Sri Mulyani: Sumber Daya Manusia Kunci Atas Kemiskinan

28 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Kependudukan | 2018-10-09
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan,  Indonesia terus melanjutkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.  Tak hanya itu, Indonesia juga siap berkontribusi secara global melalui Kerja sama Selatan-selatan dan Kerja sama Triangular untuk melakukan peningkatan kualitas SDM di Indonesia dan negara-negara lainnya.

Sri menilai, persoalan kualitas SDM menjadi hal penting karena berperan sebagai penentu dalam mengatasi persoalan kemiskinan. Investasi di sektor SDM menjadi pondasi untuk kemakmuran dan kunci penggerak high-income growth.

Sri juga menyinggung soal masih banyaknya kasus kekurangan gizi yang melanda anak-anak di Indonesia. "Nah, kesehatan juga faktor penting yang mempengaruhi kualitas modal manusia. Kekurangan gizi adalah salah satu masalah serius, stunting bisa merusak masa depan bangsa. Kita masih banyak menemukan stunting di Indonesia," kata Sri di Bali, Senin (8/10).

Sri Mulyani juga menekankan, kerja sama harus dibangun dengan prinsip dan nilai, serta visi dan tujuan bersama yang menempatkan investasi human capital sebagai tujuan utama.

Menurutnya, investasi pada human capital adalah pusat dari pembangunan manusia dan sangat berdampak pada kemajuan ekonomi. Karena itu, pertemuan ini membahas bagaimana anggota parlemen dapat mendukung investasi pada human capital di negara masing-masing pada area pemuda, gender, governance, dan juga Human Capital Index terbaru dari Bank Dunia.

Sebanyak 60 anggota parlemen dari 25 negara menghadiri acara ini, yang diselenggarakan oleh the Parliamentary Network dan Parlemen Indonesia, bekerja sama dengan Bank Dunia dan IMF. Tahun ini pembahasan fokus kepada wilayah Asia dengan mengedepankan kisah sukses pembangunan  dari wilayah Asia, dan peluncuran Parliamentary Network’s Asia Chapter pada 9 Oktober 2018.

Pertemuan tingkat tinggi Antar Parlemen memainkan peran penting dalam membangun political will untuk memastikan progam pembangunan dan Sustainable Development Goals (SDGs) terlaksana, serta menumbuhkan rasa kepemilikan kepada negara dan menjaga akuntabilitas.

Selain Menteri Keuangan, pembicara lain pada acara ini adalah Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Managing Director IMF Christine Lagarde, Presiden World Bank Jim Yong Kim, CEO Bank Dunia, Kritalina Georgieva. (rep)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Upaya Kementan Tekan Angka Kemiskinan dengan Program 'Bekerja'
  • Kementan Pacu Program Strategis untuk Tekan Kemiskinan
  • Angka Kemiskinan RI Turun ke 9,41%
  • PUPR Serah Terima 50 Kunci Rumah Khusus Nelayan Di Boalemo
  • Pemerintah Optimis Angka Kemiskinan Berkurang Jadi 8,9% di 2020
  • Nelayan di Boalemo Dapat 50 Rumah
  • PUPR Akan Bangun Rumah Untuk Warga Eks Timor Timur
  • PUPR Optimistis Target Sejuta Rumah Tercapai Akhir Tahun
  • Pemerintah Dorong Keluarga Miskin Jadi Menengah Tangguh
  • Urbanisasi Pengaruhi Kelangsungan Rantai Pasokan Pangan
  • Gorontalo Siapkan 36 Hektare Lahan Untuk Rumah Warga Tak Mampu
  • Anggaran Program Keluarga Harapan Telah Tersalurkan Rp19,6 Triliun
  • Tingkat Kepuasan PKH Capai 93,2%
  • BPS: Kualitas Hidup di Indonesia Meningkat di 2018
  • Survei: 93,2 Persen KPM Puas pada Program Keluarga Harapan
  • Tekad Jokowi: Tidak Ada Lagi Rakyat Tertinggal di Garis Kemiskinan
  • Indonesia Gandeng Lembaga Internasional Atasi Isu Kemiskinan
  • LSM Sebut Kualitas Hidup Orang Miskin di RI Membaik
  • Pemerintah Siapkan 21.000 Huntap Risha di Palu
  • Pemerintah Gelontorkan Rp 5,1 T Untuk Korban Gempa Lombok