitraan yang setara, harmonis dan berkelanjutan untuk mensukseskan program peremajaan kelapa sawit pekebun.

Sementara itu, Ketua ASPEKPIR Indonesia, Setiyono membenarkan bahwa Aspek-PIR akan bermanfaat jika dimanfaatkan dan semua bisa memanfatkannya, termasuk untuk medorong program PSR.  

Menurutnya, peremajaan perlu didorong karena jika melihat data Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian bahwa dari total luas perkebunan kelapa sawit saat ini yang mencapai 14,03 juta hektare lahan milik petani saat ini mencapai sekitar 5 juta hektare.  “Atas dasar itulah kita mengajak seluruh unsur untuk bekerjasama mendorong peremajaan kebun milik petani,” pungkas Setiyono. (bis)

- Tag : Kehutanan

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Gapki Dukung Retaliasi Sawit Pemerintah
  • Hutan Mangrove Muara Angke Bertambah 32.000 Pohon
  • PTPN V akan Perluas Lahan Sawit
  • Toraja Berencana Kembangkan Penangkaran Bibit Kopi
  • Mentan Bagikan 700 Ribu Bibit Unggul Kopi di Tanah Toraja
  • Mentan Dorong Hilirisasi Kakao dan Kopi
  • Mentan Ingin Rempah dan Kakao Kembali Berjaya
  • Program Peremajaan di Luwu Raya Kembalikan Kejayaan Rempah dan Kakao
  • Petugas KLHK Temukan Kebun Sawit Ilegal 206 Hektare
  • KLHK Targetkan Verifikasi 30.000 ha Hutan Adat
  • Sudah Tetapkan 7 Hutan Adat, KLHK Siapkan 6 Hutan Adat Lagi
  • Peremajaan Kebun Karet Ditarget Capai 700.000 Ha
  • KLHK Tetapkan 7 Hutan Adat Baru
  • Pemerintah Gabung Replanting Kebun Karet dan Pengolahan Kayu
  • Kementan Bidik Peremajaan 200.000 Ha Kebun Sawit Rakyat
  • PTPN Targetkan Serap 14 Ribu Ton Karet Petani Lokal
  • KLHK Tingkatkan Pengawasan Illegal Logging
  • Jokowi Serahkan 42 SK Hutan Sosial untuk 8.941 KK di Jawa Barat
  • Petani Ciamis Gembira Terima Bibit Durian dari Presiden
  • Kementan Gaet Investor Kembangkan Lahan Tebu di Kalteng