Kementan Optimistis Peremajaan 185 Ribu Lahan Sawit Tercapai

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Perkebunan dan Kehutanan | 2018-11-13
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Pertanian (Kementan) optimistis tahun ini dapat menerbitkan rekomendasi teknis (rekomtek) atas 185 ribu hektare kebun sawit. Rekomentek tersebut untuk merealisasikan program peremajaan kebun kelapa sawit.

“Sebab Oktober saja kita mampu terbitkan rekomtek 42.950 hektar,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan, Bambang, Jum’at (9/11).

Bambang menjelaskan, sebelumnya minat masyarakat untuk meremajakan kebunnya terhambat. Diantaranya dengan tersendatnya pembayaran rekomendasi teknis tahun lalu yang membuat banyak petani rakyat yang ragu. Kementerian Koordinator Perekonomian kemudian memutuskan agar semua rekomtek mendapatkan pendanaan pada September lalu.

“Sekarang petani sudah yakin dan berlomba, setelah pembayaran rekomendasi teknis pada 2017 sebesar Rp356 miliar dicairkan,” ujarnya.

Bambang memastikan target penerbitan rekomtek 185 ribu hektare tahun ini akan mudah tercapai, karena saluran yang sebelumnya tersumbat sudah terbuka. Sumbatan yang ia maksud adalah belum adanya titik temu antara Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit BPDP-KS selama ini.

“BPDP-KS ketika itu enggan mencairkan dana karena merasa punya tanggung jawab lebih pada keberhasilan program peremajaan kebun kelapa sawit. Jadi ada penambahan aturan di luar pedoman umum supaya dana yang disalurkan pasti berhasil,” jelas Bambang.

Menurutnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution telah memerintahkan agar BPDP-KS membayarkan secepatnya semua rekomtek. Sementara tanggung jawab fisik ada di Ditjenbun.

Selain keraguan pada pencairan pendanaan, faktor penghambat lainnya adalah petani masih belum tertarik dengan bantuan dana peremajaan sebesar Rp25 juta per ha karena dianggap terlalu kecil untuk menggarap lahan sekaligus memenuhi kebutuhan selama periode tidak berproduksi.

“Mereka masih bersikukuh tetap percaya pada pohon dari benih asalan meski cuma menghasilkan 1-2 TBS. Maka seiring proses replanting kami wajibkan petani untuk juga tanam jagung lewat tumpang sari,” tutur Bambang.

Oleh karena itu, Kementan memberikan benih jagung gratis untuk lahan replanting. Kombinasi antara peremajaan sawit rakyat dengan jagung ini diyakini mampu mendorong optimalisasi lahan pertanian produktif.

“Dengan model tumpang sari petani malah akan punya penghasilan yang tinggi dibanding sawit,” pungkas Bambang. (ant)

- Tag : Kehutanan

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Kementan Musnahkan Benih Sayur Impor Ilegal dan Gagalkan Penyelundupan
  • Gapki Dukung Retaliasi Sawit Pemerintah
  • Hutan Mangrove Muara Angke Bertambah 32.000 Pohon
  • PTPN V akan Perluas Lahan Sawit
  • Toraja Berencana Kembangkan Penangkaran Bibit Kopi
  • Mentan Bagikan 700 Ribu Bibit Unggul Kopi di Tanah Toraja
  • Mentan Dorong Hilirisasi Kakao dan Kopi
  • Mentan Ingin Rempah dan Kakao Kembali Berjaya
  • Program Peremajaan di Luwu Raya Kembalikan Kejayaan Rempah dan Kakao
  • Petugas KLHK Temukan Kebun Sawit Ilegal 206 Hektare
  • KLHK Targetkan Verifikasi 30.000 ha Hutan Adat
  • Sudah Tetapkan 7 Hutan Adat, KLHK Siapkan 6 Hutan Adat Lagi
  • Peremajaan Kebun Karet Ditarget Capai 700.000 Ha
  • KLHK Tetapkan 7 Hutan Adat Baru
  • Pemerintah Gabung Replanting Kebun Karet dan Pengolahan Kayu
  • Kementan Bidik Peremajaan 200.000 Ha Kebun Sawit Rakyat
  • PTPN Targetkan Serap 14 Ribu Ton Karet Petani Lokal
  • KLHK Tingkatkan Pengawasan Illegal Logging
  • Jokowi Serahkan 42 SK Hutan Sosial untuk 8.941 KK di Jawa Barat
  • Petani Ciamis Gembira Terima Bibit Durian dari Presiden