Masuki Era Industri 4.0, Kemenperin Dorong Penguatan SDM

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Ketenagakerjaan | 2018-12-02
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Masuknya era revolusi industri 4.0 disebut menjadi momen penting bagi Indonesia dalam memacu kompetensi sumber daya manusia (SDM). Untuk itu, diperlukan upaya pengembangan transformasi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

"Industri 4.0 mendorong pemerintah melakukan empowering human talents. Jadi, terpacu untuk fokus memperkuat generasi muda kita dengan teknologi dan inovasi," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto dalam siaran pers, Minggu(2/12/2018).

Menperin menilai, generasi milenial sangat berperan penting dalam menerapkan industri 4.0. Terlebih Indonesia akan menikmati masa bonus demografi hingga tahun 2030. Sebanyak 130 juta jiwa yang berusia produktif diperkirakan dapat mengambil kesempatan baru untuk mengembangkan bisnis di era digital.

"Dari pengalaman negara lain, seperti China, Jepang, Singapura dan Thailand, ketika mengalami bonus demografi, pertumbuhan ekonominya tinggi. Maka itu, Indonesia perlu mengambil momentum masa keemasan tersebut dengan terus membangun semangat optimisme," paparnya.

Guna menyiapkan generasi milenial Indonesia yang mampu menghadapi era industri 4.0, Kemenperin telah memfasilitasi melalui beberapa inkubator yang dimiliki untuk menumbuhkan para pelaku industri kreatif. Sebab, sektor-sektor industri kreatif mampu memberikan kontribusi yang signfikan bagi ekonomi nasional.

Hingga kini, Kemenperintelah membangun gedung inkubasi bagi para pelaku usaha rintisan (startup) di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain Bandung Techno Park, Bali Creative Industry Center (BCIC), Incubator Business Center di Semarang, Makassar Technopark, dan Pusat Desain Ponsel di Batam. "Tempat ini bisa menjadi inspirasi dan aspirasi menumbuhkan wirausaha industri baru," ujarnya.

Di Bandung Techno Park dan BCIC misalnya, Kemenperin punya beberapa program kekinian, antara lain pelatihan bagi calon pemimpin perusahaan yang menggunakan basis industri 4.0 seperti analisis big data dan internet of things. Selain itu menyediakan ruang inkubasi karya yang telah dihasilkan.

Kemenperin juga mendorong swasta untuk ikut membangun inkubasi startup era digital. Airlangga mengungkapkan, potensi ekonomi digital akan meningkatkannilai tambah terhadap PDB nasional sebesar USD150 miliar pada tahun 2025.

"Ini akan menjadi peluang bagi 17 juta tenaga kerja yang tidak buta terhadap teknologi digital. Dan, inilah yang kami dorong agar ekonomi digital terus berkembang, sehingga bisa ditangkap oleh pelaku industri kecil dan menengah (IKM) kita," ujarnya.

Pemerintah juga menargetkan terciptanya 1.000 technopreneur pada tahun 2020, dengan valuasi bisnis mencapai USD100 miliar dan total nilai e-commerce sebesar USD130 miliar. (sin)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • BPJS Ketenagakerjaan Beri Perlindungan Pekerja di Kepulauan Natuna
  • Menaker: Angka Pengangguran SMK Menurun
  • Industri Hasil Tembakau Serap 5,98 Juta Tenaga Kerja
  • Pemerintah Jemput Bola Sertifikasi Pekerja Konstruksi di Pelosok
  • Kementerian PUPR Dorong Uji Sertifikasi Pekerja Konstruksi
  • BPS : Upah Nominal Harian Buruh Tani Februari 2019 Naik
  • Lapangan Kerja Industri Pertambangan Tetap Dibutuhkan
  • Diresmikan, KEK Tanjung Kelayang Serap 23.645 Tenaga Kerja
  • Presiden Serahkan 16 Ribu Sertifikat Pekerja Konstruksi
  • Jokowi Bakal Serahkan Sertifikat ke 16.000 Tenaga Kerja Konstruksi
  • Tenaga Kerja Industri Manufaktur Meningkat Sepanjang 2018
  • Sejak 2017, Program Vokasi Industri Telah Gaet 400.000 Siswa SMK
  • Australia Tambah 5.000 Kuota Visa Bagi Tenaga Kerja RI
  • Kemendes Komitmen Tingkatkan SDM Melalui Balai Pengembangan
  • Program Desa Migrasi Produktif Tekan Pengiriman TKI Ilegal
  • Vokasi Jadi Fokus untuk Tingkatkan Produktivitas Pekerja
  • NTB Jalin Kerja Sama Berbagai Bidang dengan Malaysia
  • Kementerian PUPR Percepat Sertifikasi Tenaga Konstruksi
  • Sepanjang 2018, Industri Manufaktur Serap 18,25 Juta Tenaga Kerja
  • Sukabumi Dorong Lahirnya Ribuan Wirausaha Muda