Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Mentan: Tidak Ada Alasan Terjadi Gejolak Harga Beras

12 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Perdagangan | 2018-11-09
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Pertanian menilai pasokan beras saat ini masih aman sehingga tidak ada alasan terjadi gejolak harga.

Dengan pasokan yang masih  stabil ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) serta stok yang memadai di gudang Perum Bulog, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menganggap seharusnya tidak ada gejolak harga yang terjadi.

"Kita mengecek pangan di lapangan mulai jam 5 subuh tadi. Alhamdulillah semua posisi stabil. Tidak ada alasan (harga naik). [Juga] maaf, jangan lagi [isu pangan] di bawa ke ranah politik. Ini pangan kita stabil,"ujar Amran usai sidak ketersediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Kamis (8/11/2018).

Amran pun menyampaikan kenaikan harga beras medium belakangan ini di tengah kondisi stok beras yang cukup, sebagai sebuah anomali. Pasalnya, seharusnya mekanisme  pasar  yang menyangkut suplai dan permintaan berlaku.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi menjelaskan menjelaskan sebenarnya stok beras di PIBC sangat cukup. Stoknya bahkan berkisar di antara 50.000 ton — 51.000 ton, dari biasanya 20.000 ton—30.000 ton.

"Dalam kondisi saat ini sebenarnya memang produksi dari pertanian kita dalam hal ini beras sebenarnya cukup. Kalau di Jakarta saya harus sampaikan cukup, pasokan masih normal", tambahnya.

Arief pun  mengakui ada anomali pergerakan harga untuk beras jenis medium di kisaran Rp11.800/kg, padahal HET pemerintah untuk beras medium di Jawa adalah Rp9.450 per kg. Namun, hal ini sudah diantisipasi dengan meminta pemerintah melalui Bulog agar melakukan Operasi Pasar untuk menjaga laju inflasi.

Menurut Arief ketersediaan beras medium menurun karena ada kecenderungan dimanipulasi menjadi beras premium.

Dia menjelaskan selama ini yang disebut sebagai beras premium itu memiliki spesifikasi 5% broken, sedangkan di pasar sekarang, yang disebut premium punya spesifikasi 15% broken dan jumlahnya sangat banyak dibandingkan beras medium. (bis)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Perdagangan

  • Kementan Lepas Ekspor Kelapa Parut Kering
  • Kementan Tambah Impor Sapi Indukan
  • Kemenkeu: Tarif PPH 22 Berhasil Turunkan Impor Barang Mewah
  • Ekspor Rp 1,5 Triliun, Kementan Dorong Daya Saing Produk Teh
  • Indonesia dan Rusia Target Peningkatan Perdagangan Capai USD5 Miliar
  • Ekspor Indonesia Oktober 2018 USD 15,80 Miliar, Naik 5,87 Persen Dari September
  • Kemendag: Harga dan Stok Pangan Stabil Jelang Natal & Tahun Baru
  • Mentan: Stok Beras Stabil, Tak Ada Alasan Harga Naik
  • Kemendag: Pelaku Rembesan Gula Rafinasi akan Ditindak
  • Kemendag: HET Beras Masih Relevan
  • Jelang Akhir Tahun, Mendag Kawal Pasokan dan Kestabilan Harga Bapok
  • Jokowi Minta Bupati Ikut Jaga Stabilitas Harga
  • Beras Medium di Atas HET, Kemendag Siap Lakukan OP
  • Pemda Diminta Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Akhir Tahun
  • Kemenpar: Pasar Halal Masih Berkembang
  • Perjanjian Dagang RI-Mozambik Ditargetkan Rampung Tahun Ini
  • Mendag Enggar Tekankan Promosi Jadi Kunci Sukses Ekspor Indonesia
  • Indonesia Siap Berdagang dengan Negara di Luar WTO
  • Kemendag Bantah Harga Pangan Selalu Naik Jelang Akhir Tahun
  • Mendag: Jagung Impor Dijual Rp 4.000 per Kilogram