Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Produksi Dalam Negeri Membaik, Impor Migas September Turun

21 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Sumberdaya Mineral | 2018-10-16
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - PT Pertamina (Persero) membenarkan data BPS yang menyebutkan impor migas pada bulan September ini turun. VP Fuel Pertamina, Jumali, mengatakan menurunnya impor migas pada bulan september ini disebabkan oleh beberapa faktor.

Jumali menjelaskan sumber suplai BBM dalam negeri ini didapat dari tiga sektor. Pertama, produksi kilang dalam negeri, impor minyak dan juga ada kebijakan blending Bio atau Fame pada solar. Ketiga sektor ini kemudian memperngaruhi volume migas yang diimpor dari luar.

"Memang impor bulan September menurun ya. Ini karena tiga sektor tersebut berjalan dengan baik," ujar Jumali kepada Republika, Senin (15/10).

Jumali menjelaskan, saat ini produksi kilang dalam negeri sedang membaik. Hal ini disebabkan dari beberapa sumur Pertamina EP mengalami peningkatan produksi. Hal ini kemudian membuat cadangan minyak yang masuk ke kilang juga meningkat.

Kedua, kata Jumali kebijakan B20 yang mulai diterapkan pada awal September juga bisa menekan angka impor. Karena 20 persen dari kebutuhan impor solar bisa ditutup dari campuran Fame ke Solar.

"Saat ini Produksi kilang dalam negeri kita lagi bagus. Lalu kedua, awal september juga ada kebijakan B20 kan. Ini memberi dampak terhadap turunnya angka impor," ujar Jumali.

BPS mencatat, Impor migas Indonesia pada September 2018 turun sebesar 25,20 persen di bandingkan Agustus 2018. BPS mencatat impor migas pada September sebesar 2,28 miliar dolar.

Meski begitu, Deputi Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Yunita Rusanti mengatakan pihaknya belum melihat adanya pengaruh penggunaan B20 di dalam negeri untuk penurunan impor migas. Penggunaan B20 di awal September kemungkinan baru bisa dilihat jelas pengaruhnya pada bulan depan.

"B20 kita belum terlalu kelihatan. Itu kan pencampuran. Harapannya impor bahan bakar diesel berkurang. Mudah-mudahan itu membantu penurunan impor. Bulan depan mudah-mudahan bisa dilihat lebih mendalam," kata Yunita, Senin (15/10). (rep)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Sumberdaya Mineral

  • Potensi Panas Bumi Masih 11 GW
  • Pemerintah Siapkan Rp 26,1 T untuk Dongkrak Produksi Minyak
  • Produksi Dalam Negeri Membaik, Impor Migas September Turun
  • Perhapi: Indonesia Mampu Kelola Tambang Freeport
  • Pendapatan dari Mineral dan Batu Bara Lebihi Target
  • Kawasan Industri di Luar Pulau Jawa Fokus Olah Sumber Daya Alam
  • Pemerintah Temukan 129 Cekungan Potensi Cadangan Migas
  • Apindo Dukung Pemerintah Revisi RUU SDA
  • PLN Distribusikan Air Bersih ke Wonogiri
  • Pemerintah Tegaskan Penerimaan Migas Masih Positif
  • Produksi PLTPB Indonesia Terbesar Kedua Dunia
  • Pertamina Temukan Cadangan Migas Baru di Jawa Barat
  • SDA Tidak Lagi Komoditas Tapi Modal Pembangunan
  • Saka Energi Temukan Cadangan Minyak
  • Soal Freeport, Jokowi: Jangan Dibilang yang Miring-miring
  • 'Tak Lagi Payah Berburu Air ke Atas Bukit'
  • Generasi Millenial Perlu Kuasai Teknologi Energi Terbarukan
  • DPR Dukung Pemerintah-Inalum Lanjutkan Proses Divestasi Freeport
  • Soal Freeport, Jokowi: Jangan Dibilang yang Miring-miring
  • Dirjen Minerba: Inalum akan Ikut Kelola Tambang Freeport