Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Jurus Kemendikbud Dorong Lulusan SMK Siap Pakai di Dunia Kerja

10 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Ketenagakerjaan | 2018-11-11
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Deputi Direktur Penyelarasan Vokasional dan Kerjasama Industri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Saryadi Guyatno menjamin bahwa lulusan SMK siap untuk diterima di dunia industri. Pemerintah akan terus mendesain sistem pendidikan yang mampu menyiapkan para lulusan SMK masuk ke dunia kerja.

"Cukup banyak. Banyak industri yang langsung menerima lulusan SMK. Bahkan kami ada program kelas industri, perusahaan buat kelas di industri," kata dia saat ditemui di sela-sela diskusi bertajuk Vokasi dan Ironi Pendidikan di Era Milenial di Cikini, Jakarta, Sabtu (10/11).

Saryadi mengatakan pihaknya pun telah membuka kesempatan bagi dunia usaha baik BUMN maupun swasta untuk masuk dan menjadi bagian dalam proses pembelajaran di SMK. Hal ini, tentu akan memperbesar kesempatan bagi lulusan SMK untuk diterima bekerja.

"Contoh Honda. Bengkelnya AHASS. Saya bisa pastikan mekaniknya anak-anak lulusan SMK. Karena kita ada kerja sama dengan Astra Honda Motor kelas khusus Honda. Semuanya distandardisasi. Lulus dari program itu, direkrut. Ada BUMN, ada PLN, ada PT KAI," paparnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI ), Didi Supriyadi mengharapkan pemerintah serius dalam menyiapkan dunia usaha yang ramah bagi lulusan SMK.

"Saya ingin menyampaikan ada hal-hal, jangan-jangan vokasinya sudah benar, jangan-jangan industrinya yang belum nyaman menerima vokasi," ujar dia.

Sebab, kata dia, lulusan SMK mungkin saja memiliki kualitas yang mumpuni di bidangnya. Namun kemudian enggan memasuki dunia kerja karena iklim yang kurang nyaman.

"Mungkin orang yang lulus SMK, bekerja, sistem pekerjaannya yang membuat tidak nyaman. Misalkan hanya kontrak. Akhirnya kan perusahaan itu ah mendingan yang baru lagi, yang lama ganti, sebentar lagi ganti. Akhirnya nambah itu pengangguran," jelasnya.

"Begitu juga dengan pemagangan. Kalau dulu yang magang itu adalah anak-anak yang masih sekolah, belum lulus, magang. Sekarang yang sudah lulus juga magang. Kalau sudah lulus harusnya bukan magang lagi," tandasnya. (mer)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Ketenagakerjaan

  • Sejak 2017, Pemerintah Gandeng 648 Industri dan 1.862 SMK Genjot Pendidikan Vokasi
  • BPS: Upah Harian Buruh Tani Naik di Desember 2018
  • Pemerintah Rancang Dana Peningkatan Keahlian Bagi Pekerja
  • Per November Penciptaan Lapangan Kerja Capai 1,9 Juta
  • Pemerintah Siapkan Investasi Ketenagakerjaan
  • Kemenperin Pastikan Industri Serap Tenaga Kerja Difabel
  • Cetak Tenaga Kerja Terampil, Kementerian PU-PR Bareng Undip Dirikan Politeknik
  • Pemerintah Targetkan Peningkatkan Produktivitas Tenaga Kerja
  • Menaker Janjikan Pelatihan Bagi 15 Ribu Pekerja Migran
  • Menaker: Angka Pengangguran Turun Jadi 5,3 Persen
  • Tekan Pengangguran, Jokowi Minta Pendidikan Vokasi Digenjot
  • Upah Harian Buruh Tani Naik 0,24 Persen
  • Indonesia-Taiwan Komitmen Lindungi Pekerja Migran
  • Indonesia Genjot Pengiriman TKI Sektor Formal ke Kuwait
  • Pendapatan Industri Digital Mampu Ciptakan 17 Juta Pekerja
  • BPS Sebut Daya Beli Buruh Tani November Membaik
  • Masuki Era Industri 4.0, Kemenperin Dorong Penguatan SDM
  • Pekerja Migran Makin Terlindungi dengan Permenker Baru
  • Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Pertanian Meningkat
  • Kesejahteraan Buruh Tani Dinilai Relatif Lebih Baik