Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Ini 4 Saran Kementan untuk Stabilkan Harga Telur

10 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Perdagangan | 2018-11-03
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Pertanian mengizinkan para peternak layer mengafkir dini ayam yang sudah tua untuk memperbaiki harga telur dan meningkatkan kualitas telur di tingkat peternak.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita saat melakukan  pertemuan dengan Peternak Ayam Petelur Mandiri Jawa Timur menyampaikan beberapa langkah sebagai solusi untuk memperbaiki harga telur di tingkat peternak.

Pertama, Ketut mengizinkan peternak untuk segera meregenerasi ayam yang sudah tua dan afkir, karena hal tersebut membuat produksi peternak tidak ekonomis dalam pemeliharaannya. Dengan meregenerasi kualitas telur akan meningkat sehingga masa simpan telur bisa lebih lama.

"[Regenerasi perlu] sehingga saat harga telur turun, penjualan masih bisa ditahan," katanya, Rabu (1/11/2018).

Kedua, Kementan meminta  kepada perusahaan Pembibit untuk meningkatkan kualitas bibit ayam (DOC), sehingga DOC yang diproduksi dan dijual ke para peternak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Sementara DOC yang tidak memenuhi SNI harus dimusnahkan untuk menjaga kualitas dan tidak merugikan para Peternak.

Ketiga, peternak harus meningkatkan produktivitas telur agar  efisiensi dan para peternak bisa mendapatkan margin yang lebih baik.

"Keempat, Peternak dihimbau untuk membangun kebersamaan dengan menguatkan koperasi yang mengarah kebentuk korporasi sesuai kebijakan pemerintah. Dengan begitu diharapkan peternak dapat mampu bersaing, serta memiliki posisi tawar yang lebih kuat ketika membeli DOC dan pakan. Demikian juga untuk memasarkan telur," katanya.

Ketut pun menyarankan agar peternak maupun koperasinya terus membangun jaringan  pasar agar  distribusi telur memiliki opsi lain disamping memenuhi kebutuhan DKI Jakarta. "[Peternak] harus mengembangkan pemasaran ke provinsi-provinsi lain yang tingkat kebutuhan  telurnya tinggi,"pungkasnya. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Perdagangan

  • Kementan Lepas Ekspor Kelapa Parut Kering
  • Kementan Tambah Impor Sapi Indukan
  • Kemenkeu: Tarif PPH 22 Berhasil Turunkan Impor Barang Mewah
  • Ekspor Rp 1,5 Triliun, Kementan Dorong Daya Saing Produk Teh
  • Indonesia dan Rusia Target Peningkatan Perdagangan Capai USD5 Miliar
  • Ekspor Indonesia Oktober 2018 USD 15,80 Miliar, Naik 5,87 Persen Dari September
  • Kemendag: Harga dan Stok Pangan Stabil Jelang Natal & Tahun Baru
  • Mentan: Stok Beras Stabil, Tak Ada Alasan Harga Naik
  • Kemendag: Pelaku Rembesan Gula Rafinasi akan Ditindak
  • Kemendag: HET Beras Masih Relevan
  • Jelang Akhir Tahun, Mendag Kawal Pasokan dan Kestabilan Harga Bapok
  • Jokowi Minta Bupati Ikut Jaga Stabilitas Harga
  • Beras Medium di Atas HET, Kemendag Siap Lakukan OP
  • Pemda Diminta Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Akhir Tahun
  • Kemenpar: Pasar Halal Masih Berkembang
  • Perjanjian Dagang RI-Mozambik Ditargetkan Rampung Tahun Ini
  • Mendag Enggar Tekankan Promosi Jadi Kunci Sukses Ekspor Indonesia
  • Indonesia Siap Berdagang dengan Negara di Luar WTO
  • Kemendag Bantah Harga Pangan Selalu Naik Jelang Akhir Tahun
  • Mendag: Jagung Impor Dijual Rp 4.000 per Kilogram