Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

BI Sumut Perluas Klaster Bawang Merah

24 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Perkebunan dan Kehutanan | 2018-10-21
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara masih akan membentuk Klaster Bawang Merah di provinsi itu untuk mempercepat swasembada komoditas. Selain itu, klaster-klaster bawang merah diharapkan dapat mengendalikan inflasi di daerah itu.

Deputi Direktur Perwakilan Bank Indonesia Sumut, Demina R Sitepu, di Medan, Sabtu (20/10) mengatakan, setelah di Dairi dan Karo yang sudah dihilangkan secara bertahap, Klaster Bawang Merah rencananya akan dibuka di Kabupaten Toba Samosir. Klaster Bawang Merah di Sumut dinilai BI masih penting karena bawang menjadi salah satu kebutuhan besar di Sumut, namun produksinya masih belum bisa memenuhi kebutuhan.

"Klaster Bawang Merah itu semakin dinilai penting, karena komoditas itu kerap menjadi salah satu penyumbang inflasi Sumut," ujarnya. 

Demina mengakui, Sumut sebenarnya sudah memiliki kawasan sentra pengembangan bawang merah seperti di Simalungun, Toba Samosir, Samosir, dan Tapanuli Utara. Termasuk, Dairi dan Karo yang juga semakin berkembang setelah BI membuka klaster komoditas tersebut. Namun, rata-rata produktivitasnya masih rendah yakni mencapai delapan ton per hektare atau jauh di bawah rata rata produksi dI Pulau Jawa.

Di Karo, program pengembangan Klaster Bawang Merah yang dilakukan BI secara bertahap dan multiyears (2014-2017) berhasil membuat Kelompok Tani Tebing Latersia, Kecamatan Payung, Karo berproduksi dengan baik. Ketua Kelompok Tani Tebing Latersia, Budi Tarigan, mengatakan dengan dibina melalui pembentukan klaster, petani banyak mendapat ilmu pertanian bawang. Mulai dari pengelolaan areal, produksi bibit berkualitas hingga panen dan pascapanen.

Produksi bawang di Kelompok Tani Tebing Latersia misalnya sudah mencapai 15 hingga 24 ton per hektare dari sebelumnya jauh di bawah angka itu atau di bawah delapan ton. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Perkebunan dan Kehutanan

  • Pengusaha Karet Sambut Rencana Replanting
  • Kementan Terapkan Budidaya Ramah Lingkungan Hortikultura
  • Kementan Optimistis Peremajaan 185 Ribu Lahan Sawit Tercapai
  • Di CPOPC, Menko Darmin siap lawan kampanye hitam untuk perjuangkan kelapa sawit RI
  • Berjibaku Selamatkan Sawit dari Diskriminasi Uni Eropa
  • Kementan Dukung Replanting Sawit di Sulawesi Barat
  • Menteri LHK Tegaskan Komitmen Indonesia Tangani Pencemaran
  • Kementan Dorong Swasembada Sayuran di Pekarangan Rumah
  • BI Sumut Perluas Klaster Bawang Merah
  • Kementan Dukung Pengembangan Alpukat Pasaman Barat
  • Darmin: Moratorium Izin Hutan Sawit untuk Pembenahan
  • Moeldoko: Musim Panen Tiba, Harga Jagung akan Turun
  • PTPN V Remajakan Perkebunan Sawit
  • Kementan Yakin Panen Jagung di Jateng Hingga Akhir Tahun
  • Presiden Jokowi sebut pengembangan produk perkebunan jadi fokus utama
  • Papua Setop Izin Baru untuk Pertambangan dan Perkebunan
  • Manfaatkan Hutan Adat untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
  • Mendag Ajak Produsen CPO Lawan Kampanye Negatif dari Eropa
  • Kementan Optimistis Target Peremajaan Sawit Rakyat Tercapai
  • Sentra Produksi Jeruk Terus Dikembangkan