Kemenhub Gelontorkan Rp 400 Miliar Subsidi Pelayaran Rakyat

14 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Hubpartel | 2018-10-21
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menggelontorkan Rp 400 miliar untuk mensubsidi pelayaran rakyat. Dana subsidi ini untuk membenahi moda transportasi pelayaran rakyat.

"Angkutan laut secara menyeluruh itu Rp 2-3 triliun, tapi bukan hanya pelayaran rakyat saja, tapi angkutan besar dari Surabaya ke Merauke atau Surabaya ke Sulawesi Utara. Pelayaran rakyat 20 persen dari itu," kata Menhub Budi usai memberikan pemaparan kepada wisudawan Universitas Brawijaya di Malang, Sabtu (20/10).

Dia menjelaskan pelayaran rakyat adalah komponen yang sangat penting dalam multimoda, namun saat ini tingkat keselamatan masih rendah. "Pekerjaan rumah kita, yaitu mendorong antarmoda digalakan tidak semua orang berpunya menggunakan kendaraan pribadi. Kami menyuarakan bagaimana angkutan antarmoda dijalankan baik secara langsung maupun tidak langsung," katanya.

Selain itu, lanjut dia, dengan meningkatkan kualitas pelayaran rakyat bisa menghemat anggaran dibandingkan dengan membeli kapal baru. "Selama ini saya bangun kapal ratusan yang akan datang dana mungkin saya akan bisa bangun 10. Jadi, daripada saya bangun 10 dana ini saya pakai untuk mensubsidi kapal-kapal masyarakat yang ada tapi masyarakat harus memenhui kapal-kapal itu dengan kualifikasi yang sesuai dengan keselamatan," katanya.

Dia menyebutkan hal itu dapat menghemat lebih dari setengahnya, yakni dari nilai pembelian kapal Rp 150 miliar menjadi Rp 30 triliun untuk subsidi seluruh kapal perintis. "Masyarakat mendapat pendapatan, kapalnya lebih aman dan selamat, uang pemerintah juga enggak banyak dikeluarkan dan pola ini akan dikembangkan di mana-mana, memang kami  ingin skema ini ada legitimasi dari Kementerian Keuangan," katanya.

Budi menyebutkan akan memilih sejumlah pelayaran rakyat untuk diprioritaskan karena selama ini belum memenuhi kualifikasi keselamatan pelayaran, yaitu Danau Toba, Sumatera Utara, Selayar Sulawesi Selatan dan Kaliadem, DKI Jakarta. "Sudah kita tentukan beberapa tempat kita lihat itu krusial itu Kaliadem sebab ironis di Jakarta yang hebat namamya, tapi pelayaran rakyatnya cukup tidak baik," katanya. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Gejolak Ekonomi Global Tidak Mengurangi Kunjungan Wisatawan
  • KUR Pariwisata Potensial Dongkrak Wisata Bahari Pangandaran
  • Menteri Basuki: MRT Jakarta Tak Kalah Dibanding Jepang dan Singapura
  • Kemenhub Serahkan Lima Bus untuk Lima Pesantren
  • BI: Rupiah Dapat Terjaga dengan Tingkatkan Sektor Wisata
  • Jokowi: Lampung sampai Aceh Tersambung Tol di 2024
  • Jokowi Resmikan Terminal Baru Bandara Radin Inten II
  • Bangka Belitung Kebut Pembangunan KEK Pariwisata
  • Kunjungan Wisatawan Mancanegara Selama Januari Naik 5,22%
  • 1,16 Juta Wisman Kunjungi RI di Januari, Paling Banyak dari China
  • PUPR: Empat Ruas Tol Trans Sumatra Beroperasi Juni
  • Kemenpar Gencarkan Promosi untuk Gaet Wisman Eropa dan Asia
  • Sempat Terhenti, Pembangunan Jalan Trans Papua Dilanjutkan
  • PUPR: Jalan Nasional Terbangun 3.387 Kilometer
  • Pembangunan Bandara Singkawang Bakal Permudah Konektivitas
  • Yogyakarta Terus Berbenah Kembangkan Wisata Halal
  • Menhub Tegaskan Tol Laut Dibuat dengan Perencanaan
  • Program Tol Laut akan Terus Berjalan
  • Kemenpar Dorong Pemanfaatan KUR Pulihkan Pariwisata Banten
  • Kemenpar Targetkan Kunjungan 1,5 Juta Wisman Australia