Kementan Yakin Panen Jagung di Jateng Hingga Akhir Tahun

17 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Perkebunan dan Kehutanan | 2018-10-16
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Pertanian (Kementan) optimis stok kebutuhan jagung masih dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri, salah satunya potensi panen di Jawa Tengah (Jateng) hingga akhir tahun. Hingga Desember ini masih terdapat seluas 88.038 hektare lahan jagung yang sudah mulai dan akan panen, diantaranya di enam kabupaten yang luas panennya lebih besar dari kabupaten lainnya yaitu Kabupaten Grobogan, Blora, Klaten, Wonosobo, Jepara dan Kendal.

Secara keseluruhan untuk tahun ini,  perkiraan luas panen jagung di Jateng sebesar 590.285 hektare. Terdapat 29 kabupaten di Jateng yamg dikembangkan jagung yang tidak bersamaan waktu tanamnya, karena sesuai dengan kondisi iklim, tipe lahan dan sosioculture masyarakat setempat. Karena itu, hampir setiap bulan ada panen jagung yang volumenya fluktuatif.

Puncak panen jagung di Jateng umumnya terjadi pada bulan Januari yang merupakan hasil tanam bulan Oktober. Jagung biasanya ditanam di lahan tadah hujan dan lahan kering karena tersedia cukup air.

"Panen jagung masih ditemui di bulan Oktober hingga Desember namun memang volumenya lebih rendah daripada bulan-bulan sebelumnya karena hanya wilayah-wilayah tertentu yang dapat menanam jagung di musim kemarau (MK)," kata Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Jateng Kementan, Harwanto di kantornya, Senin (15/10).

Harwanto mengatakan, semangat menanam jagung tersebut sejalan dengan kebijakan gerakan tanam padi jagung dan kedelai yang secara simultan dan terus-menerus melalui tiga strategi yaitu: intensifikasi dalam budidaya, peningkatan indeks pertanaman (IP); dan perluasan areal tanam baru (PATB). Bahkan saat ini mulai diterapkan program tanam dengan sistem tumpangsari padi-jagung, padi-kedelai dan jagung-kedelai, untuk peningkatan produksi dan konservasi lahan.

"Dengan optimalisasi sumberdaya lahan, optimalisasi sarana prasarana pendukung dan pemahaman nilai ekonomi, gerakan tanam jagung baik monokultur maupun tumpangsari dapat dilakukan sepanjang musim," ujar Harwanto.

Dengan kebijakan ini, kontribusi produksi jagung di Jateng cukup signifikan secara nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi jagung nasional pada t2017 mencapai 28,9 juta ton, sebesar 12,3 persennya dihasilkan di Jateng. (rep)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • PTPN V akan Perluas Lahan Sawit
  • Toraja Berencana Kembangkan Penangkaran Bibit Kopi
  • Mentan Bagikan 700 Ribu Bibit Unggul Kopi di Tanah Toraja
  • Mentan Dorong Hilirisasi Kakao dan Kopi
  • Mentan Ingin Rempah dan Kakao Kembali Berjaya
  • Program Peremajaan di Luwu Raya Kembalikan Kejayaan Rempah dan Kakao
  • Petugas KLHK Temukan Kebun Sawit Ilegal 206 Hektare
  • KLHK Targetkan Verifikasi 30.000 ha Hutan Adat
  • Sudah Tetapkan 7 Hutan Adat, KLHK Siapkan 6 Hutan Adat Lagi
  • Peremajaan Kebun Karet Ditarget Capai 700.000 Ha
  • KLHK Tetapkan 7 Hutan Adat Baru
  • Pemerintah Gabung Replanting Kebun Karet dan Pengolahan Kayu
  • Kementan Bidik Peremajaan 200.000 Ha Kebun Sawit Rakyat
  • PTPN Targetkan Serap 14 Ribu Ton Karet Petani Lokal
  • KLHK Tingkatkan Pengawasan Illegal Logging
  • Jokowi Serahkan 42 SK Hutan Sosial untuk 8.941 KK di Jawa Barat
  • Petani Ciamis Gembira Terima Bibit Durian dari Presiden
  • Kementan Gaet Investor Kembangkan Lahan Tebu di Kalteng
  • Kementan Bantu Petani Solok Selatan Kembangkan Arabika
  • Angkat Potensi Industri Kelapa di Gorontalo Lewat Program Terpadu