Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Pemerintah Antisipasi Hadapi Kenaikan Harga pada Akhir Tahun

7 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Perdagangan | 2018-11-08
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih memprediksi, harga komoditas pangan menjelang Natal dan tahun baru akan cenderung naik. Prediksi ini disampaikannya berdasarkan catatan dan kecenderungan menjelang hari-hari besar, di mana permintaan biasa mengalami peningkatan. 

Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan sudah mengantisipasi dengan dua cara. Pertama, memastikan ketersediaan barang cukup, sehingga pasokan tidak terganggu. "Caranya, melalui koordinasi dengan dinas-dinas di seluruh Indonesia yang melaporkan posisi stok di daerah masing-masing," ujar Karyanto, Rabu (7/11).

Selanjutnya, dari hasil koordinasi tersebut, pemerintah akan mengetahui dan memetakan daerah mana yang mengalami surplus dan defisit komoditi pangan. Dengan begitu, Karyanto menjelaskan, daerah yang komoditasnya berlebih atau surplus dapat digeser ke darah defisit. Ini dilakukan agar terjadi keseimbangan stok.

Sementara itu, Deputi Kemenko Perekonomian bidang Pangan dan Pertanian Musdalifah Mahmud  menjelaskan, pemerintah akan berupaya maksimal dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Ini dilakukan agar tidak terjadi lonjakan, khususnya di hari-hari besar. 

Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah menyiapkan stok dalam kuantitas cukup, terutama beras sebagai bahan pangan pokok. "Ini untuk antisipasi terhadap potensi harga yang naik," tuturnya.

Musdalifah menjelaskan, tidak menutup kemungkinan akan ada operasi pasar, khususnya di daerah yang masyarakatnya dominan merayakan Natal. Beberapa produk yang memungkinkan mengalami kenaikan jelang Natal dan Tahun Baru di antaranya daging sapi, daging ayam, telur, bawang putih dan bawang merah.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai, stabilitas harga barang kebutuhan pokok perlu dijaga agar laju pertumbuhan ekonomi tetap positif pada triwulan IV-2018. Menurutnya, gejolak harga beras menjadi potensi yang dapat mengganggu stabilitas harga kebutuhan pokok.

"Pada triwulan IV-2018 masih ada Natal dan Tahun Baru, itu merupakan konsumsi rumah tangga yang kuncinya ada pada stabilitas harga kebutuhan pokok dan elastisitas kesempatan kerja," kata Enny usai acara diskusi di Jakarta, Rabu (7/11).

Sisi elastisitas kesempatan kerja relatif stagnan, sehingga kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2018 akan lebih bertumpu pada stabilitas harga kebutuhan pokok. (rep)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Perdagangan

  • Dukung Ekspor, KKP akan Benahi Sistem Logistik
  • Layak Ekspor, Kementen Segera Luncurkan Beras Basmati Asli Indonesia
  • KKP Ajak Nelayan Bikin Harga Jual Tuna Ekspor Makin Tinggi
  • Kementan Dorong Petani Muda Rambah Pasar Ekspor
  • Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Anjloknya Harga Cabai
  • Jateng dan Bulog Siapkan Strategi Kendalikan Harga Cabai
  • Kementan Pastikan tak Ada Gejolak Harga Cabai di Demak
  • Pemerintah Ajak Malaysia dan Thailand Perbaiki Harga Karet
  • Harga Cabai dan Bawang Stabil Pasca-Natal dan Tahun Baru
  • Bulog: Tak Ada Impor Beras Hingga Juli
  • Mendag: Stabilisasi Harga Terjaga Sepanjang 2018
  • Kemendag Targetkan Peningkatan Ekspor 7,5 Persen
  • Harga Telur dan Daging Ayam akan Kembali Normal
  • Kementan Dorong Peternak Tingkatkan Produksi untuk Ekspor
  • Kementan: Impor Jagung Antisipasi Harga Tinggi
  • Pemerintah Pacu Ekspor Industri Otomotif
  • Ekspor Kopi Aceh Catat Rekor Tertinggi
  • Mendag Enggar Lepas Ekspor Kerajinan Rotan Asal Sukoharjo Ke Prancis
  • Pemerintah Yakin Harga Beras Bisa Terkendali pada 2019
  • Ekspor Indonesia ke Afrika Barat Lampaui Target