Latest News
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      
  • Sukseskan Pertemuan IMF di Bali                      

Di Depan Jokowi, Bos BEI Sebut Pasar Modal RI Masih Positif

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2018-12-03
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi menghadiri acara CEO Networking 2018 yang turut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam acara tersebut, dia mengatakan, pasar modal Indonesia mencatatkan kinerja yang baik meski dihempas oleh sentimen ketidakpastian global.

"Acara ini dalam rangka HUT pasar modal dengan tujuan untuk meningkatkan sinergi dan bertukar pikiran antara perusahaan dan pemerintah. Meski dinamika ekonomi global dan domestik mempengaruhi pasar modal indonesia, namun pasar modal mencatatkan kinerja yang baik," ucapnya di Ritz Carlton, Jakarta, Senin (3/12).

Inarno menjelaskan, kepercayaan investor pun bertambah di pasar modal. Itu antara lain disebabkan adanya beberapa upaya yang telah dilakukan oleh pihak BEI.

"Sepanjang 2018, 53 perushaan go public, ini pencapaian tertinggi sejak berdiri 1998 serta pasar modal tertinggi di asia. BEI juga mengembangkan idx incubator untuk mendukung startup-startup di indonesia. Semua sinergi ini telah mewujudkan peningkatan pasar ekonomi di Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, Indonesia memang cukup baik merespon ketidakpastian global yang terjadi. Pertumbuhan ekonomi dapat dijaga dalam rentang yang terukur ditengah gejolak yang ada.

"Di tengah gejolak dan tekanan ekonomi dunia, Indonesia terlihat dan bisa ditandai dengan jelas bahwa ekonomi kita mampu bertahan dengan baik. Pertumbuhan ekonomi secara year-to-date itu mencapai 5,17 persen atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya walaupun ada gejolak dan tekanan," kata dia.

Pemerintah pun terus berkomitmen mendorong perekonomian dalam negeri. Salah satunya melalui pembangunan sumber daya manusia (SDM) pada tahun depan.

"Pemerintahan Jokowi-JK memperkenalkan pendekatan yang agak berbeda dengan beberapa tahun terakhir ini. Kebijakan utama ditekankan pada suply side yakni infrastruktur, SDM, pertahanan, itu adalah suply side," jelasnya.

"Dan pada tahun depan bapak presiden memerintahkan memperbaiki SDM Indonesia, kalo itu bisa kita jalankan, maka perbaikan dari suply side itu bisa jadi basis kita untuk keluar dari jebakan middle income trap," tandasnya. (mer)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


Industri

  • Pemerintah Ingin Bangun Pendidikan Vokasi di Pesantren
  • 3 Kawasan Ekonomi Khusus Ditargetkan Beroperasi Awal 2019
  • Kementan: Alsintan Tingkatkan Produksi Pertanian
  • 2018, Kementan Rogoh Rp 2,75 T untuk 69.196 Unit Alsintan
  • Indonesia Kirim Tenaga Ahli Pertanian ke Myanmar
  • Indonesia Jajaki Peluang Kerja Sama KEK dengan Korsel
  • Kinerja Kementan Jadi Rujukan Prestasi Pemerintah
  • BKP Kementan Berdayakan Petani di Maluku dan Maluku Utara
  • Petani Poso Antusias Ikuti Bimtek Budidaya Padi dan Jagung
  • PUPR: Rekonstruksi Sulteng Dipercepat
  • Indonesia Kurangi Kesenjangan Melalui Pembangunan Berkelanjutan
  • Jokowi: Infrastruktur di Sumatera hingga Papua harus Sebaik di Jawa
  • Pertumbuhan Ekonomi RI Berpotensi Paling Cepat di Dunia Tahun Depan
  • Presiden Jokowi: Kita Harus Bertumpu pada SDM
  • Pupuk Indonesia Amankan Realokasi Pupuk Bersubsidi
  • Petani Banyuasin Antusias Terima Bantuan Escavator Kementan
  • Jokowi Ingin Anak Muda Bantu Kembangkan UMKM
  • Indonesia-Taiwan Kerja Sama Berdayakan Petani
  • Bulog: Stok Beras dan Daging Cukup hingga Pertengahan Tahun Depan
  • BKPM Optimistis Perekonomian Indonesia Membaik