Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Manfaatkan Hutan Adat untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

15 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Perkebunan dan Kehutanan | 2018-10-08
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Tantangan dalam mengembangkan perekonomian saat ini adalah membangun perekonomian dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan menjaga hutan adat. Banyak pihak menilai menumbuhkan ekonomi kerap mengorbankan hutan dan tidak menjaga kelestarian.

Namun menurut Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Wiratno pengembangan perekonomian wilayah ternyata tidak melulu harus merusak hutan adat. Berkaca pada wilayah Kulonprogo misalnya, Wiratno menjelaskan disana, meski tetap melestarikan hutan namun perekonomian masyarakat disana tetap tumbuh.

"Ekomoni kreatif itu menjadi salah satu contoh penguatan ekonomi tanpa harus merusak hutan. Disana, hanya bermodal menyiapkan spot foto. Tapi penghasilannya bisa sampai 5 miliar per tahun," ujar Wiratno di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (8/10)

Ia menilai, Papua Barat sebagai salah satu wilayah yang mempunyai hutan dan sumberdaya alam yang memadai semestinya juga mencontoh praktik praktik ekonomi kreatif ini. Wiratno menjelaskan, dalam mempertahankan kelestarian lingkungan, namun juga meningkatkan perekonomian masyarakat maka visi untuk menjaga kelestarian tetap akan terjaga.

Apalagi kata Wiratno, potensi hasil kebun dan potensi hasil hutan berupa obat obatan khas juga bisa menjadi modal untuk membangun perekonomian rakyat. Wiratno menjelaskan beberapa penilitian menunjukan ada 19 ribu hektar luar hutan adat yang didalamnya memiliki potensi yang bisa dikembangkan.

"Yang lain adalah hutan sebagia sumber obat obatan modern. Ini yang harus dikembangkan mikroba, antioksidan," ujar Wiratno.

Dalam hal ini, kata Wiratno perlu ada sinergi baik dari pemerintah daerah, pemerintah pusat dan juga awarness dari masyarakat sekitar. Ia menilai prinsip dasar pembangunan di Papua Barat harus berangkat dari aspirasi masyarakat, agar pembangunan bisa juga secara paralel mengangkat taraf hidup masyarakat.

"Ini tantangan buat semua, bagaimana menyeimbangkan ini. Memastikan bahwa masyarakat itu didengar aspirasinya. Pembangunan yang berbasis pada aspirasi masyarakat. Juga didukung oleh science yang hebat. Jadi, semua penentuan kebijakan bisa ditentukan," ujar Wiratno. (rep)

- Tag : Kehutanan

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Perkebunan dan Kehutanan

  • Pengusaha Karet Sambut Rencana Replanting
  • Kementan Terapkan Budidaya Ramah Lingkungan Hortikultura
  • Kementan Optimistis Peremajaan 185 Ribu Lahan Sawit Tercapai
  • Di CPOPC, Menko Darmin siap lawan kampanye hitam untuk perjuangkan kelapa sawit RI
  • Berjibaku Selamatkan Sawit dari Diskriminasi Uni Eropa
  • Kementan Dukung Replanting Sawit di Sulawesi Barat
  • Menteri LHK Tegaskan Komitmen Indonesia Tangani Pencemaran
  • Kementan Dorong Swasembada Sayuran di Pekarangan Rumah
  • BI Sumut Perluas Klaster Bawang Merah
  • Kementan Dukung Pengembangan Alpukat Pasaman Barat
  • Darmin: Moratorium Izin Hutan Sawit untuk Pembenahan
  • Moeldoko: Musim Panen Tiba, Harga Jagung akan Turun
  • PTPN V Remajakan Perkebunan Sawit
  • Kementan Yakin Panen Jagung di Jateng Hingga Akhir Tahun
  • Presiden Jokowi sebut pengembangan produk perkebunan jadi fokus utama
  • Papua Setop Izin Baru untuk Pertambangan dan Perkebunan
  • Manfaatkan Hutan Adat untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
  • Mendag Ajak Produsen CPO Lawan Kampanye Negatif dari Eropa
  • Kementan Optimistis Target Peremajaan Sawit Rakyat Tercapai
  • Sentra Produksi Jeruk Terus Dikembangkan