Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Bulog Jamin Stok Beras Aman Hingga Pertengahan 2019

18 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Tanaman Pangan | 2018-10-27
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Perum Bulog menjamin stok beras aman hingga pertengahan 2019, sehingga pemerintah tidak perlu melakukan impor.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso menyebutkan stok beras yang dimiliki Bulog saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan beras nasional hingga Juni 2019.

“Kalau sampai akhir tahun ini pasti sangat cukup ya, jangan khawatir. Saya sudah prediksi sampai 6 bulan [Juni 2019], hitungan saya tidak perlu impor, masih sangat cukup,” katanya usai mengunjungi gudang Bulog di Padang, Jumat (26/10/2018).

Dengan begitu, tambahnya, pemerintah tidak perlu melakukan impor beras. Apalagi, pada penghujung tahun juga akan memasuki musim panen, begitu juga di tahun depan juga akan penen.

Menurutnya, dengan ketersediaan beras hingga pertengahan tahun depan, pemerintah sudah bisa melakukan ekspor, karena sesuai dengan data BPS, Indonesia sudah surplus produksi besar.

“Berarti kalau suplus kita bisa ekspor, tapi kita lihat nanti. Saya sudah ada [data] ya, justru kalau sudah kelihatan data itu kemungkinan masa panen dengan kondisi cuaca yang bagus justru kumungkinan tidak perlu [impor] lagi,” ujarnya.

Meski begitu, dia mengatakan tetap bisa saja dilakukan impor jika cuaca dan perkiraan panen tidak sesuai dengan prediksi. Namun, melihat kondisi saat ini, dia menilai cadangan beras nasional sangat mencukupi.

Budi Waseso mengatakan yang penting dilakukan saat ini adalah bagaimana meningkatkan produksi dan ketersediaan stok serta menjaga kualitas beras agar betul-betul terjamin.

Selain itu, memprioritaskan bagaimana mengatur harga beras agar tetap terjangkau oleh masyarakat kelas bawah, sekaligus juga mempertahankan harga yang menguntungkan bagi petani, sehingga tidak ada kelompok yang dirugikan.

“Yang kita inginkan adalah harga relatif murah dan sesuai dengan kemampuan masyarakat menengah ke bawah, sehingga daya belinya tetap terjaga,” lanjutnya.

Adapun, untuk wilayah Sumbar Bulog mengklaim stok beras di gudang per September 2018 masih memadai, yakni mencapai 25.000 ton dan diyakini mencukupi untuk kebutuhan daerah itu hingga 10 bulan ke depan. (bis)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Tanaman Pangan

  • Peternak Sambut Baik Upaya Meminjam Jagung
  • Ini Capaian Program Kementerian Pertanian di Papua
  • Kementan Tingkatkan Kedaulatan Pangan Lokal di Papua
  • Jalankan Amanat Presiden, Kementan Genjot Investasi Pertanian
  • Sentra Produksi Jagung Mulai Panen Raya, Pasokan Melimpah
  • Bulog Pastikan Stok Beras Sampai Akhir Tahun Aman
  • BBM Satu Harga Dongkrak Panen Bawang di NTT
  • BKP Intervensi Daerah Rawan Pangan
  • Kementan Dorong Pemanfaatan Halaman untuk Penyediaan Pangan
  • Mentan Raih Penghargaan Penjaga Ketahanan Pangan Nasional
  • Cara BKP Tangani Daerah Rentan Rawan Pangan
  • Kementan Targetkan Swasembada Kentang Industri di 2020
  • Panen Padi di Banyuasin Meningkat dengan Teknologi RAISA
  • Distribusi Jagung Impor Khusus untuk Jawa
  • Atasi Masalah Jagung, Kementan Minta Bantuan Distribusi
  • Kementan: Stok Jagung Melimpah, Distribusi yang Perlu dibenahi
  • Kementan Lakukan Safari Panen Jagung di Sulsel
  • Bupati Kediri Sebut Produksi Jagung Pakan Melimpah
  • Panen Raya Jagung di Pinrang Capai 8 Ton Per Hektare
  • Penuhi Ketersediaan, Mojokerto Panen Jagung Capai 7,5 Ton per Ha