Penguatan Rupiah Berkat Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III

7 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Moneter | 2018-11-07
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kurs rupiah terus bergerak menguat. Bahkan hari ini telah mencapai level Rp 14.800 per dolar AS. 

Peneliti Senior Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) Febrio Kacaribu menilai, penguatan tersebut dipengaruhi faktor pertumbuhan ekonomi kuartal III 2018 yang diumumkan kemarin, sedikit di atas ekspektasi pasar. "Ini menjadi salah satu faktor penolong rupiah," ujarnya, Selasa, (6/11).

Seperti diketahui, pada Senin, (5/11), Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada kuartal III tahun ini ekonomi tumbuh 5,17 persen. Angka itu meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 5,06 persen. 

"Di samping itu memang pelemahan rupiah sudah terlalu dalam relatif terhadap kondisi fundamental ekonominya," jelas Febrio. Hanya saja, menurutnya penguatan mata uang Tanah Air tersebut tidak mencerminkan kondisi hingga akhir 2018.

Alasannya, paling tidak masih ada tiga risiko global shocks. "Fed Funds Rate (FFR) akan naik pada Desember, harga minyak mentah memang agak turun tapi masih belum pasti karena isu Iran masih belum selesai. Lalu Isu trade war juga belum ada jaminan akan berkurang walaupun ada rencana pertemuan Trump-Xi di Argentina," tuturnya. 

Ke depannya, LPEM memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018 sebesar 5,1 sampai 5,2 persen. Dengan data terakhir, sinyal ke 5,2 persen semakin besar. Rata-rata pertumbuhan kuartal satu sampai kuartal tiga pun sudah menembus 5,17 persen. 

"Kalau pada 2019 kami prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 5,2 sampai 5,3 persen. Kemudian pada akhirnya, koreksi pertumbuhan ekonomi AS pada 2019 ke arah normalnya akan lebih cepat terjadi," ujar Febrio. (rep)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Darmin: Surplus Neraca Perdagangan Bisa Terus Berlanjut
  • Langkah Strategis BI dan Pemerintah Jaga Inflasi Sesuai Sasaran
  • BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II di Angka 5,1 Persen
  • Biodiesel B100 Hasil Riset Kementan Bisa Hemat Devisa 26 Triliun
  • BI Prediksi Inflasi Juli 2019 Capai 0,12%
  • Cadangan Devisa Naik Jadi 123,8 Milar Dolar AS Akhir Juni
  • BI: Aliran Modal Asing Capai Rp 170,1 Triliun
  • Inflasi Juni 2019 Terkendali, BI Konsisten Jaga Stabilitas Harga
  • BPS Catat Inflasi Juni 0,55 Persen
  • Inflasi Juni 2019 Lebih Rendah Dibanding Dua Tahun Terakhir
  • Menteri PPN: Pemindahan Ibu Kota tak akan Menciptakan Utang
  • Surplus USD210 Juta, BI: Neraca Transaksi Berjalan Bakal Positif
  • Pemerintah Targetkan Penerimaan Pajak 2020 Tumbuh 12 Persen
  • Kemenkeu Prediksi Ekonomi Semester Pertama Tumbuh 5,1 Persen
  • Menkeu Upayakan Defisit Anggaran Terjaga 1,84 Persen
  • Langkah Pemerintah Pangkas Pajak Dinilai Tepat
  • Keputusan BI Pertahankan Suku Bunga Dinilai Sudah Tepat
  • Kemenkeu Pastikan Kas Negara dalam Keadaan Aman
  • BI Catat Modal Asing Masuk RI Capai Rp 112 Triliun
  • BI Prediksi Inflasi 2020 Terkendali di Tiga Persen