Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Kemenperin Optimis Pengembangan Kendaraan Listrik Tercapai di 2025

7 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2018-11-07
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartato optimistis pengembangan kendaraan listrik dan kendaraan dengan emisi karbon rendah bisa tercapai pada 2025. Upaya itu akan diikuti pemberian insentif pajak bagi industri yang memproduksi komponen maupun merakit kendaraan rendah karbon di dalam negeri.

"Tentunya, dalam mencapai ini kita juga terus meningkatkan penelitian mengenai kendaraan listrik sehingga target 20% untuk produksi kendaraan emisi karbon rendah (Low Carbon Emission Vehicle/LCEV) tahun 2025 dapat tercapai," ujar Airlangga Hartato di Jakarta, Rabu (6/11/2018).

Meneprin menambahkan, pemberian insentif pajak diharapkan mendorong investasi baru maupun perluasan oleh industri yang telah ada. Menurut dia, pemerintah bahkan menyiapkan income tax deduction sampai 300% untuk industri yang melakukan aktivitas riset dan pengembangan (R&D) di bidang ini. "Pemerintah juga melakukan harmonisasi tarif pajak kendaraan bermotor," imbuhnya.

Lebih lanjut, Menperin mengatakan pihaknya telah menyelesaikan aturan hukum mengenai kendaraan listrik dan saat ini tengah dikoordinasikan di tingkat menteri koodinator untuk mendapatkan persetujuan dari presiden.

Menperin mengatakan, pengembangan kendaraan listrik di dalam negeri ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar  29% pada tahun 2030, sekaligus untuk menjaga keamanan energi khususnya di sektor transportasi darat.


Airlanga menambahkan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama sejumlah perguruan tinggi juga terus melakukan penelitian komprehensif dalam rangka pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.

"Studi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang gambaran kondisi, permasalahan serta langkah tindak lanjut dalam rangka menumbuhkembangkan industri kendaraan bermotor rendah karbon yang memiliki daya saing tinggi, baik untuk pasar domestik maupun ekspor," jelasnya. (sin)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Industri

  • Kemenko Perekonomian: Ritel Tutup Bukan karena Daya Beli
  • Mentan Tegaskan tak Ada Ruang untuk Mafia Pangan
  • Mentan Tegaskan Keseriusan Pemerintah Berantas Mafia Pangan
  • Pemerintah Tuntaskan Penertiban Impor, Cukai dan Ekspor Ilegal
  • Genjot Produksi Beras dan Tebu Kementan Modernisasi Pertanian
  • Mendes Eko: Pembangunan Desa Era Jokowi-JK Cetak Sejarah
  • Kementan Akan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier 67.037 Ha
  • Kementan Ingin Tingkatkan Produksi
  • Sektor Pertanian Jadi Satu Keberhasilan Pembangunan Desa
  • HMPG Indonesia: Proses Produksi Garam Rakyat Semakin Baik
  • JK Dorong Ekonomi Berkeadilan bagi Semua Pihak
  • Mendes Paparkan Pemanfaatan Teknologi Internet untuk Desa
  • JK: Perekonomian Indonesia Harus Mengikuti Kecanggihan Teknologi
  • Menperin Pacu Industri Hortikultura di Gorontalo
  • Pabrik Pakan Milik KKP Siap Beroperasi Tahun Ini
  • KKP Siap Carikan Pasar untuk Garam Produksi Lokal
  • Jokowi Sebut Pentingnya Integrasi Infrastruktur Transportasi
  • Penggunaan Anggaran Bersih, Kementan Optimalkan Produksi & Sejahterakan Petani
  • Tak Ada Polemik Data Pangan, Kementan Sudah On The Track
  • Asosiasi Champion Cabai Bantah Aksi Demo Petani Cabai