Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Kementerian ESDM Tetapkan Harga Biodiesel Rp 7.277 per Liter

9 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Energi | 2018-11-07
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) menetapkan harga Biodiesel pada November sebesar Rp 7.277 per liter. Harga ini berlaku juga untuk pelaksanaan program mandatori B20 atau campuran biodiesel ke bahan bakar minyak (BBM) sebesar 20 persen.

Berdasarkan Surat Direktur Jenderal EBTKE Nomor 5307/12/DJE/2018 tanggal 26 Oktober 2018, Rabu (7/11), pemerintah menetapkan Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati (HIP BBN) untuk dua jenis komoditas bahan bakar, yaitu biodesel dan bioetanol. Kedua komoditas tersebut mengalami perubahan yang berbeda.

HIP untuk biodiesel mengalami penurunan. Sementara HIP bioetanol mengalami kenaikan.

Untuk harga biodiesel sebesar Rp7.277 per liter belum termasuk ongkos angkut yang telah ditetapkan sebelumnya dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 1770 K/12/MEM/2018. Jika dibandingkan bulan sebelumnya, harga Biodiesel mengalami penurunan Rp64 per liter dari HIP di bulan Oktober 2018 yang mencapai Rp 7.341 per liter.

Turunnya harga biodiesel didorong oleh turunnya harga minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) di pasaran global lantaran masih melimpahnya stok minyak sawit. Untuk itu, kebijakan B20 diharapkan mampu mengerek kembali harga dan penyerapan CPO.

Berdasarkan catatan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), rata-rata harga sawit dunia sepanjang Agustus 2018 hanya 577,5 dolar AS per metrik ton dan bergerak di kisaran 542,5 dolar AS hingga 577,5 dolar AS per metrik ton.

Sementara itu, kenaikan harga terjadi pada HIP bioetanol. Harga pasar bioetanol diplot sebesar Rp 10.457 per liter oleh Pemerintah, terjadi kenaikan sebesar Rp 80 dari Oktober 2018 yaitu sebesar Rp 10.377 per liter.

Faktor kenaikan ini ditentukan oleh rata-rata tetes tebu Kharisma Pemasaran Bersama (KPB) selama 25 Juni 2017-24 Desember 2018 tercatat sebesar Rp 1.619 per kg ditambah besaran dolar AS, yaitu 0,25 dolar AS per liter dikali 4,125 kg per liter. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Energi

  • PLN Jamin Pasokan Listrik Aman Saat Kampanye dan Pemilu
  • Tanggapi Prabowo, JK: Stok BBM 21 Hari tidak Mengkhawatirkan
  • Kementerian ESDM Distribusikan Konverter Kit LPG untuk Nelayan Bulukumba
  • PGN Perluas Jaringan Gas di Serang
  • ESDM Bagikan 25 Ribu Konverter Kit Selama 2018
  • Harga BBM akan Dievaluasi Sebulan Sekali
  • 5.043 Rumah Tangga di Kabupaten Serang Nikmati Jargas
  • PLN Pastikan Natuna tak Defisit Listrik Pascakebakaran
  • Pertamina Sosialisasi Kompor Gas di Jayapura
  • Ditjen Ketenagalistrikan Tegaskan tak Ada Kenaikan Tarif
  • Pemerintah Komitmen Tingkatkan Pemanfaatan EBT
  • Pemerintah Targetkan 1 Juta Panel Surya Terpasang
  • Pemerintah Dorong Daerah Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
  • Menteri Jonan Pastikan Keandalan PLTU Paiton Pasok Listrik Jawa-Bali
  • Jonan Resmikan Jargas di Pasuruan
  • 131 Lembaga Penyalur Layani BBM Satu Harga
  • Warga Biak Sambut Penurunan Harga BBM Nonsubsidi
  • PNBP Sektor ESDM Lampaui Target, Tembus Rp217,5 Triliun
  • Pakai Lampu Tenaga Surya, Dusun Awang Landas di Kalsel Akhirnya Bisa Terang
  • Akhirnya, Pertamax Cs Turun Harga Hari Ini